PEMIKIRAN POLITIK SIR MUHAMMAD IQBAL DI INDIA 1908-1938 M

ZUNAIROH - NIM. 03121448, (2009) PEMIKIRAN POLITIK SIR MUHAMMAD IQBAL DI INDIA 1908-1938 M. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (PEMIKIRAN POLITIK SIR MUHAMMAD IQBAL DI INDIA 1908-1938 M)
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img] Text (PEMIKIRAN POLITIK SIR MUHAMMAD IQBAL DI INDIA 1908-1938 M)
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (3MB)

Abstract

ABSTRAK Muhammad Iqbal ( Sialkot, 1877-1938 ) dia seorang penyair, filsuf, pengacara dikenal luas sebagai Bapak Sepiritual Pakistan. Pidatonya di Liga Muslim pada tahun 1930, telah membantu meluncurkan gerakan yang bertujuan untuk membagi Asia Selatan jajahan Inggris ke dalam dua Negara, Pakistan-Muslim dan India-Hindu yang sama-sama berdaulat. Di dunia politik, Iqbal dikenal sebagai 'ruh' pengerak modernisasi Islam di Asia Selatan Muhammad Iqbal Juga melancarkan kritik tajam terhadap kekakuan penafsiran keagamaan tradisional dan menyerukan suatu penekanan baru terhadap konsep 'pergerakan' dalam penafsiran Islam Muhammad Iqbal berbeda dengan pembaharu-pembaharu Islam lain, Muhammad Iqbal Adalah Penyair dan Filosof. Tetapi pemikiran tetntang kemunduran dan kemajuan umat Islam mempuyai pengaruh pada gerakan pembaharuan dalam Islam. kemunduran umat Islam selama lima ratus tahun terakhir disebabkan oleh kebekuan dalam pemikiranya. Hukum dalam Islam telah sampai kepada keadaaan setatis. Hukum dalam Islam sebenarnya tidak baersifat statis, tetapi dapat berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Pintu Ijtihad tidak pernah tertutup. Bahwa Islam sebenarnya mengajarkan dinamisme yaitu intisari hidup adalah gerak, sedang hukum hidup adalah menciptakan. Muhammad Iqbal adalah saksi dari zamannya yang saat itu sedang dalam titik terendah kesuraman. Negerinya, sebagaimana negeri Islam lainnya saat itu, sedang dalam keadaan terjajah, miskin, bodoh, dan terbelakang. Dan Iqbal, dengan kecerdasan intelektual, emosional,dan spiritual yang dianugerahi Tuhan, bergerak dan melesat, khususnya dalam hal penulisan dan pemikiran, bahkan tenaga dan waktu. Dia bahkan menulis dalam bahasa Urdu, Parsi, dan Inggeris. Iqbal berjuang di All-India Muslim Leage di awal 1930an. Bersama Muhammad Ali Jinnah, dia merumuskan konsep Negara bagi Muslim India, dan tak pernah melihat berdirinya Pakistan tahun 1947 kerana sudah wafat pada 1938. Iqbal juga dijuluki Muffakir-e-Pakistan (Pemikir dari Pakistan) dan Shair-i-Mashriq (Penyair dari Timur). Penulisan ini mengunakan metode histories, karena metode ini dianggap bertumpu pada empat langkah yaitu : heuristic ( pengumpulan sumber ), Kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Metode ini digunakan agar dalam mengeksplorasi persoalan yang ada dapat dianalisis dengan data-data yang mendekati dengan yang dimaksud dan hal ini di harapkan bisa menjadi objektif.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: PEMBIMBING: SYAMSUL ARIFIN, M.AG
Uncontrolled Keywords: Pemikiran politik, Sir Muhammad Iqbal, politik di india
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 07 Apr 2015 03:54
Last Modified: 07 Apr 2015 03:55
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/1735

Actions (login required)

View Item View Item