KLASIFIKASI ILMU MENURUT AL-FARABI DAN AUGUSTE COMTE

TASYRIQ HIFZHILLAH NIM. 00510170, (2009) KLASIFIKASI ILMU MENURUT AL-FARABI DAN AUGUSTE COMTE. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Klasifikasi ilmu merupakan salah satu tema yang terus-menerus muncul dalam khazanah keilmuan Islam maupun Barat. Hal ini bisa dimaklumi karena masalah klasifikasi ilmu merupakan salah satu kunci untuk memahami tradisi intelektual. Dalam tradisi intelektual Islam, misalnya, upaya islamisasi ilmu takkan mungkin mencapai tujuannya jika visi tentang klasifikasi ilmu tidak dimengerti sebelumnya. Sejak Al-Farabi, Al-Ghazali, hingga Quthb Al-Din Al-Syirazi, serta generasi-generasi sarjana Muslim lainnya telah banyak mencurahkan bakat dan kejeniusan intelektual mereka untuk menjelaskan tema ini secara rinci. Begitu juga dalam khazanah keilmuan Barat, sejak Claude-Henri de Saint-Simon, Christian Wolff, Auguste Comte, Karl Raimund Popper, Thomas S. Kuhn, hingga Jurgen Habermas juga telah membuat klasifikasi ilmu dengan cara pandang yang menempatkan seluruh ilmu pengetahuan dalam tataran yang sama. Tak diragukan bahwa Al-Farabi dan Auguste Comte memiliki pengaruh yang besar dalam membentuk dan mengembangkan sistem pemikiran orang-orang yang mempraktikkan, memelihara, dan mempertahankan filsafat mereka. Dalam masyarakat Muslim misalnya, ide-ide dan pemikiran Al-Farabi (870-950 M) sangat populer karena dianggap sebagai pendiri dan salah seorang wakil terkemuka aliran utama filsafat Islam, yaitu aliran masysya'i (peripatetik) filsuf-ilmuwan. Di lain pihak, dalam masyarakat Barat, pemikiran Auguste Comte (1789-1857 M) masih memiliki gema yang luas karena quot;filsafat positivisme quot;-nya dipandang menjadi cikal-bakal perkembangan ilmu pengetahuan tentang masyarakat atau sosiologi. Berkaitan penting dengan pokok bahasan penelitian kepustakaan (library research) ini, penyusun menggunakan metode analisis data yang bertumpu pada pemikiran-pemikiran Al-Farabi dan Auguste Comte sebagai tema sentral dalam membicarakan persoalan klasifikasi ilmu. Di pihak lain, usaha untuk memperkuat argumentasi, penyusun memerlukan pemikiran-pemikiran orang lain, baik melalui buku-buku maupun artikel-artikel. Model analisis seperti ini biasa disebut dengan analisis taksonomi, yaitu analisis yang memusatkan penelitian pada domain tertentu dari pemikiran tokoh. Untuk memudahkan penelitian, penyusun menggunakan perangkat metode: (1) Deskripsi, yakni dengan mengutip langsung pendapat-pendapat Al-Farabi dan Comte, (2) Interpretasi, yang penyusun gunakan untuk menafsir makna dari pemikiran kedua tokoh, dan (3) Heuristik, yaitu mencari dimensi baru dari suatu persoalan yang telah banyak dibahas. Di samping itu, penyusun mengajukan suatu pendekatan komparatif-filosofis guna melacak garis-garis pembatas, dasar-dasar serta basis metodologis klasifikasi ilmu yang mereka berikan untuk perkembangan ilmu pengetahuan. Setelah melakukan penelusuran dan pengkajian ditemukan bahwa Al-Farabi dan Comte sampai kepada cara yang hampir sama, meskipun tidak identik, dalam menyusun klasifikasi ilmunya. Kesamaan dan perbedaan klasifikasi ilmu kedua filsuf setidaknya terinci dengan beberapa sasaran; Pertama, klasifikasi dimaksudkan sebagai petunjuk umum ke arah berbagai ilmu. Kedua, berbagai bagian dan sub-bagiannya memberikan sarana yang bermanfaat dalam menentukan sejauh mana spesialisasi dapat ditentukan secara sah. Dan ketiga, klasifikasi ilmu menginformasikan kepada para pengkaji tentang apa yang seharusnya dipelajari sebelum seseorang dapat mengklaim diri ahli dalam suatu ilmu tertentu.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing : Dr. Alim Roswantoro, M.Ag, Fahruddin Faiz M.Ag,
Uncontrolled Keywords: Klasifikasi ilmu Pengetahuan, Al Farabi, Auguste Comte
Depositing User: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:41
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/1740

Actions (login required)

View Item View Item