DEKARISMATISASI DI LOMBOK NTB (Studi Tentang Pudarnya Pesona Tuan Guru dalam Politik Pemilihan Umum 2014)

AGUS DEDI PUTRAWAN, S. SOS.I, NIM: 1320310043 (2015) DEKARISMATISASI DI LOMBOK NTB (Studi Tentang Pudarnya Pesona Tuan Guru dalam Politik Pemilihan Umum 2014). Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text (DEKARISMATISASI DI LOMBOK NTB (Studi Tentang Pudarnya Pesona Tuan Guru dalam Politik Pemilihan Umum 2014))
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (DEKARISMATISASI DI LOMBOK NTB (Studi Tentang Pudarnya Pesona Tuan Guru dalam Politik Pemilihan Umum 2014))
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (1MB)

Abstract

Berbicara tentang perpolitikan tokoh agama: tuan guru, kiai, dan termasuk tokoh-tokoh agama yang secara umum menjadi tokoh sentral di setiap kehidupan sosial keagamaan dan kemasyarakatan di Indonesia secara umum dan Lombok secara khusus, menjadi isu yang seksi untuk diperbincangkan, terlebih mereka adalah tokoh yang ditiru dan diguru. Capital yang mereka miliki, termasuk di dalamnya adalah modal sosial yang dikenal dengan istilah ”karisma” digunakan sebagai tiket untuk bertarung di dalam kontestasi politik pemilihan umum. Secara teori karisma adalah ”legitimasi” (akuan) dari masyarakat atas kehebatan, kemistikan, kesaktian, utusan tuhan, penerus nabi yang melekat pada diri aktor karismatik. Sebagian tuan guru yang beranggapan bahwa karisma menjadi modal utama dengan pengikut yang banyak dalam pemilu malah berguguran karena tidak banyak mendapatkan dukungan dari rakyat. Ada anggapan bahwa pesona tuan guru memudar dalam ruang politik pemilihan umum dan bahkan di ruang-ruang lainnya. Tesis ini ingin mencari jawaban atas pertanyaan, bagaimana proses terbangunnya karisma tuan guru dan proses memudarnya karisma itu sendiri. Tujuan penelitian ini ingin memberi gambaran atas karisma yang dimiliki para tuan guru Lombok ketika bersentuhan dengan masyarakat Sasak serta ketertarikannya terhadap dunia politik. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang menggunakan pendekatan sosiologi serta dihubungkan dengan teori tentang karisma yang dikemukakan oleh Max Weber yakni otoritas karismatik, otoritas tradisional dan otoritas legal rasional. Tesis ini juga memberikan gambaran bagaimana modal capital (dipopulerkan oleh Bourdieu) berperan dalam politik pemilihan umum untuk meraih kursi dalam kontestasi politik pemilihan umum. Dari hasil penelitian ini telah ditemukan fakta bahwa pesona yang melekat pada gelar ketuan guruan di Lombok mengalami pemudaran yang diakibatkan oleh faktor-faktor seperti faktor politik (perubahan sistem pemerintahan, perselingkuhan tuan guru dengan penguasa, beda afiliasi dengan pengikut, pragmatisme para pemilih) faktor gaya hidup (poligami, gaya hidup elitis konsumtif, meninggalkan kehidupan sufistik, gaya hidup glamor), dan timbulnya Public Islam. Key Word: Tuan Guru, Pemilu, Capital, Karisma, Memudar.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information / Pembimbing: Dr. Zuly Qodir, M.A
Uncontrolled Keywords: Key Word: Tuan Guru, Pemilu, Capital, Karisma, Memudar.
Subjects: Hukum Islam
Divisions: Pascasarjana > Thesis > Hukum Islam
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 07 Oct 2015 00:40
Last Modified: 07 Oct 2015 00:40
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/17412

Actions (login required)

View Item View Item