ASPEK MISTIK DALAM TRADISI SAPARAN KI AGENG WONOLELO

SRI LESTARI NIM: 04511560, (2009) ASPEK MISTIK DALAM TRADISI SAPARAN KI AGENG WONOLELO. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Setiap daerah mempunyai tradisi dan kebudayaan yang berbeda-beda sesuai dengan sejarah, asal-usul dusun. Masyarakat Pondok Wonolelo mempunyai tradisi Saparan Ki Ageng Wonolelo. Tradisi ini diadakan setahun sekali setiap bulan Safar, karena meninggalnya Ki Ageng Wonolelo pada bulan Safar. Dalam saparan itu ada perebutan apem yang dipercayai apabila mendapat apem akan mendapat berkah tersendiri. Dimakam Ki Ageng Wonolelo juga banyak dikunjungi warga untuk berziarah. Tradisi saparan ini menarik untuk diteliti karena, ciri khas dari saparan Ki Ageng Wonolelo ini adalah gunungan Apem dan Kirap pusaka peninggalan Ki Ageng Wonolelo. Metodologi dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Puncak acara Saparan Ki Ageng Wonolelo yaitu kirab pusaka dan penyebaran apem. Warga berbondong-bondong menyaksikan acara itu untuk memperebutkan apem. Karena warga percaya apabila mendapatkan apem akan mendapatkan berkah tersendiri. Apem disini mempunyai arti ampunan. Apem dipercayai warga dapat sebagai tolak bala berbagai macam tanaman dari hama tanaman, dan memberikan keselamatan bagi yang memakannya. Semua itu tergantung kepada keyakinan masing-masing orang. Warga yang berziarah kemakam Ki Ageng Wonolelo ada dua versi, yaitu ada yang berziarah untuk mendo'akan arwah Ki Ageng Wonolelo ada yang meminta sesuatu kepada arwah Ki Ageng Wonolelo, seperti minta pangkat, jodoh, maupun kesembuhan dari sakit. Tradisi saparan ini juga untuk menghormati arwah leluhur yaitu Ki Ageng Wonolelo sebagai cikal bakal adanya dusun Pondok Wonolelo, untuk mengumpulkan anak keturunan Ki Ageng Wonolelo, selain itu juga untuk melestarikan budaya Jawa. Mistik merupakan hubungan horizontal antara manusia dan alam sekitar dengan menggunakan kekuatan keyakinan atau batin. Dengan kata lain mistik juga bisa diartikan manunggaling kawulo lan Gusti. Aspek mistik dalam tradisi saparan ini yaitu adanya kepercayaan bahwa gunungan apem adalah perlambang meminta maaf atas kesalahannya dan dosanya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam upacara ini juga ada sesaji yang menggambarkankan manunggaling kawulo lan gusti yang menciptakan manusia, alam, dan seisinya. Sesaji itu berupa tumpeng yang memberikan pesan hendaknya manusia selalu ingat kepada Gusti yang memberikan hidup dan jasad seisinya untuk hidup manusia itu sendiri.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Drs. Sudin M.Hum. Muh.Fathan,S.Ag,M.Hum.
Uncontrolled Keywords: Tradisi saparan, Ki Ageng Wonolelo
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:41
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/1742

Actions (login required)

View Item View Item