PENDIDIKAN KARAKTER ANAK (Studi Komparasi Pemikiran Thomas Lickona dan Abdullah Nasih Ulwan)

ELGA YANUARDIANTO, S.PD.I, 1320421019 (2015) PENDIDIKAN KARAKTER ANAK (Studi Komparasi Pemikiran Thomas Lickona dan Abdullah Nasih Ulwan). Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (PENDIDIKAN KARAKTER ANAK (Studi Komparasi Pemikiran Thomas Lickona dan Abdullah Nasih Ulwan))
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img] Text (PENDIDIKAN KARAKTER ANAK (Studi Komparasi Pemikiran Thomas Lickona dan Abdullah Nasih Ulwan))
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (1MB)

Abstract

Abstrak: Keberhasilan suatu bangsa dalam memperoleh tujuannya tidak hanya ditentukan oleh melimpah ruahnya sumber daya alam, tetapi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Bahkan ada yang mengatakan bahwa “Bangsa yang besar dapat dilihat dari kualitas atau karakter bangsa (manusia) itu sendiri”. Penguatan pendidikan karakter dalam konteks sekarang sangat relevan untuk mengatasi krisis moral yang sedang terjadi di Negara kita. Diakui atau tidak saat ini terjadi krisis yang nyata dan menghawatirkan dalam masyarakat dengan melibatkan milik kita yang paling berharga, yaitu anak-anak. Penelitian ini dilatar belakangi dengan bobroknya moral bangsa ini dan pentingnya pendidikan karakter di terapkan sejak anak-anak, karena seharusnya pada usia anak-anak penanaman pendidikan karakter lebih dominan dari yang lainnya. Dalam pendidikan karakter anak Thomas Lickona adalah salah satu pemikir yang barat menyebutnya juga sebagai bapak pendidikan karakter zaman modern, Thomas Lickona dianggap sebagai pengusung terminology pendidikan karakter yang mulai dikenalkan sejak tahun 1900. Terutama ketika dia menulis buku yang berjudul The Run of Character Education dan kemudian disusul bukunya yang berjudul Educating For Character: How Our Shool Can Teach Respect And Responsibility, melalui buku-bukunya tersebut Thomas Lickona menyadarkan dunia barat akan pentingnya pendidikan karakter. Berbicara tentang implementasi pendidikan karakter konteks keindonesiaan tentu tidak bisa dilepaskan dengan keagamaan, salah satunya agama Islam. Dalam hal ini tokoh Abdullah nasih ulwan adalah salah satu dari sekian pemikir Islam yang mampu merumuskan konsep pendidikan anak yang didalam pembahasan-pembahsannya hanya menggunakan refrensi pada tulisan-tulisan kaum muslimin secara murni, tanpa mengambil refrensi lain (non muslim), kecuali dalam keadaan terpaksa dan untuk maksud tertentu. Abdullah Nasih Ulwan membatasi metodenya kepada Islam, dan lagi pula dia memiliki budaya dan kultur yang berlandaskan Islam serta berbagai pengalaman kaum muslimin terdahulu dan dewasa ini, sehingga membuat Abdullah Nasih Ulwan tidak memerlukan pendapat lainnya (non muslim). Dalam proses penelitian dan penyusunan tesis ini peneliti menggunakan jenis penelitian Library research, yaitu jenis penelitian yang dilakukan dan difokuskan pada penelaahan, pengkajian dan pembahasan literature-literatur, baik klasik maupun modern. Literature berbahsa arab, inggris, Indonesia dan sebagainya yang ada kaitannya dengan persoalan ini. Penelitian ini bersifat Deskriptif Komparatif Analitik, yaitu menjelaskan, memaparkan dan menganalisis serta membandingkan pemikirannya secara sistematis, sehingga dapat mudah untuk dipahami dan disimpulkan terkait dengan satu permasalahan dari dua tokoh yang memiliki latar belakang dan pemikiran yang berbeda. Setelah dipaparkan kemudian di analisis terkait dengan persamaan dan perbedaan pemikirannya serta implikasinya dalam pendidikan karakter anak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter Thomas Lickona dan Abdullah Nasih Ulwan dilihat dari tujuannya sejalan, namun Abdullah Nasih Ulwan menambahkan bahwa tujuan pendidikan karakter anak tidak hanya memperbaiki moral manusia namun juga sebagai bentuk pengabdian manusia kepada Allah, maka dari itu Abdullah Nasih Ulwan menekankan Iman dan agama yang tidak bisa dipisahkan dengan pendidikan moral atau pendidikan karakter. Begitupun dari penerapannya, konsep Thomas Lickona yang menekankan pada kerjasama sekolah dan keluarga dalam menyelesaikan permasalahan pendidikan karakter, karena menurutnya tanpa kerjasama yang seralas tidak akan menghasilkan sesuatu yang maksimal. Kemudian Abdullah Nasih Ulwan menambahkan bahwa suritauladan yang baik dari pendidik (guru dan orang tua) juga perlu diperhatikan. Kesimpulannya dari penerapan yang Thomas lickona dan Abdullah nasih ulwan paparkan dalam pendidikan karakter anak sebenarnya tidak jauh berbeda, hanya saja apa yang di terapkan Abdullah nasih ulwan lebih mendahulukan kepada penguatan iman anak, karena menurutnya pondasi baik yang kuat akan membentuk karakter baik. Dan Thomas lickona juga memberikan contoh bagaimana seharusnya sekolah mampu bekerja sama dengan orang tua sebagai kunci keberhasilan pendidikan karakter anak.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information / Pembimbing: Dr. Karwadi, M.Ag,
Uncontrolled Keywords: pendidikan karakter, karakter anak
Subjects: Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Divisions: Pascasarjana > Thesis > Pendidikan Guru MI
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 07 Oct 2015 00:38
Last Modified: 07 Oct 2015 00:38
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/17563

Actions (login required)

View Item View Item