JUAL BELl BATIK DENGAN SISTEM GROSIR DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Di Pasar Grosir Setono Pekalongan)

M. IKHWAN, 02381325 (2007) JUAL BELl BATIK DENGAN SISTEM GROSIR DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Di Pasar Grosir Setono Pekalongan). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (16MB) | Preview
[img] Text
BAB II, III, IV.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (12MB)

Abstract

Sistem grosir menjadi salah satu sistem yang dipraktekkan oleh para pedagang di Pasar Grosir Setono Pekalongan yang sebagian besar menjual komoditi berupa batik. Paket-paket batik yang dalam satu kodinya berisi dua puluh potong batik dengan ukuran seri atau all size dan satu ukuran (jika diminta pembeli) adalah sudah menjadi adat kebiasaan yang telah diketahui oleh para pedagang dan pembeli. Dan sudah menjadi adat kebiasaan pula jika batik yang dibeli dengan sistem grosir boleh dikembalikan jika temyata ada cacat atau tidak sesuai dengan keinginan dengan tengang waktu antara satu sampai dua rninggu atau sesuai perjanjian pada waktu transaksi. Batik yang dikembalikan akan diganti dengan batik lain yang tidak cacat dan sesuai dengan permintaan pembeli. Dari latar belakang tersebut, ada beberapa hal penting untuk diteliti untuk melihat sistem grosir tersebut dalan1 perspektif hukum Islam. Pertama, bagaimana mekanisrne jual-beli batik dengan sistem grosir di Pasar Grosir Setono Pekalongan. Kedua, faktor-faktor apa yang memotivasi para pedagang menggunakan sistem grosir di Pasar Grosir Setono Pekalongan. Ketiga, bagaimana sistem grosir batik di Pasar Grosir Setono Pekalongan dalam perspektif hukum Islam. Penelitian ini bersifat deskriptif-analitik, yaitu penelitian yang mengambarkan secara obyektif masalah-masal.ih yang ada dalam penelitian dan bertujuan untuk mendisk.ripsikan pelaksanaan sistem grosir dalam jual beli batik di Pasar Grosir Setono Pekalongan, dan selanjutnya diadakan analisis hukum Islam (jiqh) untuk mendapatkan kejelasan hukumnya. Metode penelitian ini menggunakan teknik populasi dan sample dengan cara observasai, kuesioner, interview, dan dokumentasi. · Dari penelitian yang dilakukan oleh penulis ada beberapa basil yang didapatkan. Pertama, mekanisme sistem grosir Pasar Grosir Setono adalah ada dua penawaran model eceran atau grosir. Sistem grosir dengan menggunakan sample. Jika sudah terjadi kontrak jual beli dalam tenggang waktu satu sampai dua minggu ada cacat boleh dikembalikan. Kedua, faktor-faktor yang mendorong (memotivasi) para pedagang di Pasar Grosir Setono Pekalongan, menggunakan sistem grosir sebenamya bermuara pada usaha pencarian keuntungan dengan tujuan agar komoditi mereka dapat eksis dan berkembang sebab sistem grosir memberikan kesan murah, lebih menarik minat beli para konsumen (pembeli), lebih cepat mendatangkan keuntungan, salah satu cara untuk meningkatkan omset penjualan dan sebagai salah satu objek persaingan. Ketiga, jual beli batik dengan sistem ini dilihat dari perspektif hukum Islam diperbolehkan karena telah memenuhi syarat dan rukun jual beli, sehingga dapat disebut sebagai akad yang sempuma. Gharar yang mungkin pada ma'qud 'alaih gugur karena kebiasaan setiap paket batik terdiri dari dua puluh potong (satu kodi) batik dengan ukuran seri dan kalaupun ada cacat boleh dikembalikan. Praktek ini tidak masuk albai'atainifi bai'atin sebab barang (batik) tidak dianggap satu barang dengan unsur pembeda berupa jumlah. Illat tidak diperbolehkannya al-bai'ataini fi bai'atin yakni tidak adanya ketetapan harga tidak ditemukan dalam sistem grosir, karena dalam sistem grosir meskipun ada dua harga namun harga telah tetap yakni harga grosir untuk batik dalam jumlah banyak dan harga eceran untuk perpotong batik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: batik, jual beli, grosir
Subjects: Muamalat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Muamalah (S1)
Depositing User / Editor: Edi Prasetya [edi_hoki]
Date Deposited: 20 Oct 2015 01:44
Last Modified: 20 Oct 2015 01:44
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/17826

Actions (login required)

View Item View Item