RITUAL PERISEAN DI KALANGAN MASYARAKAT SUKU SASAK DI DESA KAWO LOMBOK TENGAH

SAMSUL RIZAL, NIM: 025210880 (2007) RITUAL PERISEAN DI KALANGAN MASYARAKAT SUKU SASAK DI DESA KAWO LOMBOK TENGAH. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (RITUAL PERISEAN DI KALANGAN MASYARAKAT SUKU SASAK DI DESA KAWO LOMBOK TENGAH)
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview
[img] Text (RITUAL PERISEAN DI KALANGAN MASYARAKAT SUKU SASAK DI DESA KAWO LOMBOK TENGAH)
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (3MB)

Abstract

Ritual "Perisean'' sebagai sebuah tradisi masyarakat Suku Sasak yang ada di Lombok sarnpai sekarang ini masih turun temurun dilakukan dan dilestarikan oleh masyarakat Sasak sebagai publiknya. Ada sesuatu hal yang "khas dan unik", sehingga masyarakat Suku Sasak masih tetap konsisten mempertahankan keberadaannya. Da."'l memang tradisi ritual perisean oleh masyarakat Suku Sasak dimaknai secara beragam. Pemaknaan itu sendiri mengarah pada anggapan bahwa perisean merupakan salah satu bentuk perekat harmonitas antara mikrokosmis dengan makrokosmis. Berangkat dari realitas tersebut di atas, sehingga penulis tertarik untuk mengangkat fenomena ini. Lebih jauh penulis ingin mengkaji, bagaimana deskripsi dari tradisi tersebut, serta alasan kenapa tradisi tersebut masih dipertahankan, dan apa maknanya bagi masyarakat Suku Sasak Wetu Telu dan Waktu Lima di Lombok. Penelitian ini. menggunakan metodologi penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui metode observasi partisipasi, interview, dan dokumentasi. dengan analisis deskriptif kualitatif. Agar mendapatkan hasil yang obyektit~ maka dalam penelitian tersebut digunakan pendekatan antropologi dengan menekankan pada kerangka teori interpretatif Cliford Geert~ karena untuk memahami "makna" dalam tradisi yang masih berkembang dalam masyarakat. Lebih jauh, kebudayaan merupakan sebuah sistem simbol yang memerlukan interpretasi mendalam untuk mendapatkan maknanya. Dari hasil penelitian tersebut, ditemukan bagaimana perisean dimaknai heragam oleh masyarakat Suku Sasnk. P~nganur W~ru telu memaknai perisean sebagai wujud perekat hannonitas antara mikrokosmis dengan maf...?·okosmis. Pemaknaan tersebut dilatar belakangi o1eh adanya konsep hannonitas wiklukusmulogis masyarakar Weru telu, yaitu antara manusia dengan alam harus memiliki keseimbangkan, sebab jika keseimbangan tersebut tidak dijaga maka akan menimbulkan malapetaka. Indikasi dari pemahaman diatas, maka ritual perisean bagi masyarakat Wetu Telu memiliki nilai "sakral", dan merupakan suatu kewajiban untuk melakukannya. Sedangkan bagi masyarakat sasak Waktu lima, peri!"ean tidak lebih sebagai bentuk atraksi budaya (sosial event) yang tidak memiliki nilai yang sakral. Kenapa dilakukan, sebab sudah menjadi identitas kesukuan mereka.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Moeh. Soehadha, S.Sos., M.Hum
Uncontrolled Keywords: ritual perisean, suku sasak
Subjects: Perbandingan Agama
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Perbandingan Agama (S1)
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 10 Nov 2015 01:45
Last Modified: 10 Nov 2015 01:45
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/17828

Actions (login required)

View Item View Item