IHDAD WANITA KARIR (STUDT PANDANGAN IMAM AS-SYAFI'I DAN IMAM ABU HANIF AH)

ALEX ISKANDAR, NIM. 02361187 (2006) IHDAD WANITA KARIR (STUDT PANDANGAN IMAM AS-SYAFI'I DAN IMAM ABU HANIF AH). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (IHDAD WANITA KARIR (STUDT PANDANGAN IMAM AS-SYAFI'I DAN IMAM ABU HANIF AH))
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (12MB) | Preview
[img] Text (IHDAD WANITA KARIR (STUDT PANDANGAN IMAM AS-SYAFI'I DAN IMAM ABU HANIF AH))
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (14MB)

Abstract

Masalah wanita karir dan ihdad adalah sebagian dari sekian masalah serius tentang hukum Islam yang harus diselesaikan. Asas keadilan dan keseimbangan, mengandung arti bahwa harus senantiasa terdapat keseimbangan antara hak dan kewajiban; antara hak yang diperoleh seseorang dengan kewajiban yang harus ditunaikannya. Dalam kondisi seperti itu, tiba-tiba mereka jitinggal mati oleh suami, maka ketentuan agama bagi mereka adalah berupa ihdad Ketentuan agama berupa ildad ini terasa berat jika yang menjalaninya adalah wanita muslimah yang sedang sibuk bekerja demi kemajuan karirnya. Imam asy-Syafi 'i dan Imam Abu Hanifah berupaya membaca kembali teks-teks ayat al-Qur'an dan sunnah dengan melakukan pemahaman baru terhadap masa konteks turunnya ayat-ayat al-Qur'an dan sunnah, untuk kernudian ditata kernbali berdasarkan tuntunan_ konteks yang baru. Oleh karena itu, dalam upaya untuk menghasilkan hukum ihdad wanita karir, Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif-komparatif dengan tekhnik pengumpulan data melalui penelaahan pustaka yang disesuaikan dengan pokok pembahasan. Sedangkan dalam menganalisis data yang terkumpul adalah dengan cara deduktif dan induktif. Adapun pendekatannya melalui ulum al-hadis dan ushul fiqih untuk menilai sejauh mana kesahehan hadis yang digunakan dalil dalam istinbat. hukum dari kedua mazhab diatas dan kaidah-kaidah ushul yang dipakai dalam metode pentarjihan hukum. Kesimpulan dari pcnelitian ini adalah persamaan Imam asy-Syafi'i dan Imam Abu Hanifah berpcndapat bahwa wanita karir yang ditinggal mati oleh suaminya wajib untuk berihdad yakni dituntut untuk tidak berhias diri selama masa 'iddah sebagai pemyataan turut berbela sungkawa atas kematian suaminya. Misal perbedaannya adalah pendapat keduanya mengenai anak kecil dan kafir dhimmi wajib berihdad, Imam asy-Syafi'i berpendapat wajib untuk berihdad karena meskipun mereka tidak mukallaf namun mereka dipersamakan dengan mukallaf. Sedangkan Imam Abu Hanifah berpendapat tidak harus berihdad, sebab mereka berdua adalah orang yang tidak dikenai kewajiban (gairu mukallaf). Wanita karir, di masa sekarang ini pekerjaannya merupakan kebutuhan sehingga tidak dapat ditinggalkan. Jadi, kaitannya_ dengan syaz ai-zai'ah wanita karir diperbolehkan meninggalkan kewajiban ihdad, ini berdasarkan ada kaidah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Prof. Dr. Khoiruddin Nasution, M.A.
Uncontrolled Keywords: ihdad wanita karir
Subjects: Perbandingan Madzhab
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Madzab (S1)
Depositing User / Editor: H. Zaenal Arifin, S.Sos.I., S.IPI.
Date Deposited: 20 Oct 2015 04:55
Last Modified: 20 Oct 2015 04:55
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/17885

Actions (login required)

View Item View Item