PENINGKATAN KUALITAS PRODUK WAJAN SUPER UKURAN 24 DENGAN PENDEKATAN SIX SIGMA-DMAIC DI IKM WL ALUMINIUM YOGYAKARTA

ALI MANSUR, NIM. 11660005 (2015) PENINGKATAN KUALITAS PRODUK WAJAN SUPER UKURAN 24 DENGAN PENDEKATAN SIX SIGMA-DMAIC DI IKM WL ALUMINIUM YOGYAKARTA. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (PENINGKATAN KUALITAS PRODUK WAJAN SUPER UKURAN 24 DENGAN PENDEKATAN SIX SIGMA-DMAIC DI IKM WL ALUMINIUM YOGYAKARTA)
11660005_bab-i_iv-atau-v_daftar-pustaka.pdf

Download (3MB) | Preview
[img] Text (PENINGKATAN KUALITAS PRODUK WAJAN SUPER UKURAN 24 DENGAN PENDEKATAN SIX SIGMA-DMAIC DI IKM WL ALUMINIUM YOGYAKARTA)
11660005_bab-ii_sampai_sebelum-bab-terakhir.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan di IKM WL Aluminium Yogyakarta yang berlokasi di Jalan Pakel Baru Selatan No. 14 Yogyakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penyebab kecacatan pada produk wajan super ukuran 24 yang memiliki tingkat kecacatan tertinggi atau mengidentifikasi masalah yang berkaitan dengan kualitas dan memberikan usulan perbaikan kepada perusahaan dengan metode Six Sigm-DMAIC. Six Sigma merupakan suatu metode yang dapat digunakan untuk meingkatkan performansi perusahaan atau pengendalian kualitas yang sistematis dengan pendekatan statistik. Salah satu metodologi yang umum digunakan dalam six sigma yaitu DMAIC (Difine, Measure, Analyze, Improve, Control). Dari hasil penelitian diperoleh nilai sigma sebesar 3,41378863 atau memiliki rata-rata kesempatan perusahaan untuk gagal sebesar 31.342,78008 kegagalan per satu juta. Hasil penelitian juga diperoleh jenis cacat yang memiliki tingkat cacat yang tinggi dengan menggunakan tools Pchart, jenis cacat yang memiliki tingkat cacat yang tinggi yaitu berupa jenis cacat nglangit dan jenis cacat pori-pori. Kemudian dari hasil fishbone dan FMEA diperoleh faktor-faktor yang berpotensi menyebabkan terjadinya cacat dan cara menyelesaikannya agar tidak terulang kembali. Nilai RPN tertinggi yaitu pada jenis cacat nglangit sebesar 149,53 dengan penyebab permasalahan kualitas material kurang bagus yang menyebabkan terjadinya banyak ampas dalam peleburan aluminium sehingga terjadi jenis cacat nglangit. Perbaikan yang diusulkan adalah perbaikan dengan menggunakan pengurutan nilai RPN tertinggi dari hasil metode FMEA dan menggunakan metode 5W-1H, agar operator ketika bekerja nyaman dan menyusun rencana tindakan dengan baik supaya keselahan-keselahan yang sama tidak terulang kembali terhadap proses produksi wajan super ukuran 24.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Kifayah Amar, ST., M.Sc., Ph.D
Uncontrolled Keywords: Six sigma, DMAIC, FMEA, fishbone, RPN.
Subjects: Tehnik Industri
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Teknik Industri (S1)
Depositing User / Editor: Miftahul Ulum [IT Staff] ---- youtube : ulum virgo -------- Facebook : digilibuin
Date Deposited: 26 Oct 2015 01:27
Last Modified: 26 Oct 2015 01:27
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/18012

Actions (login required)

View Item View Item