POLIGAMI DALAM P ANDANGAN AMINA WADUD MUHSIN DAN WAHBAH AZ-ZUHAILI

IIS KARTIKA, NIM. 02361563 (2007) POLIGAMI DALAM P ANDANGAN AMINA WADUD MUHSIN DAN WAHBAH AZ-ZUHAILI. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (POLIGAMI DALAM PANDANGAN AMINA WADUD MUHSIN DAN WAHBAH AZ-ZUHAILI)
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (10MB) | Preview
[img] Text (POLIGAMI DALAM PANDANGAN AMINA WADUD MUHSIN DAN WAHBAH AZ-ZUHAILI)
BAB II, III, IV.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (13MB)

Abstract

Ada beberapa bentuk jenis ikatan pernikahan, yang paling banyak dijumpai adalah pernikahan monogami; pernikahan antara satu orang laki-laki dengan satu orang perempuan. Selain itu ada yang dinamakan poliandri dan poligami. Poliandri adalah pernikahan antara satu orang perempuan dengan beberapa orang laki-laki, sebaliknya poligami adalah perenikahan yang dilakukan antara seorang laki-laki dengan beberapa perempuan. Sampai saat ini poligami masih menjadi kontroversial Secara tekstual dalam Q.S an-Nisa'(4): 3 diungkapkan kebolehan poligami dengan batas maksimal empat isteri. Inilah yang kemudian banyak menjadi hujjah bagi para pemikir muslim yang membolehkan adanya poligami, di lain pihak ada juga pemikir yang mcncegah adanya poligami. Untuk membahas masalah poligami ini, penelitian ini akan menghadirkan dua tokoh pemikir kontemporer, namun keduanya memiliki corak pemikiran yang berbeda. Amina Wadud memiliki corak pemikiran reformistik, yaitu kelompok pemikiran yang berusaha merekonstruksi ulang warisan-warisan dengan cara memberikan tafsiran-tafsiran baru. Sedangkan Wahbah Az-Zuhaili cenderung tidak memiliki corak tertentu dan juga tidak fanatisme mazdhab. Maka sedikit banyak pola pikir Amina Wadud dan Wahbah dapat terbaca. Penelitian ini merupakan library research yang menggunakan metode kualitatif. Pendekatan yang digunakan; pendekatan normatif, yaitu mengkaji hukum Islam dalam kedudukannya sebagai aturan, baik yang terdapat dalam nash maupun yang sudah menjadi produk pemikiran. Penelitian ini juga memperhatikan a.spek historis dan sosiologis dalam membaca pemikiran Amina Wadud dan Wahbah, penelitian ini akan mencari persamaan dan perbedaan kedua tokoh ini, sekaligus mencari sebab-sebab dorninan dalam melahirkan perbedaan pemikiran. Hasil dari penelitian ini, Amina Wadud menolak poligami, sedangkan Wahabah memperbolehkannya. Perbedaan ini disebabkan: pertama, adanya perbedaan metode yang digunakan dalam menafsirkan ayat, Metode yang digunakan Amina Wadud dalam menafsirkan ayat poligami: Metode hermeneutik Fazlul Rahman yang sekaligus menjadi movemenya, yaitu salah satu bentuk metode penafsira kitab suci yang bertujuan untuk memperoleh kesimpulan makna suatu teks (ayat-ayat) yang selalu berhubungan tiga aspek yaitu, dalam kon!eks apa suatu ayat diturunkan, bagaimana komposisi tata ba.1asa teks, bagaimana mengungkapkannya dan apa yang dikatakannya. dan bagaimana pandangan hidup (weltanschuung [prinsip]) seluruh teks. Sedangkan metode tafsir Wahbah: Metode tahtili. maka akan menjadikan petunjuk Allah nampak farsial dan tidak sesuai dengan kebutuhan. Kedua kondisi sosio politis yang melatar belakangi seorang tokoh. Amina Wadud dihadapkan pada penilaian negatif oleh kaum laki-laki terhadap kaum perempuan yang di anggap inferior, sedangkan Wahbah dihadapkan pada masyarakat yang patriarkal.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: DR. Hamim Ilyas, M.Ag
Subjects: Perbandingan Madzhab
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Madzab (S1)
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 09 Nov 2015 01:59
Last Modified: 09 Nov 2015 01:59
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/18151

Actions (login required)

View Item View Item