KEDUDUKAN DAN STATUS HUKUM ANAK HASIL KLONING ( PERBANDINGAN HUKUM ISLAM DAN HUKUM PERDATA)

IRENG WIJAYA, NIM. 00360509 (2006) KEDUDUKAN DAN STATUS HUKUM ANAK HASIL KLONING ( PERBANDINGAN HUKUM ISLAM DAN HUKUM PERDATA). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (KEDUDUKAN DAN STATUS HUKUM ANAK HASIL KLONING ( PERBANDINGAN HUKUM ISLAM DAN HUKUM PERDATA))
BAB I,V, DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (13MB) | Preview
[img] Text (KEDUDUKAN DAN STATUS HUKUM ANAK HASIL KLONING ( PERBANDINGAN HUKUM ISLAM DAN HUKUM PERDATA))
BAB II, III, IV.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (19MB)

Abstract

KEDUDUKAN DAN STATUS HUKUM ANAK HASIL KLONING ( PERBANDINGAN HUKUM ISLAM DAN HUKUM PERDATA) Kloning adalah salah satu bidang tehnik yang mencoba menciptakan makhluk yang hampir sama. Tehnik ini secara sosiologis akan mernberi masalah . Bila klonig diterapkan pada manusia, maka salah satu akibatnya adalah akan dihasilkan masyarakat tanpa ayah sejati. Masalah yang timbul dari penemuan baru ini tidak hanya berdampak pada bidang kedokteran, tetapi lebih jauh membawa kepada persoalan etika, moral, dan hukum. Dalarn kaitannya dengan masalah Hukum Islam persoalan kloning tidak dapat kita temukan dalam Al-Quran, Al-Hadis, dan ljtihad. Sedangkan dalam Hukum Perdata Indonesia juga belum ada aturan yang jelas rnengenai boleh tidaknya kloning manusia. Persoalan boleh atau tidaknya kloning sampai saat ini di Indonesia belum ada ketentuan secara pasti. Penulis tidak akan membahas lebih lanjut pro kontra tersebut, namun apabila kloning tetap dilakukan bagaimanakah status anak basil kloning tersebut secara yuridis. Penulis akan melakukan studi perbandingan hukurn antara Hukum Islam dan Hukum positif terhadap anak basil kloning. Hukum Islam yang penulis maksudkan adalah hukum yang berdasarkan Al-Quran, AI-Hadis, dan Ijtihad ulama, sedangkan hukum positif yang penulis maksudkan adalah hukum perdata Indonesia, yang mengatur tentang masalah perkawinan, keluarga, dan waris. Untuk menganalisis pennasalahan tersebut penulis menggunakan pendekatan yuridis-nonnatif. Sebagai sumber primernya adalah UU Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam, Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, sedangkan sumber sekundernya adalah kitab-kitab maupun buku-buku ihniah yang membahas mengenai kloning. Dalam melakukan analis penyus1m berusaha mengambil makna yang terkandung dalarn pasal-pasal dan ayat - ayat yang berkaitan dengan masalah status anak basil kloning beserta hak warisnya. Adapun kesimpulan dari analisis yang penyusun lakukan adalah bahwa anak basil kloning apabila menggunakan DNA suami dianggap anak sah oleh kedua bukum tersebut. Sedangkan pada kloning yang menggunakan DNA donor, dalam hukum perdata dianggap sebagai anak. sah melalui pengakuan dan anak zina apabila tanpa izin dari suami, akan tetapi dalam hukum Islam dianggap sebagai anak zina. Namun apabila proses k.loning dengan cara surrogate mother dianggap sebagai anak angkat dalam bukum perdata dan anak susuan dalam hukum Islam.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Drs. Abdul Ha1im, M.Hum
Subjects: Perbandingan Madzhab
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Madzab (S1)
Depositing User / Editor: Miftahul Ulum, S.Kom ------- youtube : ulum virgo -------- Facebook : digilibuin
Date Deposited: 09 Nov 2015 09:06
Last Modified: 09 Nov 2015 09:06
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/18160

Actions (login required)

View Item View Item