TINDAKAN SUAMI TERHADAP ISTRI YANG NUSYUZ DALAM SURAT AN-NISA' AYAT 34 (STUDI ATAS PENAFSIRAN HAMKA DAN M. QURAISH SHIHAB)

HERi SUSANTO,, NIM. 02361285 (2007) TINDAKAN SUAMI TERHADAP ISTRI YANG NUSYUZ DALAM SURAT AN-NISA' AYAT 34 (STUDI ATAS PENAFSIRAN HAMKA DAN M. QURAISH SHIHAB). Skripsi thesis, FAKULTAS SYARIAH UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text
BAB I, VI, DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text
BAB II, III, IV, V.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (2MB)

Abstract

Al-Qur'an sebagai tuntunan hidup manusia dalam segala aspek, tidak akan habis untuk selalu dikaji. Termasuk tuntunan bagaimana seharusnya seorang suami bertindak terhadap istrinya ketika nusyuz. Yakni pada surat an-Nisa ayat 34. Baik itu diungkapkan dengan jelas maupun "samar" yang masih memerlukan penafsiran, penta'wilan serta pemikiran bersama. Saat ini banyak terjadi kasus ketidakharmonisan dalam rumah tangga, bahkan kadang diakhiri dengan perceraian. Kejadian seperti ini dialami oleh berbagai kalangan baik tingkat ekonomi bawah maupun ekonomi atas. Yang jelas, sebagian faktor penyebabnya adalah istri melakukan pelanggarana hak dan kewajiban di antara suami istri (nusyuz). Melihat persoalan tersebut, penyusun ingin mencoba memberikan kontribusi bagaimana seharusnya seorang suami bertindakjika istrinya melakukan nusyuz dengan menguraikan arti surat an-Nisa' ayat 34 berdasarkan atas penafainm Hamka dan M. Quraish Shihab terhadap ayat tersebut. Sehingga, tercipta keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Alasan penyusun memilih kedua tokoh tersebut adalah karena kedua tokoh tersebut berasal dari Indonesia, yang karya-karyanya berbahasa Indonesia dan relatif mudah dicari. Setelah melakukan penelaahan terhadap penafsiran Hamka dan M. Quraish Shihab dengan nietode analisis-filosofis terhadap surat an-Nisa' ayat 34, penyusun dapat simpulkan bahwa keduanya sepakat, tindakan suami menghadapi istri nusyuz dalam surat an-Nisa ayat 34 adalah menasehati, menjauhi, dan memukul. Masih menurut keduanya, pukulan yang dibolehkan adalah pukulan yang tidak menyakitkan, tidak di wajah, tidak menggunakan alat keras, dan tidak pada satu tempat. Namun keduanya memandang, jika sampai seorang suami memukul isuiuya, 1llcilc1 itu adalah suntu lwgagala.n dulum m~mbimbiug h;u.iuy"' l.filC"ilA itu hendaklah malu bagi seorang suami untuk memukul istrinya, sebab lelaki terhormat tidak akan memukul wanita apalagi istrinya sendiri.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Drs. SUPRIA TNA, M. Si.
Uncontrolled Keywords: nuszus, surat, an-nisa
Subjects: Perbandingan Madzhab
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Madzab (S1)
Depositing User / Editor: Edi Prasetya [edi_hoki]
Date Deposited: 11 Nov 2015 02:41
Last Modified: 11 Nov 2015 02:41
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/18200

Actions (login required)

View Item View Item