RELEVANSI PEMIKIRAN SPIRITUALITAS DALAM NOVEL MEMBURU KALACAKRA KARYA ANI SEKARNINGSIH DENGAN MORALITAS KEHIDUPAN MUSLIM MODERN

ASTUTI BUDI HANDAYANI NIM: 03511257, (2009) RELEVANSI PEMIKIRAN SPIRITUALITAS DALAM NOVEL MEMBURU KALACAKRA KARYA ANI SEKARNINGSIH DENGAN MORALITAS KEHIDUPAN MUSLIM MODERN. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Permasalahan spiritualitas akhir-akhir ini banyak dikaji oleh banyak orang, baik dari kalangan intelektual, orang awam, bahkan para sastrawan. Memang, permasalahan yang menyangkut spiritualitas menarik untuk dikaji, karena ini menyangkut dengan masalah keyakinan masing-masing individu. Spiritualitas tidak bisa terpisahkan dengan masalah agama, karena pada dasarnya apalah artinya agama tanpa spiritualitas. Akhir-akhir ini pun banyak karya sastra yang mengkaji tentang permasalahan spiritualitas, yang menyangkut dengan kehidupan manusia modern. Salah satunya adalah karya sastra, dalam hal ini adalah novel Memburu Kalacakra yang ditulis oleh Ani Sekarningsih. Novel ini memuat banyak pelajaran yang dapat kita ambil dan kita jadikan sebagai referensi untuk kehidupan kita sehari-hari, terutama dalam pemaknaan kita tentang agama, spiritualitas, dan moralitas di zaman modern ini. Pendekatan yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan historis-filosofis, dan analisis konten. Pendekatan historis, untuk mengetahui biografi dan karya-karya Ani Sekarningsih, kemudian pendekatan filosofis untuk memaparkan pemikiran-pemikiran Ani Sekarningsih tentang spiritualitas. Sedangkan analisis konten adalah analisis yang digunakan untuk menginterpretasikan makna-makna yang terkandung dalam sebuah karya sastra, dalam hal ini adalah novel Memburu Kalacakra karya Ani Sekarningsih. Bahwa gejala spiritualitas dalam novel Memburu Kalacakra merupakan kesadaran spiritualitas yang melintasi batas agama dan spiritualitas yang menciptakan keterbukaan antar manusia. Keterbukaan ini dimaksudkan tidak ada salahnya atau sebaiknya untuk menumbuhkan semangat eklektisisme spiritual, yaitu gairah untuk menyatukan unsur-unsur terbaik dari semua ajaran agama apapun termasuk dari agama-agama yang kita kenal, karena pada dasarnya masing-masing pribadi sesungguhnya telah dianugerahi kesadaran spiritual yang mengarahkan pada keindahan, kemanfaatan, kebaikan, kebenaran menuju Tuhan Yang Transenden dan Yang Mutlak. Melalui kesadaran spiritualitas itulah sesungguhnya agama dapat berkembang dan menjadi lebih bermakna. Tanpa kesadaran spiritualitas atau memisahkan agama dengan spiritualitas, agama hanyalah akan menjadi penghayatan agama yang formal, resmi, hanya sekedar ritual, akan menjadi kaku, dan yang paling mengkhawatirkan agama tidak akan mendatangkan rahmatan lil'alamin, dan tidak akan menumbuhkan nilai-nilai yang menyejukkan bagi kehidupan yang dicita-citakan. Dengan kesadaran spiritualitas, maka manusia akan semakin menjadi umat Allah yang tampil sebagai umat yang berada dan hidup bersama Allah dan bekerja sama dengan-Nya untuk mendatangkan kebaikan, keselamatan, dan kesejahteraan bagi sesama, lingkungan, dan masyarakat dunia. Maka, religiositas/spiritualitas sebaiknya dijadikan sebagai filsafat hidup atau kesadaran akan kehadiran Allah dalam kehidupan sehari-hari, sehingga agama dapat dipahami dan dihayati sebagai iman yang hidup bagi setiap pribadi bukan sebagai tumpukan doktrin yang abstrak. Pentingnya akan kesadaran spiritual yang bersifat universal tersebut, tidak ada salahnya apabila seseorang belajar menerima semua ajaran sebagai sumber kebenaran, termasuk yang datang dari luar Islam, karena pada intinya semua ajaran agama itu mengajarkan hal-hal yang baik dan benar yang berasal dari-Nya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Drs. Sudin, M.Hum Muh Fatkhan, S. Ag, M. Hum
Uncontrolled Keywords: Moralitas, kehidupan muslim
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:41
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/1826

Actions (login required)

View Item View Item