PANDANGAN HUKUM ISLAM TERHADAP SISTEM JUAL-BELI INDEN MOBIL (STUDI DI PT NASMOCO JANTI-YOGYAKARTA)

MUHAMMAD NUR CHAMID, NIM. 02381431 (2007) PANDANGAN HUKUM ISLAM TERHADAP SISTEM JUAL-BELI INDEN MOBIL (STUDI DI PT NASMOCO JANTI-YOGYAKARTA). Skripsi thesis, FAKULTAS SYARIAH UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (4MB) | Preview
[img] Text
II, III, IV.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi fenomena transaksi jual-beli mobil dengan sistem inden atau sistem pemesanan yang banyak dilakukan oleh perusahaan demi memenuhi kebutuhan konsumen, salah satunya adalah sistem inden yang dilakukan di JYf Nasmoco Janti-Yogyakarta. Mekanisme dalam pelaksanaan tersebut terdapat beberapa hal yang bertentangan dengan komitmen awal dan adanya perubahan harga barang yang diinden, sehingga mengakibatkan kekecewaan konsumen. Berangkat dari fenomena tersebut, pennasalahan yang ingin diteliti adalah bagaimana konsep transaksi inden mobil di JYf Nasmoco bila ditinjau dari sisi Hukum Islam, bagaimana hukum perubahan harga di luar kesepakatan awal dan penangguhan barang pesanan. Dikarenakan penelitian ini merupakan penelitian lapangan, maka pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan normatif, yaitu pendekatan yang digunakan untuk mengetahui ketentuan hukum syara' yang mengatur masalah di atas. Dalam hal ini penyusun menggunakan konsep dasar bai' as-salam yang mencakup segi akad, syarat serta risiko sebagai kerangka teoretik guna menganalisis praktikjual-beli inden tersebut. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa: pertama, mekanisme transaksi inden mobil yang berlaku di PT Nasmoco Janti-Y ogyakarta yaitu dengan memesan kendaraan yang sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan dengan mengisi form pemesanan yang berisi klausul-klausul pemesanan serta aturanaturan pemesanan, kemudian membayarkan sejumlah uang sebagai tanda jadi sekaligus sebagai pengikat kedua belah pihak, selanjutnya pengambilan barangnya dilakukan dikemudian hari sesuai komitmen awal. Kedua, bila dalam kesepakatan awal tidak dijelaskan atau tidak adanya pemberitahuan tentang perubahan harga dan penyerahan barang dan hal tersebut terjadi ketika jatuh tempo maka sesuai hak dan kewajiban dapat dilakukan perjanjian baru akan tetapi jika di awal sudah ada pemberitahuan terlebih dulu dan sudah menyepakati adanya risiko apa pun yang terjadi maka risiko ditanggung konsumen berdasarkan kesepakatan, atau sebagaimana yang telah disyari'atkan Islam yaitu menggunakan hak khiyar bagi keduanya untuk menghindari perselisihan. Ketiga, dalam transaksi inden mobil yang berlaku di JYf Nasmoco bila ditinjau dari sisi Hukum Islam dapat dikategorikan dengan sistem jual-beli salam dan hal tersebut tidak bertentangan dengan Hukum Islam, dengan ketentuan kedua belah pihak harus mau mengganti kerugian dan menanggung risiko sekiranya baik konsumen maupun produsen merasa dirugikan baik dalam segi waktu maupun materi serta harus adanya unsur keadilan. Akan tetapi dalam faktanya mekanisme yang berlaku di PT Nasmoco masih terdapat ketidak sesuaian dengan Hukum Islam karena masih ada dari pihak konsumen yang merasa tidak adanya keadilan dari perusahaan terkait dengan pembatalan transaksi dan tidak adanya penggantian kerugian baik waktu ataupun materi dari perusahaan ketika hal tersebut terjadi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi solusi dari pennasalahan di ~tas, sebagai wujud kepedulian antar sesama dan bentuk implementasi Hukum terhadap kenyataan yang terjadi di masyarakat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Drs. KHOLID ZULFA, M. Si
Subjects: Muamalat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Muamalah (S1)
Depositing User / Editor: Edi Prasetya [edi_hoki]
Date Deposited: 16 Nov 2015 06:27
Last Modified: 16 Nov 2015 06:27
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/18260

Actions (login required)

View Item View Item