KONSEP KHIYAR DALAM JUAL-BELI (Studi Kritis Islam terhadap Slogan "Barang yang Sudah Dibeli Tidak Dapat Dikembalikan")

MURWATI, NIM. 02381339 (2007) KONSEP KHIYAR DALAM JUAL-BELI (Studi Kritis Islam terhadap Slogan "Barang yang Sudah Dibeli Tidak Dapat Dikembalikan"). Skripsi thesis, FAKULTAS SYARIAH UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (11MB) | Preview
[img] Text
BAB II, III, IV.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (12MB)

Abstract

Dalam transaksi ada istilah asas kontrak standar, yaitu perjanjian dengan syarat-syarat baku. Dalam asas kontrak standar berarti syarat-syarat baku sepihak yang dibuat pelaku usaha harus diterima oleh konsumen, kadangkala perjanjian dengan syarat baku ini memuat syarat pengecualian tanggung jawab yang dinamakan dengan klausula eksonerasi (exemption clouse). Dengan demikian, asas semacam itu selalu atau lebih menguntungkan pihak yang membuat perjanjian. Kenyataan yang terjadi dan sudah dianggap hal biasa oleh masyarakat, yaitu klausula baku yang terdapat dalam nota pembelian. Klausula tersebut bertuliskan "Barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan". Dengan adanya tulisan tersebut konsumen berada dalam kedudukan yang lemah dan terpaksa menerimanya karena posisinya yang tidak berdaya Sebenamya telah ada Undang-undang Perlindungan Konsumen yang salah satu materinya mengatur prihal pencantuman klausula baku. Walaupun secara yuridis sering dinyatakan antara pelaku usaha dan konsumen berkedudukan sama, tetapi faktanya, konsumen adalah pihak yang selalu didikte menurut kemampuan si pelaku usaha. Fenomena-fenomena kontrak standar yang banyak beredar di masyarakat merupakan petunjuk jelas betapa tidak berdayanya konsumen menghadapi dominasi pelaku usaha. Dalam Islam sendiri telah menetapkan adanya hak khiyir, yaitu sebagai upaya untuk menjaga agar tidak terjadi perselisihan antara pelaku usaha dan konsumen. Di sinilah kajian a tau penelitian ini difokuskan. Penelitian ini mengambil fokus pembahasao bagaimana pandangan konsep khiyir terhadap ldausula baku dalam slogan "Barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan". Adapun jenis peneitian ini adalah penelitian pustaka yaitu penelitian melalui berbagai literatur-literatur yang terkait dengan klausula baku, sifat penelitian preskriptif yaitu dengan melakukan penilaian dari sudut pandang Hukum Islam, kemudian menganalisisnya dengan metode induktif adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan nonnatif dan ~iil fiqh. Pada akhimya penelitian ini berkesimpulan, Khusula balcu dalam selogan "Barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan" tidak dibenarkan oleh Syari'at Islam apabila isinya menyatakan pengalihan tanggung jawab pelaku usaha, sebaliknya bila selogan tersebut tidak dimaksudkan demikian, namun hanya sebagai upaya melindungi dirinya dari kemungkinan akan terjadi kecurangan dari konsumen maka Syari'at Islam membolehkanya. Sedangkan selogan "Barang yang sudah dibeli tidak. dapat dikembalikan" tidak dapat menjadi.kan bilangnya hak khiyil'. Hilangnya hak khiyac karena ada ketentuanketentuan yang telah di Syari'atkan oleh ~yara', selain itu. hilangnya kbiyar karena ada kem~tan yang perlu dihindari agar kemaslahatan dapat tercapai dan kemu4aratan yang lain tidak akan timbul.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: SITI DJAZIMAH, S.Ag., M.SI
Subjects: Muamalat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Muamalah (S1)
Depositing User / Editor: Edi Prasetya [edi_hoki]
Date Deposited: 16 Nov 2015 06:39
Last Modified: 16 Nov 2015 06:39
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/18262

Actions (login required)

View Item View Item