JAMINAN FIDUCIA DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 42 TAHUN 1999 SEBAGAI PERJANJIAN IKUTAN ATAS PERJANJIAN POKOK DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

NUR AZIS, NIM. 03380432 (2007) JAMINAN FIDUCIA DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 42 TAHUN 1999 SEBAGAI PERJANJIAN IKUTAN ATAS PERJANJIAN POKOK DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (16MB) | Preview
[img] Text
BAB II,III, IV.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (13MB)

Abstract

Berdasarka.n ailis kebebasan berkontrak, dalarn rangka mengatasi dan rnerespon perkembangan dan tuntutan dalam perdagangan global, seseorang bcbas dalarn membuat sert?. mengadakan suatu perjanjian macrun apapun dan berisi apa saja sesuai dengan kepentingannya dalam batas-batas yang telah disyaratkan. Selaras dengan azas kebebasan berkontrak tcrsebut. hukwn Islam juga tidak membatasi manusia dengan bentuk-bentuk transaksi (akad) yang sudah dikenal sebelurnnya, bahkan manusia dibolehkan untuk mem buat bentuk dan ma.cam akad yang baru sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan kehidupan muarnalat mereka selama akad-akad yang baru lersebut tidak bertentangan dengan aturan- aturan dan prinsipprinsip hukum Islam. Di antara perjanjian tersebut adalah perjanjian ikutan dari suatu perjanjian pokok yang rnenimbulkan kewajiban bagi para pihak untuk memenuhi suatu prestasi. Perjanjian ikutan tersebut adalah .Jaminan Fiducia yang diatur dalam Undang-undang Nom~r 42 Tahun 1999 tcntang Jarninan Fiducia. Dalam undang-undang itu disebutkan ba11wa Fiducia adalah pengalihan hak kepemilikan suatu benda atas dasar kepercayaan dengan ketcntuan babwa benda yang hak kepemilikannya dialihkan tersebut tctap dalam penguasaan pemilik benda (pasal 1 ayat (I)). Sedangkan jaminan fiducia adalah hak jaminan atas benda bergerak, baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud dan benda yang tidak bergerak khususnya bangw1an yang tidak dapat dibebani hak tanggungan sebagaimana yang dimaksud dalam Undang-undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan yang tetap berada dalam penguasaan pemberifiducia, sebagai agunan bagi pelunasan utang tcrtentu, yang memberikan kedudukan yang diutamakan kepada penerima.fiducia terhadap kreditor lainnya (pasal l ayat (2)). Oleh karena itu, pembabasan dari skripsi ini adalah untuk menelaah peraturan jaminanfiducia yang merupakan perjanjian ikutan dari perjanjian pokok dalam Undangundang Nomor 42 Tahun 1999 dan melihatnya dari segi hukum Islam. Dalam melihat pengaturan dan proses terjadinya perjanjian ikutan Uaminanfiducia) dari sudut pandang hukmn fslam, penyusun menggunakan pendekatan normal{{, yaitu rukun dan syarat terbentuknya akad serta prinsip-prinsip hukurn muamalat. Setelah melakukan analisis, pada dasamya jaminan jiducia yang merupakan perjanjian ikutan sudah memenuhi rukun dan syarat akad, karena jaminan .ftducia ini hanya bersifat perjanjian ikutan (accessoir) dari perjanjian pokok, yaitu: perlama, adanya pihak yang mengadakan akad. Kedua, adanya obyek akad. Fiducia bisa dijadikan sebagi jaminan obyek akad karena dapat dipastikan keberadaannya, mempunyai nilai ekonomi, dapat ditentukan dan diketahui, serta dapat diserahkan. Ketiga, sigot akad. Sigot akad (ijab qabul) dalam jaminanjiducia adalal1 dibuat dengan akta notaris dalam bahasa Indonesia dan merupakan akta jaminanfiducia. Jaminan Fiducia sebagai perjanjian ikutan dari perjanjian pokok secara umum telah sesuai dengan prinsip-prinsip lmkum muamalat. Dalam hukum Islam pada dasamya segala beol.uk muamalat adalah mubah (boleh) kecuali telah ada larangan da1i syara'. Larangan-larangan dalam hukum Islam disampaikan secara umurn, sebagai contoh, tidak mengambil harta orang lain dengan cara batil. Cara yang batil tersebut dapat diartikan sebagai mengandung paksaan, penipuan, praktek yang mengandung garar, mengambil kesempa·:an dalam kesernpitan, banyak mendatangkan maqarat bagi orang lain. Perjanjian Fiducia tidak melanggar hal-hal tersebut. Pelanggaran tcrhadapnya terja<li apabila para pihak memiliki i'tikad tidak baik untuk mencari keuntungan bagi diri sendiri dan merugikan orang lain.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: BUDI RUHATUDIN, S.H., M.HUM.
Uncontrolled Keywords: hukum silam, perjanjian
Subjects: Muamalat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Muamalah (S1)
Depositing User / Editor: Edi Prasetya [edi_hoki]
Date Deposited: 16 Nov 2015 07:00
Last Modified: 16 Nov 2015 07:00
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/18267

Actions (login required)

View Item View Item