TRADISI NYADRAN DI DUSUN WONOKROMO BANTUL (Relasi Antara Hukum Islam dan Adat di Indonesia)

SAMSULHUDA, NIM.02361450 (2007) TRADISI NYADRAN DI DUSUN WONOKROMO BANTUL (Relasi Antara Hukum Islam dan Adat di Indonesia). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (14MB) | Preview
[img] Text
BAB II, III, IV.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (14MB)

Abstract

Indonesia adalah negara yang kaya dengan berbagai budaya dan tradisi. Setiap wilayah di sini memiliki tradisi yang beragam, tidak terkecuali pulau Jawa Salah satu tradisi yang dikenal dan dilaksanakan di pulau Jawa adalah tradisi nyadran. Nyadran adalah upacara yang dilaksanakan sebagai pemujaan terhadap rob nenek moyang yang telah meninggal untuk meminta bantuan terhadap roh nenek moyang tersebut. Mereka berkeyakinan bahwa nenek moyang yang telah meninggal itu lebih dekat kepada Tuhan, jadi do'a mereka lebih didengar dan lebih cepat dikabulkan daripada do'a mereka yang masih hidup. Seiring dengan kedatangan dan berkembangnya Islam di pulau Jawa yang dibawa oleh para Wali, tradisi ini mulai mendapat pengaruh dari nilainilai ajaran. Islam. Karena telah begitu kuat mengakar dan melembaga dalam masyarakat, oleh para Wali tradisi ini tidak serta-merta dihapus dan dihilangkan akan tetapi di akulturasikan dengan nilai-nilai Islam. Tradisi nyadran di Dusun Wonokromo bisa di jadikan contoh, di kampung ini nyadran yang notabene merupakan tradisi pra-Islam sudah berubah sangat Islami clan diisi dengan acara-acara yang diperintahkan dalam Islam. Hal inilah yang melatar belakangi penyusun melakukan penelitian ini, bagaimana sebuah tradisi yang notabene tidak berasal dari ajaran Islam bisa berubah begitu Istami. Juga untuk mengetahui bagaimana praktek nyadran masyarakat Desa Wonokromo serta bagaimana relasi antara hukwn Islam dan hukum adat dalam tradisi ini. Metode yang penyusun gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Iapangan (field research), yaitu penyusun terjun langsung ke lapangan atau tempat penelitian untuk mengetahui secara jelas dari berbagai sisi tentang perayaan nyadran yang dilakukan oleh masyarakat Desa Wonok.romo Kecamatan Pleret Kabupaten Bantul. Adapun tehnik pengumpulan datanya antara Iain dengan wawancara langsung , dokumentasi acara, serta obserevasi Jangsung ke lapangan. Sedangkan pendekatan yang penyusun gunakan adalah pendekatan sosial cultural clan pendekatan normatif. Y aitu cara mendekati suatu masalah dengan menggunakan teori sosiologi untuk: mengetahui interaksi antara norma adat dan agama dalam masyarakat dan juga meneliti apakah sesuatu itu baik atau tidak dan sudahkah sesuai dengan norma-norma yang berlaku, yang dalam hal ini adalah syari'at Islam. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa temyata hukum Islam memiliki peranan yang sangat besar dalam proses akulturasi yang terjadi dalam tradisi nyadran. Di mana hukwn Islam telah mampu mengguncang loyalitas masyarakat terhadap adat yang telah begitu mengakar. Hukum Islam terbukti efektif memodifikasi adat dalam berbagai aspek bidang kehidupan masyarakat. Hal ini sejalan dengan teori receptie in complexu yang mengatakan bahwa hukum yang berlaku dalam suatu bangsa adalah hukwn dari agama yang dipeluk oleh mayoritas masyarakat bangsa tersebut. Menolak semua tradisi clan budaya Jawa pra-Islam bagi masyarakat muslim adalah suatu kemustahilan, karena sebagai anggota masyarakat mereka terikat dengan norma dan tradisi yang berlaku. Namun menerima semua tradisi Jawa tanpa seleksi adalah j uga langkah yang bertentangan dengan nilai ajaran Islam.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Drs. M. SODIK, S. Sos, M. Si
Uncontrolled Keywords: nyadran, tradisi bantul
Subjects: Perbandingan Madzhab
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Madzab (S1)
Depositing User / Editor: Edi Prasetya [edi_hoki]
Date Deposited: 17 Nov 2015 03:09
Last Modified: 17 Nov 2015 03:09
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/18328

Actions (login required)

View Item View Item