TAWASSUL DALAM PANDANGAN IBNU TAIMIYYAH DAN JA'FAR SUBHANI

WAWAN SYAIFURROHIM, NIM. 02361500 (2007) TAWASSUL DALAM PANDANGAN IBNU TAIMIYYAH DAN JA'FAR SUBHANI. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text
BAB II, III, IV.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (2MB)

Abstract

Tawassul merupakan salah satu amalan yang diperintahkan sebagaimana dalam al-Q11r'an surat al-Maidah ayat 35 dan surat al-Isra' ayat 57. Perdebatan dikalangan ulama adalah tentang bentuk wasilah tersebut. Pada masa nabi I erdebatan tawassul tidak d'permasalahakan hingga pada abad pertengahan ~P.. ring dengan perturnbuhan kelornpok tasawuf. P~da rnasa inilah lhnu Tairniyyah : ilah satu inteler;.tual muslim mclihat tawassul s1~bagai suatu praktek keagarnaan ) ang berl::entuk amal shaleh, doa (syafa'at) nabi dan ora'.lg-orang shaleh pada f,aat inasih hidup.' Scdangkan mcminta doa (syafaat) pada orang yang tclah rncninggal : dalah perbuatan yang dilarang karena perbuatan tersebut dianggap sia-sia. I iahkan lar,mgan lbnu Taimiyyah karcna dianggap bisa menjcrurnuskan akidah seseorang dan mernbawa sebagai perbuatan syirik. Pemikiran Ibnu Taimiyyah tentang berbagai indikasi perbuatan yang menjerumuskan pada perbuatan syirik digunakan pedoman oleh gerakan Wahabiyyah. Gerakan ini memusuhi segala bentuk kegiatan tawassul (tabarruk), mereka mengatakan bahwa orang yang bertawassul adalah telah berbuat syirik dan keluar dari agama sehingga mereka menjadi kafir. Ja' i:..r Subhani seorang ulama yang hidup pada saat gerakan Wahabiyah brrkembang berusaha menepis anggapan tentang tidak diperbolehkannya tawassul dengan alasan perbuatan tersebut mengandung bid'ah. Menurut Ja'far Subhani hakekat tawassul sebenarnya adalah ibadah. Karena penelitian ini merupakan penelitian pernikiran, pendekatan yang digunakan adalah normatif yaitu suatu pendekat'1n melalui teks (al-Qur'an dan IIadis) kcmuuiuu 1mmguuglrnμ uw1 me1tjel.:tskru1 .secant mcnch.tlum bngnimrum pcrn.ikirm1 tcntang tnwa3:ml dan lrnmudiun dicari pernamaan dan perbedaan. J:'enehtian im juga menggunaka11 pe11dekatan. tlloso11s yailu menemukau ltiluuuli dari masing-masing konsep yang ditawarkan dari keduanya untuk menaml:Jah keimamut UU!l WUWUSUH k.ila. Berdasarkan penelitian maka tcrungknp bnhwn mmiing musing pemikiran berangkat dari permasalahan yang berada di sekitarnya membuat cara pandang . mereka berbeda. Ibnu Taimiyyah herpendapat tawassul a<lalah perbuataa yang dilarang. Adapun tawassul yang diperbolehkan adalah dengan keimanan dan ta'at kepada Allah, selain tawassul dengan cara itu menurutnya akan membawa seseorang pada pintu kesyirikan. Sedangkan Ja' far Subhani berpandangan bahwa trwassul yang dilakukan oleh umat Islam tidak tern1asuk perbuatan syirik karena telah dilakukan olch para sahabat yang didasarkan bahwa mereka hakikatnya memohon kt:pada Allah. Dan perbuatan tawassul merupakan pcrbuatnn yang diperbolehkan oleh nabi dan bisa menambah keimanan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: H. WAWANGUNAWAN,M.Ag.
Uncontrolled Keywords: ibnu taimiyah, tawasaul, pendidikan
Subjects: Perbandingan Madzhab
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Madzab (S1)
Depositing User / Editor: Edi Prasetya [edi_hoki]
Date Deposited: 17 Nov 2015 03:39
Last Modified: 17 Nov 2015 03:39
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/18330

Actions (login required)

View Item View Item