PERILAKU SEKSUAL MAHASISWA INDEKOSAN DAN MORALITAS

ETI SYAHRIYANTI, NIM. 01540563 (2009) PERILAKU SEKSUAL MAHASISWA INDEKOSAN DAN MORALITAS. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (PERILAKU SEKSUAL MAHASISWA INDEKOSAN DAN MORALITAS)
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (PERILAKU SEKSUAL MAHASISWA INDEKOSAN DAN MORALITAS)
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (777kB)

Abstract

Sex in the kost, menyambi PSK, hingga aborsi adalah perilaku yang kian akrab dengan mahasiswa. dan merupakan masalah yang cukup pelik untuk diatasi. Kini, rasanya tidak afdol berbicara tentang mahasiswa tanpa membicarakan perilaku seksual mereka. Bahkan, stereotip kampus sebagai ajang pergaulan bebas semakin kuat saja. Ironi? Dengan atribut agen perubahan sosial, mestinya mahasiswa bukan hanya lantang menyuarakan keadilan dan moralitas, tetapi juga menjadi teladan bagi masyarakat. Sayangnya, itu hanya pada tataran das sein belaka. Das sollennya, mahasiswa ternyata mengidap problem akut berupa rendahnya kadar moralitas terutama ditunjukkan dengan perilaku seks bebas. Penelitian ini berjudul quot;Perilaku Seksual Mahasiswa kost-kostan dan Implikasinya Terhadap Moralitas quot;. Seumuran mahasiswa, secara psikologis sudah tergolong orang dewasa. Karena dianggap telah mempunyai kemampuan berpikir yang matang. Mahasiswa sudah dianggap mempunyai paradigma berpikir yang kompleks. Sudah dianggap bisa membedakan mana yang baik dan buruk. Sehingga tidak ada alasan menyalahkan orang lain selain dirinya sendiri. Walaupun demikian, masih saja banyak mahasiswa yang tidak mampu lepas dari gejolak hasrat dan birahinya. Karena fakta menunjukkan bahwa ternyata sebagian besar memang tidak mengetahui dampak dari perilaku seksual yang mereka lakukan, bahkan seringkali mereka sangat tidak matang untuk melakukan hubungan seksual terlebih lagi jika harus menanggung resiko dari hubungan seksual tersebut. Di satu sisi perkembangan seksual itu muncul sebagai bagian dari perkembangan yang harus mereka jalani. Namun, di sisi lain, penyaluran hasrat seksual yang belum semestinya mereka lakukan menimbulkan kecemasan dan akibat yang serius, seperti kehamilan atau tertular penyakit kelamin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang perilaku seksual mahasiswa yang ada di Ngentak Sapen dan implikasinya bagi moralitas mereka. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan dengan cara studi kasus pada 10 mahasiswa terdiri dari 5 mahasiswa laki-laki dan 5 mahasiswa perempuan yang bertempat tinggal di Ngentak Sapen . Penelitian ini juga dilakukan dengan cara wawancara mendalam (depth interview). Dari hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa bentuk-bentuk perilaku seksual yang dilakukan mahasiswa di Ngentak Sapen adalah ada dua macam yaitu aman dan tidak aman. Sebagian besar mahasiswa menyetujui bentuk kegiatan berciuman dan bercumbuan pada tingkatan afeksi pacaran yang disebut dengan perilaku seksual yang aman. Artinya, hampir seluruh mahasiswa yang ada di Ngentak Sapen pernah melakukan perilaku seksual tetapi masih pada taraf yang aman. Meskipun ada juga yang mengaku melakukan perilaku seksual tidak aman yaitu berhubungan badan (sexual intercourse) tetapi dengan jumlah yang lebih sedikit. Faktor penyebab terjadinya perilaku seksual tersebut adalah adanya faktor emosional. Faktor emosional seperti rasa cinta kepada pacarnya, ingin mengekspresikan rasa sayangnya serta ingin mengikat pasangannya kedalam hubungan yang lebih permanen. Alasan yang dikemukakan dalam berhubungan seksual biasanya sebagai bukti cinta, sayang, pengikat hubungan, serta berencana untuk menikah dalam waktu dekat. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada umumnya perilaku seksual mahasiswa di Ngentak Sapen dalam kategori ringan/aman dan faktor-faktor yang sangat mempengaruhi perilaku seksual mahasiswa adalah faktor emosional yaitu berhubungan dengan perasaan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Nurus Sa'adah, M. Si., Psi
Uncontrolled Keywords: Periaku Seksual, Indekosan, Moralitas
Subjects: Sosiologi Agama
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Sosiologi Agama (S1)
Depositing User / Editor: Zaenal Arifin, S.Sos.I., S.IPI.
Date Deposited: 23 Oct 2015 07:23
Last Modified: 23 Oct 2015 07:27
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/1835

Actions (login required)

View Item View Item