DIMENSI ETIS MANUSIA DAN LINGKUNGNA HIDUP (Kajian atas Konsep Patic-casamuppada Buddhisme)

Moh. Aqshon Budairi Nim : 01520625, (2009) DIMENSI ETIS MANUSIA DAN LINGKUNGNA HIDUP (Kajian atas Konsep Patic-casamuppada Buddhisme). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Munculnya berbagai paham atau pandangan hidup dalam dunia modern khususnya positivisme dan materialisme, pragmatisme dan kapitalisme telah melelapkan manusia pada tingkat kesadaran akan kehidupan yang saling bergantung antara identitas satu dengan identitas yang lain. Bahkan yang lebih dasyat lagi carapandang tersebut membawa dampak pada kompleksitas akan kerusakan lingkungan hidup. Berbagai kemrosotan kualitas lingkungan hidup satu demi satu memperlihatkan diri kepada manusia, seakan-akan ia ingin menunjukkan kepada manusia bahwa ini merupakan hasil dari kebejatan perilaku manusia yang meniscayakan adanya moral etis terhadap lingkungan hidup. Berbagai bentuk kerusakan lingkungan yang didalamnya termasuk juga habitat manusia itu sendiri, tentu tidak lepas dari paham materialisme positivisme, pragmatisme maupun paham kapitalisme yang menjadi pijakan atau dasar hidup bagi manusia. Pahampaham itulah yang akhirnya melahirkan berbagai bentuk aktivitas dan perilaku konsumtif serta sikap eksploitatif terhadap lingkungan hidup. Di samping itu, paham materialisme, psotisvisme, pragmatisme serta kapitalisme dengan menggunakan sains dan teknologi sebagai kendaraannya, telah ikut mempercepat dan memperburuk kerusakan lingkungan hidup. Dihadapkan pada kekejaman serta luasnya kemrosaotan kualitas lingkungan hidup baik berupa pencemaran udara, air, maupun tanah, serta berbagai bentuk krusakan lingkungan hidup yang lain dan hilangya berbagai spesies makhluk hidup, membuat manusia untuk segera mengambil tanggung jawab untuk melindungi lingkungan hidup dari kerusakan yang lebih parah lagi. Tak mungkinlah manusia meniscayakan cara atau usaha-usaha guna menemukan jalan keluar dari labirin kemrosotan lingkungan lingkungan yang semakin hari semakin meluas tanpa kenal batas. Banyak prespektif yang muncul, termasuk juga yang muncul dari Agama dan filsafat, maupun budaya dalam merumuskan prinsip-prinsip nilai moraletis perilaku antara manusia dengan lingkungan hidup. Karya ilmiah ini mencoba untuk menunjukkan kepada manusia bagaimana kontruksi perilaku atau aktifitas moral etis yang seharusnya dilakukan oleh manusia dengan lingkungan sekitarnya. Pada kenyataanya lingkungan tidak hanya dipandang sebagai obyek pemuas nafsu manusia, akan tetapi lingkungan hidup juga sebagai subyek yang banyak membeirikan kontribusi besar bagi keberlangsungan dan keberlanjutan hajat hidup manusia. dalam merumuskan kepentingan tersebut, skripsi ini mengankat dan menjadikan konsep patic-casmuppada Buddhisme sebagai sebuah prinsip yang relevan untuk dijadikan pegangan moral-etis dalam pola hubungan manusia dengan lingkungan hidupnya. Rasionalitas objektif terhadap realitas dalam prinsip hukum patic-casamuppada telah melahirkan sikap yang seimbang dalam hubungan antara manusia dengan lingkungan hidupnya. Patic-casamuppada memandang bahwa seluruh fenomena kehidupan merupakan hasil dari kondisi yang mendukung. Tidak ada satupun identitas yang bisa berdiri tanpa adanya dukungan dari identitas atau kondisi yang lain. Kehidupan merupakan sistem organisme yang berjalan secara seimbang, antara kondisi yang satu saling mengisi dan melengkapi. Semuanya saling bergantung dalam bentuk hubungan sebab musabab yang bergantungan. Segala sesuatu tidak lebih dari sekelompok hubungan ketergantungan, sebab semua keadaan, kondisi merupakan keadaan relatif dan saling menghubungkan, tidak ada kondisi yang bersifat abadi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Drs. Singgih Basuki, M.Ag
Uncontrolled Keywords: Etika manusia, Lingkungan Manusia
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:41
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/1846

Actions (login required)

View Item View Item