SPIRITUALITAS GERAKAN KHARISMATIK DALAM KATOLIK

LIZA RAKHMAN NIM 01520755, (2009) SPIRITUALITAS GERAKAN KHARISMATIK DALAM KATOLIK. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Modernisasi dengan segala ideologi yang diusungnya memberikan pengaruh yang besar terhadap psikologis manusia. Manusia cenderung terbawa arusnya dan melupakan identitas dirinya sebagai makhluk Tuhan. Keadaan seperti inilah yang pada akhirnya membuat manusia merasa terasing dan merindukan kembali hubungan yang mesra dengan Tuhan. Dalam batas agama formal keadaan ini memunculkan gerakan-gerakan pembaharu yang ingin memperbaharui tradisi lama yang seolah-olah tidak efektif mengatasi kerinduan manusia akan hubungannya dengan hal spiritual. Gerakan Kharismatik dalam Katolik adalah salah satu gerakan pembaharu yang dikaji dalam penelitian ini. Pertanyaan yang dimunculkan sehubungan dengan adanya modernisasi adalah seperti apakah bentuk spiritualitas gerakan Kharismatik dalam Katolik sehingga dapat dijadikan salah satu alternatif pemecahan bagi adanya kekeringan spiritual. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk spiritualitas gerakan Kharismatik dan implikasinya bagi kehidupan beragama umat Katolik. Penelitian ini berbentuk penelitian pustaka dan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Sejarah. Gerakan Kharismatik dalam Katolik diteliti dan difahami melalui berbagai karya ilmiah yang ditulis oleh tokoh kharismatik atau imam-imam atau elit Gereja yang konsen terhadap gerakan Kharismatik dalam Katolik. Data-data tersebut kemudian dianalisis secara Sosiologis. Gerakan Kharismatik adalah gerakan pertama yang bisa masuk dan tetap eksis dalam Katolik. Sebagaimana diketahui bahwa selama sejarah kekristenan telah terdapat gerakan-gerakan sempalan yang notabene diawali oleh protes terhadap Gereja, demikian halnya dengan gerakan Kharismatik. Gerakan Kharismatik menjadi berbeda dengan gerakan lain karena gerakan ini tidak ingin memisahkan diri dari Gereja. Posisi gerakan ini dalam gereja adalah sebagai kegiatan kategorial, yakni kegiatan yang diselenggarakan Gereja untuk melayani umatnya. Gerakan Kharismatik muncul dalam Katolik pada akhir abad 20. Gerakan ini memberikan penekanan pada adanya pengalaman ruhaniah yang berupa baptisan Roh sehingga menjadikan orang lebih menghayati ajaran agamanya. Baptisan roh ditandai dengan perolehan karunia-karunia roh kudus berupa glossolali atau karunia berbahasa lidah, karunia bernubuat, karunia penyembuhan, karunia iman dan sebagainya. Pengalaman ini diperoleh dalam sebuah persekutuan doa atu doa komuniter. Secara sosiologis pengalaman ruhaniah ini merupakan pengalaman subyektif, yang nantinya bisa diwariskan terhadap orang lain. Proses ini dilakukan dengan melalui penumpangan tangan seorang imam terhadap umatnya dalam sebuah persekutuan doa. Proses ini menjadikan gerakan Kharismatik dalam Katolik mendapatkan pengikutnya dan sekaligus sebagai alat untuk mempertahankan komunitasnya yang minoritas dalam Katolik. Pada kenyataannya keberadaan gerakan ini memberikan jawaban atas kekeringan spiritual beragama dalam umat Katolik yang mengikutinya. Terakhir, adanya kebutuhan akan spiritualitas dalam dunia modern adalah sebuah keniscayaan. Oleh karena itu bagi penganut agama, komitmen religius yang kuat dibutuhkan untuk menghadapi dunia yang terus menjadi baru oleh modernisasi. Dengan agama sebagai quot;way of life quot; hendaknya tetap bisa membentuk manusia yang modernis yang tetap salih dalam beragama.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Drs. Moh. Rifa’i Abduh, MA Drs. Rahmat Fajri, M. Ag
Uncontrolled Keywords: Gerakan Katholik, Kharismatik
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:41
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/1847

Actions (login required)

View Item View Item