NEGARA ISLAM DALAM PEMIKIRAN M. NATSIR DANS. M. KARTOSOEWIRJO

TRI WlBOWO, NIM. 01360735 (2007) NEGARA ISLAM DALAM PEMIKIRAN M. NATSIR DANS. M. KARTOSOEWIRJO. Skripsi thesis, FAKULTAS SYARIAH UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (8MB) | Preview
[img] Text
BAB II, III, IV.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (14MB)

Abstract

Pada pennulaan abad ke 20, muncul tokoh-tokoh muslimin yang bangkit dengan kesadarannya memperjuangkan Islam sebagai landasan bagi segala aspek kehidupan bennasyarakat berbangsa dan bemegara. Dengan munculnya organisasi-organisasi yang bemafaskan Islam. maka para pemimpin-pemimpin Islam berl.eyal.inan bahwa apabila nanti Indonesia merdeka otomatis akan menjadi negara Islam. dikarenakan mayoritas penduduknya beragama Islam. Perdebatan an1ara golongan nasionalis Islam dan nasionalis sekuler semakin seru ketika sidang BPUPKI pada lahun 1945, yang mcmbicarakan tentang dasar negara Indonesia, yang pada akhimya membuahkan keputusan bahwa dasar ncgara Indonesia adalah Panc~ila bukan Islam, dari sinilah golongan nasional Islam mulai tem1arjinalkan olch penguasa dari golongan nasionalis sekuler. Di antara pemimpin nasionalis l>lam tcrsebut ada yang mcmilih jalur parlementer seperti M. Natsir. dan juga ada golongan nasionali~ Islam yang mcmilih jalur revolusioner. seperti S. M. Kartosoewirjo. Mcrcka bertujuan sama yaitu mcmperjuangkan Indonesia untuk mcnjadi negara yang bcrdasarkan Islam. Akan tctapi kedua tokoh tersebut berbcda dalam memperjuangkan cita-{;ila atau pemikirannya mcngenai negara Islam, Adapun yang membedakan kcduanya ialah dikarenakan lalar belakang. l.eadaan dan lingkungan yang mempengaruhinya. Dcngan begitu dua tokoh tcrsebut mempunyai perbedaan dalan1 pemil.imnn)'a mcngenai ne.gara Islam. Dengan melakukan penelitian kedua tol.oh tersebut, mclalui metode pendekalan sosio-historis. yaitu pendekawn dcngan maksud bah\•n >etiap produk pemikiran pada dasamya merupakan hasil interaksi >i pemikir dengan lingl.ungan sosio-kuhuml dan sosio-politik yang mcngitarinya. schingga dapat dikctahui seberapa hcsar pcngaruh faktor tcrsebut tcrhadap pemikiran kcduanya dalam diskursus negam Islam. Adapun wtclah dilakukannya penclitian teriladap dua to~oh tersebut, tcmyata. keduanya mcmiliki perbedaan, pernikiran Natsir mengenai ncgara Islam dilalar belakangi oleh faktor sosial. intelcktual dan keagamaan, >erta lantangan dari berbagai ali ran pcmil..iran yang berusnha untuk memojokkan Islam. baik dari l.aum orien1ali~ Oelanda maupun dari tol.oh-tokoh nasionalis )ang ccnderung sekuler. Pemikiran Natsir mcmperlihatkan corak mempertahankan Islam dari berbagai serangan yang menyudutkannya. llal inilah yang membuat Natsir ccnderung formalistik, dan realistik, scdangkan pcmikiran Kartosoewirjo mcngenai negara Islam di lalarbelakangi aktivitasnya dalam organisasi pergcrakan Islam, dan pergaulannya dengan Tjokroaminoto yang mencila-citakan kclahiran negara Islam dcngan rnasyarakat idealnya. Di sinilah Tjokroaminoto banyak mempengaruhi jalan pemik.irannya., hal inilah yang membuat Kanosoewirjo cenderung fimdamentali.rtik dan ideali~tik. Akan tetapi keduanya menyatakan tidak setuju terhadap ali ran sekulerisme.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: DR. Ahmad Yani Ansori
Uncontrolled Keywords: Negara islam, Pemikiran
Subjects: Perbandingan Madzhab
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Madzab (S1)
Depositing User / Editor: Edi Prasetya [edi_hoki]
Date Deposited: 07 Dec 2015 02:44
Last Modified: 07 Dec 2015 02:44
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/18585

Actions (login required)

View Item View Item