EUTHANASIA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN ETIKA KEDOKTERAN (SEBUAH STUDI KOMPARATIF)

ARIS WIDADA - NIM. 03360195 , (2009) EUTHANASIA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN ETIKA KEDOKTERAN (SEBUAH STUDI KOMPARATIF). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK dipungkiri bahwa kemajuan di bidang kedokteran juga mengalami kemajuan yang lebih pesat dibanding yang lain, ini terbukti dengan terjadinya perubahan yang sangat cepat dalam masalah kehidupan sosial budaya manusia. Dengan sebab perkembangan teknologi di bidang kedokteran, diagnosa mengenai penyakit dapat lebih sempurna dilakukan. Pencegahan penyakitpun dapat berlangsung lebih efektif. Dari sinilah kemudian banyak pasien yang karena penyakitnya sudah akut (parah), dengan dukungan keluarga, memutuskan untuk mengakhiri kehidupannya dengan jalan euthanasia. Secara umum euthanasia dibedakan menjadi dua, yaitu euthanasia aktif dan euthanasia pasif. Euthanasia aktif yakni suatu tindakan yang berupa terapi atau sejenisnya, dengan harapan dapat mempercepat kematian seorang pasien. Euthanasia pasif yakni perbuatan yang menyebabkan pasien meninggal, biasanya dilakukan penghentian terapi atau pengobatan yang memperpanjang hidupnya. Dalam ajaran Islam menghilangkan nyawa seseorang itu sangat dilarang keras oleh Allah, terlebih bila dilakukan secara sengaja, walaupun itu atas sebab permintaan si pasien sendiri yang sudah sakit parah. Euthanasia adalah sebagai bentuk dari pembunuhan yang disengaja, apapun bentuknya. Akan tetapi di sisi lain, ada saatnya dokter menilai bahwa penyakit si pasien adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan mengalami penderitaan yang terus-menerus. Pada saat itulah timbul perasaan kasihan, mana yang lebih baik, membiarkan pasien terus tersiksa oleh penyakitnya, ataukah menmpercepat kematiannya. Di sini dokter melaksanakan euthanasia dengan niat baik untuk penyembuhan dan pelaksanaannya sesuai dengan syarat-syarat dasar etika kedokteran dan mendapat izin kerelaan dari si pasien maupun keluarganya. Mengingat pentingnya permasalahan di atas, maka penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan metode yang bersifat deskriptif-analitik-komparatif, berusaha menggambarkan dengan jelas dan sistematis mengenai euthanasia dalam pandangan Hukum Islam dan Etika Kedokteran, kemudian dilakukan analisis bersama dalam setiap pembahasan dan berbagai aspek yang terkait dengan materi yang diteliti untuk memperoleh suatu kesimpulan, dan setelah didapatkan sebuah kesimpulan kemudian dikomparasikan. Dengan menggunakan pendekatan normatif, penyusun akan mengkaji tentang bagaimana euthanasia di mata Hukum Islam dan Etika Kedokteran, apakah ada persamaan dan perbedaan di antara keduanya. Akhir dari penelitian ini disimpulkan bahwa terdapat persamaan dan perbedaan di antara keduanya dalam masalah euthanasia, yakni keduanya sama-sama mengedepankan unsur kemashlahatan, bahwa mencegah suatu penyakit adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap individu. Sedangkan sisi perbedaannya lebih tertekan pada cara mengaplikasikan euthanasia tersebut, yakni pada cara mengakhiri penderitaan pasien. Dalam Islam dikenal penyembuhan yang bersifat ilmiah dan ilahiyah, sedangkan dalam Ilmu Kedokteran, hanya penyembuhan yang bersifat 'aqliyah semata dan juga atas dasar unsur darurat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: PEMBIMBING: DRS. KHOLID ZULFA, M.SI
Uncontrolled Keywords: teknologi kedokteran, diagnosa penyakit, euthanasia, Etika Kedokteran, Hukum Islam
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:41
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/1862

Actions (login required)

View Item View Item