POLIGAMI DALAM ISLAM (STUDI PEMIKIRAN YUSUF AL-QARADHAWI DAN ASGHAR ALI ENGINEER)

DANANG KUSMIANTO - NIM. 01361016 , (2009) POLIGAMI DALAM ISLAM (STUDI PEMIKIRAN YUSUF AL-QARADHAWI DAN ASGHAR ALI ENGINEER). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengambil judul Poligami dalam Islam (Studi Pemikiran Yusuf al–Qaradhawi dan Asghar Ali Engineer) ini menarik diangkat karena tradisi menikah lebih dari satu ini, selalu saja kontroversial, sehingga menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. Dalam al-Qur'an ada ayat yang secara eksplisit membolehkan poligami, dua, tiga dan empat orang isteri. Menariknya para pemikir sama-sama mempunyai landasan terhadap ayat itu, boleh atau tidaknya melakukan poligami dalam kacamata Islam. Yusuf Qaradhawi adalah salah seorang ulama yang membolehkan poligami, tanpa persyaratan yang begitu ketat. Menurutnya ayat tentang poligami yang terkandung dalam al-Qur'an merupakan ayat muhkamat. Sehingga poligami merupakan ketetapan yang telah ditetapkan oleh Allah. Karena logika yang digunakan Yusuf, bagaimana mungkin Allah akan melarang sesuatu yang telah ditetatapkannya. Sementara Asghar Ali Engineer adalah salah seorang mufasir yang juga feminis memberikan interpretasi terhadap makna yang terkandung dalam ayat itu. Kedua pemikir itu, mempunyai setting sosial yang berbeda. Yusuf dikenal sebagai ulama fiqih garda depan kelahiran Mesir, sementara Asghar dianggap sebagai feminis dan mufasir kontemporer. Dengan latar belakang yang berbeda tersebut, pandangannya terhadap konsep poligami akan semakin menarik untuk diteliti. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan, mengkomparasikan dan menganalisis penafsiran Yusuf Qaradhawi dan Asghar Ali Engineer terhadap konsep poligami. Penelitian ini bersifat kepustakaan murni (library research) yang dilakukan dengan cara menggunakan sumber primer kedua tokoh secara langsung, maupun tidak langsung namun menunjang dalam penelitian ini sebagai sumber sekunder. Dari penelitian ini ditemukan jawaban bahwa poligami yang diambil dari akar kata Poly dan Gamous, menurut Yusuf sesungguhnya poligami merupakan bagian dari syari’at Islam. Karena dia bagian dari syari’at, sehingga tidak mungkin Allah menghalalkan sesuatu kepada manusia yang dapat membahayakan diri mereka. Begitu pula sebaliknya, syari'at Islam tidak mungkin mengharamkan kepada mereka sesuatu yang dapat memberikan kemanfaatan. Justru berdasarkan nas dan pengamatan secara deduksi yang valid membuktikan bahwa syari'at Islam tidak akan menghalalkan sesuatu kecuali sesuatu itu baik dan tidak mengharamkan kecuali yang berakibat buruk dan berbahaya. Sementara Asghar mempunyai pandangan bahwa suatu perkawinan yang boleh dilaksanakan bagi orang yang mampu dalam kondisi tertentu atau hanya bersifat kontekstual. Engineer memandang bahwa esensi ayat itu bukan bicara dilegalkannya menikah lebih dari satu, tapi keadilan bagi anak yatim dan para jandalah yang menjadi esensi makna ayat tentang poligami. Oleh karena itu perkawinan ideal adalah monogamy, sedangkan poligami adalah kontekstual.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: PEMBIMBING: H.WAWAN GUNAWAN, S.AG.,M.AG
Uncontrolled Keywords: Poligami, al-Qur'an, syari’at Islam, Yusuf al–Qaradhawi, Asghar Ali Engineer
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:41
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/1870

Actions (login required)

View Item View Item