MARITAL RAPE DALAM LEGAL-FORMAL DAN ETIK-MORAL HUKUM ISLAM

FIKRIYA MALIHAH - NIM. 04350077 , (2009) MARITAL RAPE DALAM LEGAL-FORMAL DAN ETIK-MORAL HUKUM ISLAM. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Kekerasan (violence) adalah serangan atau invasi (assault) terhadap fisik maupun integritas mental psikologis seseorang. Kekerasan yang menimpa salah satu jenis kelamin tertentu bersumber dari anggapan gender, dan hal ini biasanya disebabkan oleh adanya ketidaksetaraan kekuatan yang ada dalam masyarakat. Begitu juga masyarakat mayoritas muslim yang berpedoman al-Qur'an dan Sunnah. Pemahaman sekilas secara tekstual akan menimbulkan dampak signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai macam kekerasan, di antaranya: kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan ekonomi, kekerasan sosial, dan juga kekerasan seksual (di wilayah domestik disebut dengan marital rape). Dalam hal ini yang menjadi persoalan adalah apakah Islam memperbolehkan perbuatan tersebut dalam rumah tangga, sebagaimana yang telah diatur dalam al-Qur’an, sunnah dan pendapat ulama'. Dan apakah tindakan marital rape tersebut sesuai dengan etika atau moral dalam perkawinan. Marital rape adalah kekerasan seksual dalam bentuk pemaksaan hubungan seksual ketika istri tidak siap, pemaksaan hubungan seksual dengan penyiksaan fisik dan psikis, dan pemaksaan hubungan seksual dengan berbagai cara yang tidak sewajarnya. Penyebab dari marital rape adalah ketimpangan struktural suami istri dan kondisi psikis suami sebagai pelaku kekerasan yang tidak mempedulikan kondisi istri ketika keinginannya tidak terlaksanakan. Dampaknya secara medis, istri mengalami berbagai macam luka atau bahkan cacat selamanya. Dan secara psikis, istri akan mengalami trauma yang berkepanjangan dalam hubungan seksual. Jenis penelitian yang membahas persoalan marital rape ini adalah kualitatif dan digolongkan sebagai library research yang sifatnya deskriptifanalitis. Adapun pendekatannya pada ranah normatif, historis dan sosiologis. Dan teori yang digunakan adalah (1) maqasid asy-Syari'ah yang bertumpu pada kemaslahatan agama, jiwa, akal, kehormatan, dan harta, (2) ta'arudu al-Adillah yaitu perlawanan antara dalil-dalil nash. Pola relasi suami istri yang diajarkan al-Qur'an adalah mu'asyarah bi alma'ruf dan Rasulullah pun menekankan untuk memperlakukan istri dengan sebaik-baiknya. Sedangkan para ulama juga menegaskan bahwa antara suami istri harus tercipta hubungan yang baik, istri wajib menaati perintah suami. Akan tetapi jika perintah tersebut bertentangan dengan al-Qur'an dan Sunnah dan melanggar norma-norma agama maka hukumnya menjadi haram. Tidak lain hal ini untuk menciptakan maslahah bagi seluruh umat manusia sebagai tujuan Islam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa marital rape tidaklah sesuai dengan prinsip-prinsip yang dijunjung Islam, baik al-Qur’an dan Sunnah atau pendapat ulama', seperti asy-Syafi'i, Ibnu Taimiyah, Ibn al-Qayyim, al-Ghazali, Quraish Shihab dan Yusuf Qardhawi. Bahkan marital rape akan menimbulkan ketidakadilan dalam struktur masyarakat, terjadinya dekadensi moral serta dapat melukai diri dan jiwa korban. Selain itu marital rape tidak akan dapat mencapai tujuan-tujuan pernikahan yaitu (1) Memperoleh kehidupan sakinah, mawaddah dan rahmah, (2) Tujuan reproduksi, (3) Pemenuhan kebutuhan biologis, (4) Menjaga kehormatan, (5) Ibadah. Tidak lain karena marital rape mencerminkan kekerasan yang merugikan pihak lain.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: PEMBIMBING: PROF.DR.KHOIRUDDIN NASUTION, MA
Uncontrolled Keywords: marital rape (kekerasan seksual), kondisi psikis suami, struktur masyarakat, dekadensi moral
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:41
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/1877

Actions (login required)

View Item View Item