POLIGAMI DALAM PRESPEKTIF HUKUM ISLAM DI INDONESIA DAN HAK ASASI MANUSIA

EKO ENI SETY ANINGSJH, NIM: 00360052 (2007) POLIGAMI DALAM PRESPEKTIF HUKUM ISLAM DI INDONESIA DAN HAK ASASI MANUSIA. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (POLIGAMI DALAM PRESPEKTIF HUKUM ISLAM DI INDONESIA DAN HAK ASASI MANUSIA)
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (POLIGAMI DALAM PRESPEKTIF HUKUM ISLAM DI INDONESIA DAN HAK ASASI MANUSIA)
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (1MB)

Abstract

Praktek Poligami yang terjadi di Indonesia saat ini tidak terlepas dari unsur politik, ekonomi, sosial, budaya. Sebab pelaksanaan poligami banyak mengakibatkan dampak negatif ( diskriminasi, violence fisiklpsikis, dishannonis, ketidakadilan, subordinat, kemerosotan mental dan moral serta budaya) yang dialami oleh anak dan istri. Hal tersebut tidak sesuai dengan ni1ai-ni1ai Islam yang rahmatan lila'lamin. Meskipun pada prinsipnya baik KHI maupun HAM memiliki tujuan yang sama dalam menegakkan nilai-nilai kemanusiaan, mewujudkan keadilan meningkatkan harkat, derajat dan martabat manusia. Akan tetapi dalam pelakmnuunya jauh dad yang diharapkan, seperti halnya fenomena poligami di Indonesia seringkali dilakukan dengan alasan dibenarkan oleh agama, juga nlnsan-alasan bia::; gtmder, alo.snn-alasan med.is (istri mandul. cacat haci;:m) Uan latar belakaug Ji atas penulis mengajukan dua pokok masalah Bagaimana poligami dolrun prc~pck.tif Hukwn Islam/KH1 dan HAM, dan Buguimnnokah rdevcit1si puligami di It1donesia sekarang ini. Adapun untuk menganalisis pokok penn<lsalahan di atas karena hal ini membahas hukum Islam dan HAM maka penulis menggunak~ pendekatan filosofis So~iologis, dengan teori Konflik dan maqO.sidu asy-syari'ah: Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa poligami dalam perspektif KHI sangat bias gender. Sebagaimana yang terdapat pada pasal 59 KHI sebagai berikut: 1. Istri tidak dapat menjalankan kewajiban sebagai istri. 2. Istri m~ndapat cncnt badau al.au penyakit yang ttdak. dapat disembuhkan. 3. Istri tidak dapat melahirkan keturunan. Hal tersebut sangat tidak tepat apabila dipakai sebagai alasan utama untuk mclakukan pnlie,<1mi, karena barttmtnngnn dengan uilai-nilai Jala.u1 v~uegak.an hak asast manusta. Herbeda halnya dengan konvensi CEDA W dalam HAM yang menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, persamaan, anti diskriminasi aterhadap perempuan. Poligami di Indonesia saat ini memperlihatkan kecenderungannya pada kemadharatan dalam rumah tangga, yang mengakibatkan dampak negatif, terhadap anak dan istrj, maka poligami sudah tidak relevan lagi untuk masyarakat Indonesia. karena paradigma kemanusiaan sudah sangat berubah. Poligami itu masalah sosiologis, bukan masalah teologis sebagaimana kasus perbudakan ia bisa dihapus.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: 1. AGUS MUH. NAJIB, S.AG., M.AG. 2. HJ. FATMA AMILIA, S.AG., M.SI.
Uncontrolled Keywords: Poligami, hak asasi manusia
Subjects: Perbandingan Madzhab
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Madzab (S1)
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 31 Dec 2015 04:11
Last Modified: 31 Dec 2015 04:11
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/18805

Actions (login required)

View Item View Item