PERCERAIAN DALAM PANDANGAN ISLAM DAN KATHOLIK

YUYUN CHOIRUN NISA, NIM. 02361568 (2007) PERCERAIAN DALAM PANDANGAN ISLAM DAN KATHOLIK. Skripsi thesis, FAKULTAS SYARIAH UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
BAB II, III, IV.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (2MB)

Abstract

Dalam suatu ikatan perkawinan, semua orang yang akan dan yang telah berkeluarga pasti bercita-cita untuk mewujudkan keluarga yang harmonis, keluarga yang dibalut dengan mawaddah serta rahmah. Dalam pandangan Islam dan Katholik, perkawinan merupakan sesuatu yang amat suci dan sangat sakral. Maka dari itu suami istri hams selalu menjaga keutuhannya agar tujuan perkawinan itu tercapai. Baik Islam maupun Katholik, keduanya sangat membenci perceraian. Karena perceraian dapat memisahkan atau memutuskan tali silaturrahmi antara keduanya. Katholik memandang perkawinan itu merupakan sesuatu yang sangat suci, karena dalam Katholik, perkawinan merupakanjanji dua insan dengan Tuhannya. Maka dari itu dalam Katholik tidak mengenal perceraian. Karena akan mengingkari janji dengan Tuhan yang telah mempersatukan mereka. Berangkat dari pemaknaan sakralitas perkawinan, maka Katholik mengajarkan tidak mengenal perceraian dalam sebuah perkawinan. Perceraian berarti mengingkari janji manusia dengan Tuhannya. Tuhan yang telah mempersatukan mereka dalam ikatan suci perkawinan maka yang dapat memisahkan ikatan mereka hanyalah kematian. Tidak jauh berbeda dengan Katholik, Islam melihat perceraian dalam sebuah perkawinan sebagai hal yang sangat dibenci oleh Allah, meskipun pada dasarnya perceraian itu hukumnya halal. Perceraian itu halal dilakukan apabila konflik dalam rumah tangga tidak dapat diselesaikan lagi kecuali dengan perceraian. Jika perceraian itu dihindari, dikhawatirkan dapat mendatangkan akibat yang lebih buruk bagi keduanya. Dalam kajian ini, penyusun berupaya untuk menjelaskan bagaimana pandangan Islam dan bagaimana pula pandangan Katholik tentang perceraian. Berangkat melalui pandangan dari dua agama tersebut. Akan diketahui perbedaan cl~n persamaan dari keduunya. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research), yaitu jenis penelitian yang penyusnn htknlom nP.ng:m menggunakan buku-buku eabagai sumber datanya dan juga sebagai sumber utamanya. Sedangkan penelitian ini bersifat deskriptit:-analisis-komparatif. Maksudnya bahwa penyusun berusaha untuk mendeskripsikan makna perkawinan serta tujuan perkawinan dan juga pandangan keduanya tentang perceraian. Kemudian penyusun menganalisa dari data yang ada yang sel~jutnya akan dikomparasikan antara pandangan Islam dan pandangan Katholik tentang perceraian. . Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam Islam perceraian itu dibolehkan atau dihalalkan walaupun perceraian itu menjadi hal yang sangat dibenci oleh Allah SWT. Berbeda dengan Islam, Katholik tidak mengenal perceraian. Katholik mengharamkan perceraian bagi suami istri yang keduanya telah dibaptis dan juga perkawinan yang telah di lanjutkan dengan persenggamaan. 11

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Drs. KHOLID ZULFA, M.Si.
Uncontrolled Keywords: perceraian, islam, kahtolik
Subjects: Perbandingan Madzhab
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Madzab (S1)
Depositing User / Editor: Edi Prasetya [edi_hoki]
Date Deposited: 11 Jan 2016 04:38
Last Modified: 11 Jan 2016 04:38
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/18890

Actions (login required)

View Item View Item