PERGESERAN RELASI ANTARA TAREKAT DAN DEBUS DALAM KESENIAN DEBUS BANTEN

ADE MUSOFA, NIM . 03521457 (2007) PERGESERAN RELASI ANTARA TAREKAT DAN DEBUS DALAM KESENIAN DEBUS BANTEN. Skripsi thesis, Fakultas Ushuluddin.

[img]
Preview
Text (PERGESERAN RELASI ANTARA TAREKAT DAN DEBUS DALAM KESENIAN DEBUS BANTEN)
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview
[img] Text (PERGESERAN RELASI ANTARA TAREKAT DAN DEBUS DALAM KESENIAN DEBUS BANTEN)
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (9MB)

Abstract

Kesenian debus adalah salah satu tradisi lokal kebanggaan masyarakat Banten. Pada awalanya kesenian yang menggunakan kekuatan fisik ini adalah salah satu media yang dipakai oleh para kafilah agama Islam sebagai bentuk media dakwah atau syi’ar Islam. Dilihat dari sejarah kemunculannya, kesenian ini menurut beberapa ahli sejarah khususnya sejarawan Banten berasal dari tarekat. Keahlian bermain debus adalah merupakan “buah” ketika para pengamal tarekat khusus melakukan ritual-ritual yag telah diajarkan oleh para syaikh tarekat yag kemudian dalam istilah tasawuf mencapai kondisi fana Pada saat pengamal tarckat mencapai kondisi fana sebagai buktinya, terkadang sang syaikh tarekat _ membuktikannya dengan mempermainkan atraksi-atraksi berbahaya seperti menghujamkan senjata tajam ke tubuhnya tanpa terluka. Atraksi yang di luar hukum alam tersebut kemudian di pakai oleh para kafilah agama dalam hal ini kalangan elite agama Banten termasuk di dalamnya Raja Banten sendiri yakni Sultan Maulana Hasanuddin sebagai media dakwah Islam. Kondisi ini terjadi mengingat Banten pada eaat itu adalah cabuah daerah yang masynrukutnyu kental akan pemahaman mistis. Dengan kondisi seperti itu maka Raja Banten mencoba mensiasatinya dengan mempertunj ukkan keahlian debus yang merupakan “bunga” dari pengamalan tarekat sebagai media perlawanan dengan cara melakukan “pribumisasi’ terhadap kepercayaan mistis. yang dianut oleh masyarakut Banten lcrscbul. Kondisi masyarakat Banten yang masili kual memegang lradisi lukal pra- Islam pun kemudian bercampur dengan tradisi ritual debus. Kemudian debus pun terpadu dengan budaya lokal. Dengan kemajuan zaman yang semakin berkembang, maka kesenian ini pun kemudian harus terpaksa menyesuaikan agar tak ketinggalan bahkan dilupakan. Dengan kondisi seperti itu, maka tak heran jika debus saat ini banyak sekali ditemukan hal-hal yang tak pemah dipraktekkan atau ada pada debus tempo dulu. Kesenian debus akhir-akhir ini nampaknya sudah mengalami pergeseran relasi dengan tarekat. Dari pengamatan sementara itu, maka penulis kemudian tertarik untuk melakukan penelitian lebih jauh dan mencoba melakukan identifikasi atas kecenderungan tersebut dengan merumuskan sebuah permasalahan sebagai berikut; Bagaimanakah hubungan antara ajaran tarekat dan seni debus di kalangan masyarakat Banten?. Mengapa terjadi pergeseran keterkaitan antara tarekat dengan kesenian debus Banten?. Untuk memecahkan permasalahan di atas dan kemudian mencari jawabannya, maka penulis dalam hal ini menggunakan seperangkat metode yang sesuai dengan penelitian ini. Karena penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research), maka penuls pun kemudian menggunakan beberapa langkah sebagai pengumpul data yakni melakukan observasi lapangan, melakukan interview, dan dokumentasi. Setelah semua data terkumpul maka mencari jawabannnya atas permasalahan yang diajukan dan kemudian menyajikannya dengan cara deskriptif analitis. Setelah semua permasalahan yang diajukan dikaji dengan seperangkat metode di atas, maka dapat ditemukan jawabannya; pertama, hubungan debus

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Drs. Moh. Damami,M.Ag
Subjects: Perbandingan Agama
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Perbandingan Agama (S1)
Depositing User / Editor: S.kom Fatchul Hijrih
Date Deposited: 11 Jan 2016 07:45
Last Modified: 11 Jan 2016 07:45
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/18911

Actions (login required)

View Item View Item