PELAKSANAAN BAGI HASIL ANTARA PEMILIK MODAL DENGAN PEKERJA DALAM SISTEM IRIGASI SAWAH DI DESA LINDUK KECAMATAN PONTANG KABUPATEN SERANG BANTEN ( STUDI PERSPEKTIF HUKUM ISLAM)

IIP IFROHIYAH, NIM. 02381622 (2007) PELAKSANAAN BAGI HASIL ANTARA PEMILIK MODAL DENGAN PEKERJA DALAM SISTEM IRIGASI SAWAH DI DESA LINDUK KECAMATAN PONTANG KABUPATEN SERANG BANTEN ( STUDI PERSPEKTIF HUKUM ISLAM). Skripsi thesis, FAKULTAS SYARIAH UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (13MB) | Preview
[img] Text
BAB II, III, IV.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (14MB)

Abstract

Masalah bagi hasil merupakan masalah yang selalu diperdebatkan oleh kalangan Ahli Fikih, karena dalam ajaran Islam tidak menjelaskan secara terperinci dan tertulis mengenai persentase jumlah keuntungan yang diperoleh, namun di Desa Linduk Kecamatan Pontang Kabupaten Serang Banten, yang merupakan lokasi tempat penelitian penyusun, telah terjadi akad mU{iaraba!z atau pelaksanaan bagi basil antara pemilik modal dengan pekerja yangjumlah pembagian keuntungannya telah ditentukan yaitu 5:1. Adapun pokok masalahnya, adalah apakah pelaksanaan bagi hasil antara pemilik modal dengan pekerja dalam sistem irigasi sawah di Desa Linduk Kecamatan Pontang Kabupaten Serang Banten telah sesuai dengan hukum Islam. Jika membahas mengenai pelaksanaan bagi basil, tentunya ada populasi yang mengelola modal dengan kata lain pekerja. Pekerja di sini adalah yang melakukan kerja sama dalam sistem irigasi sawah. Dan yang menjadi pokok pennasalahannya adalah apakah praktek kerja yang dilakukan antar sesama pekerja dalam sistem irigasi sawah telah sesuai dengan hukum Islam atau belum. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian lapangan (field Research), yang berlokasi di Desa Linduk Kecamatan Pontang Kabupaten Serang Banten. Adapun sifat penelitian yang digunakan adalah Penelitian ini bersifat desksriptif analitis yakni menjelaskan tentang konsep bagi basil dalam Islam yang berlandaskan kepada teori Muamalah yakni istilah MUf/arabafz. Yang dilanjutkan dengan pemaparan dan gambaran pelaksanaannya di Desa Linduk. Kemudian di analisis menuju kesimpulan · dalam perspektif hukum Islam. Dalam menentukan populasi penyusun menggunakan sampling yakni Random Sampling. Proses pemilihan sampel sedemikian rupa sehingga semua orang dalam populasi mempu.nyai kesempatan dan kebebasan yang sama untuk terpilih sebagai sampel. Cara ini adalah cara yang terbaik untuk memilih sampel yang representif. Sedangkan pengumpulan datanya dengan observasi dan wawancara. Metode analisis data yang digunakan analisis data kualitatif melalui metode berpikir deduktif, dalam hal ini adalah menganalisa pandangan Hukum Islam terhadap adanya pelaksanaan bagi hasil dan kesesuaiannya dengan nilai-nilai keadilan dalam Islam di Desa Linduk. Temuan penelitian ini menunjukan bahwa kesepakatan yang tedapat di daerah penelitian tersebut, dilakukan secara tidak tertulis atau lisan. Hal ini dilakukan atas dasar saling percaya mempercayai antara satu pihak dengan pihak yang lain dan ini tidak bertentangan dengan Hukum Islam karena apabila keduanya telah menyadari dan saling percaya mempercayai antara keduanya, maka kesepakatan ini sah-sah saja. Mengenai pelaksanaan bagi basil yang persentasenya telah ditentukan yaitu 5:1, menurut pandangan hukum Islam sah-sah saja, karena keputusan itu berdasarkan kesepakatan bersama. Sedangkan dalam pelaksanaan kerjanya yaitu antar sesama pekerja dalam sistem irigasi sawah belum sesuai dengan hukum Islam, karena terdapat pihak yang dirugikan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: DRS. OMAN FATHUROHMAN SW, M.Ag.
Uncontrolled Keywords: bagi hasil, sawah, pengairan
Subjects: Muamalat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Muamalah (S1)
Depositing User / Editor: Edi Prasetya [edi_hoki]
Date Deposited: 15 Jan 2016 08:17
Last Modified: 15 Jan 2016 08:17
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/18949

Actions (login required)

View Item View Item