JILBAB DALAM HUKUM ISLAM MENURUT PANDANGAN MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL ALBANI DAN ABUL A'LA AL-MAUDUDI

KURNIA DARMAWAN, NIM. 02361302 (2007) JILBAB DALAM HUKUM ISLAM MENURUT PANDANGAN MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL ALBANI DAN ABUL A'LA AL-MAUDUDI. Skripsi thesis, FAKULTAS SYARIAH UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
BAB II, III, IV.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (2MB)

Abstract

yang mengatasnamakan kepemilikannya terhadap otoritas. Jilbab dalam Islam adalah problem aurat wanita yang kemudian menjadi tolak ukur berbusana yang Islami dan juga terkait dengan tatanan masyarakat. Abul A'la a1 Maududi memaparkan bahwa dalam rangka mewtijudkan tatanan masyarakat yang bersih, suci, dan terhormat memerlukan beberapa aturan pengokoh, antara lain berupa pembenahan batin, hukum pidana dan tindakan pencegahan. Berangkat dari sini, dalam persoalan wanita dan jilbab serta pakaian, ia menjelaskan bal1wa wanita muslimal1 dilarang bertabarruj (bersolek) ala jahiliyyah. Dalam permasalahan aurat terkait dengan jil.bab ia menjelaskan bahwa seluruh tubuh wanita itu adalah aurat termasuk wajah dan kedua telapak tangan .. Sejalan dengan pemikiran ini, adalah Muhammad Nashiruddin AlAlbani, seorang tokoh dari Al-Bania, juga menaruh perhatian tentang masalah ini .. Na.mun, b¢rb¢dit dc11gutt vcmi.k.iti:llt ul-Muududi, ul-A.lui:llti tiuak wt:uguugguv muka dan kedua telapak tangan sebagai aurat wanita. Landasan keduannya tentang Jilbab dan aurat mengacu pada surat an-Nur:30-3l dan al-Ahzab:59. Namun dalam melakukan interpretasi terhadap ayat-ayat tersebut terjadi perbedaan yang krusial. Penelitian ini berupaya menjawab bagaimana metode dan apa yang meletarbelakangi pandangan kedua tokoh tersebut. Untuk menjawab persoalan tersebut di atas, penyusun menggunakan Leori teks-konteks Ali Syari'ati yang bertolak pada adanya keterkaitan seorang pemikir dengan kondisi sosialnya. Berdasarkan teori ini, pendekatan yang digunakan adalah sosiologis-historis dengan pola pikir deduktif-induktif. Diharapkan dengan teori dan pcndckatan tcrscbut dapat mcngungkapkan alur herfikir masing-masiu~ lokol1 sehingga ditemukanlah persamaan dan perbedaan pemikiran. Adapun metode penelitian ini dengan mengkaji bahan-bahan pustaka yang berhubungan dengan kedua tokoh dan kemudian memperbandingkan pemikiran keduanya. Berdasarkan penelitian yang penyusun lakukan, ditemukan bahwa al-Maududi dalam memberikan batasan tentang aurat dan juga terkait dengan jilbab sangat ketat. Ia berkeyakinan bahwa seluruh tubuh wanita adalah aurat termasuk wajah dan kedua telapak tangan. Konsekuensinya ada keharusan men1akai cadar/penutup wajah bagi wanita. Nampaknya pemikirannya ini terkait dengan pengalaman hidupnya dalam bidang politik yang keras, keterpengaruhannya terhadap tokoh puritan Islam semisal Ibn Taimiyah, kapasitas intelektual, serta upaya untuk meningkatkan sistem sosial Islam yang bertolak pada kesucian moral, tata aturan dan pecegahan, dan tata hukum perlindungan satar. Di sisi lain al-Bani, nampaknya menolak pemikiran al-Maududi. Ia berpendapat bahwa wajah dan kedua telapak tangan bukan aurat, sehingga tidak ada keharusan bagi wanita untuk memakai cadar/penutup wajah, namun dalam hal berbusana termasuk penggunaan jilbab hams sesuai dengan syari'at Islam (yang kemudian ia tulis dalam 8 syarat berbusana dan pemakaian jilbab ). Pemikirannya ini lebih dipengaruhi oleh kapasitas intelektualnya. Nampaknya pemahaman tentang jilbab dan aurat lebih didasari pada pemahaman terhadap interpretasi kata-kata dalam ayat yang menjadi rujukannya. Sedangkan pengaruh lainnya adalah pengetahuannya dalam bidang hadis, sehingga dapat ia jelaskan bagaimana pemahaman tentang aurat dan jilbab dalam konteks Rasulullah. Selain perbedaan pandangan antara al-Maududi dan al-Albani dalam permasalahan ini, ditemukan pula persamaannva vaitu adanya kewajiban rnen~~makan jilhl'lh seh::~e::~i hns:m::~ w::~nit::~ Kt>.rlmmyn "~p:;~ln:Jt h:;~hw~ jilbab bukan busana yang terkait dnegan kebudayaan arab, simbol agama ataupun tradisi lainnya, namun merupakan sebuah kewajiban mutlak.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Hj. FATMAAMILIA, S.Ag, M.Si.
Uncontrolled Keywords: kerudung, islam, wanita
Subjects: Perbandingan Madzhab
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Madzab (S1)
Depositing User / Editor: Edi Prasetya [edi_hoki]
Date Deposited: 15 Jan 2016 08:56
Last Modified: 15 Jan 2016 08:56
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/18961

Actions (login required)

View Item View Item