PENYALINAN MUSHAF USMANI MENURUT ISKANDAR AG SOEMABRATA

DIDIN ROHAEDIN NIM. 02530886, (2009) PENYALINAN MUSHAF USMANI MENURUT ISKANDAR AG SOEMABRATA. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Berbeda dengan mayoritas umat Muslim pada umumnya, mushaf al-Qur'an hasil kodifikasi masa pemerintahan khalifah Usman bin Affan adalah teks standar yang final historisitas dan otntisitasnya tidak diragukan lagi, begitu juga dengan jumlah salinan mushaf tersebut bagi sebagian sarjana muslim hal itu tidak menjadi masalah yang jelas mushaf tersebut telah selesai disalin. Namun bagi Iskandar AG Soemabrata, baginya perintah khalifah 'Usman kepada panitia penyusunan supaya mushaf tersebut disalin menjadi lima buah memunculkan pertanyaan kenapa mushaf tersebut harus disalin sebanyak lima buah. Tulisan ini berusaha untuk melakukan kajian sejauh mana konsep pemikiran Iskandar AG Soemabrata tentang Penyusunan dan Penyalinan Mushaf 'Usmani, jika dilihat dari pendekatan yang digunakan, argumen yang diajukan, kritikan terhadapnya serta kelebihan dan kekurangan konsep Iskandar AG Soemabrata tersebut. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan sumber primer buku Pesan-pesan Numerik al-Qur'an dan sumber sekunder seperti buku Rekonstruksi Sejarah al-quran tulisan Taufik Adnan Amal, kemudian Membahas Ilmu-Ilmu al-Qur'an, terj. karya Subhi al-Salih dan yang lainnya. Teknik pengumpulan data yaitu dengan cara dokumentasi dan wawancara, sedangkan pengolahan data menggunakan deskriptif analisis kritis, adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sejarah ( historis ). Berdasarkan penelitian yang dilakukan, pendekatan yang dipakai Iskandar AG Soemabrata adalah pendekatan Numerik. Dari pendekatan tersebut Iskandar beralasan bahwa jumlah penyalinan mushaf 'Usmani dibatasi sebanyak lima buah itu karena terkait dengan adanya lima ayat yang menjadi wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad saw. Qs. al-'Alaq 1-5, kemudian adanya lima surat tertentu yaitu (Qs. al-Hijr [15], Qs. al-Zumar [39], Qs. al-Ma'arij [70], Qs. al-Ghasyiyah [88], Qs. al-Ma'in [107]) jika dijumlahkan antara nomor urut surat dan jumlah ayatnya akan menghasilkan bilangan 114, kemudian karena adanya lima buah buah rukun Islam. Bagi sebagian ulama pendekatan yang dipakai oleh Iskandar ini hanya bisa dimasukkan kedalam pembahasan mengenai kemukjizatan al-Qur'an tidak dalam ranah tafsir. Adapun kelebihan dari konsep pemikiran Iskandar adalah keberaniannya untuk menghadirkan konsep yang berbeda mengenai sejarah al-Qur'an dengan para sarjana Muslim, pada umumnya mereka menggunakan pendekatan sejarah sebagai pisau kajiannya, sementara Iskandar menggunakan pendekatan Numerik. Namun penulis juga melihat adanya beberapa kelemahan dari konsep pemikiran Iskandar misalnya, Iskandar kurang tepat dalam memberikan Informasi yang mengatakan bahwa penyusunan mushaf al-Qur'an seolah baru terkumpul pada masa pemerintahan 'Usman, selanjutnya yang menjadi latar belakang penyusunan mushaf 'Usmani menurutnya adalah adanya perselisihan di kalangan sahabat mengenai perlu atau tidaknya al-Qur'an itu di bukukan, bukan mengenai qira'at sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Prof. Dr. H. Iskandar Zulkarnain, Muh. Fathan, S. Ag. M. Hum.,
Uncontrolled Keywords: Mushaf Usmani, Iskandar AG Soemabrata
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:41
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/1898

Actions (login required)

View Item View Item