YONI MASSAGE SUAMI TERHADAP ISTRI DALAM PANDANGAN HUKUM ISLAM (STUDI TENTANG HUKUM MELIHAT FARJI PASANGAN SAHNYA)

MOCHAMAD NURUL HUDA - NIM. 01350827 , (2009) YONI MASSAGE SUAMI TERHADAP ISTRI DALAM PANDANGAN HUKUM ISLAM (STUDI TENTANG HUKUM MELIHAT FARJI PASANGAN SAHNYA). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Skripsi ini membahas masalah foreplay dengan stimulasi yoni massage, yaitu suatu pemijatan yang difokuskan pada area genital istri sebagai media pendahuluan. Hal ini dilatarbelakangi oleh banyaknya problem seksualitas dan gangguan seksual pada pasangan suami-istri saat ini. Pandangan dan anggapan yang salah tentang seks merupakan salah satu penyebab terjadinya hal-hal tersebut. Anggapan bahwa hubungan seksual bagi kaum perempuan lebih ditekankan sebagai kewajiban daripada hak sehingga banyak diantaranya yang tidak pernah mendapat kepuasan seks melainkan hanya kesakitan atau bahkan trauma sebab rangsangan (foreplay) yang tidak cukup. Tidak cuma itu, banyak hadis tentang etika hubungan seks menurut Islam yang kesahihannya diragukan bahkan tidak rasional yang seringkali dijadikan sebagai landasan hukum atau alat justifikasi terhadap kemuliaan hubungan seks yang diajarkan Islam, sekedar ingin membedakannya dengan moralitas seks bebas yang diajarkan Barat. Salah satu contohnya adalah hadis tentang larangan melihat farji istri karena dapat membutakan mata, yang mana matan dan sanad hadis tersebut bermasalah (da'if). Hal demikian membuat status hukum melihat farji istri berdasarkan as-Sunnah yang asli menjadi tidak jelas, sehingga yoni massage yang dikiaskan dengannya pun menjadi tidak jelas pula. Maka tujuan penelitian ini adalah menganalisis status hukum permasalahan tersebut. Untuk menganalisa permasalahan tersebut, penulis menggunakan multi pendekatan yaitu takhrij al-Hadis, seksologi, normatif, kias dan nilai kemaslahatannya. Penelitian ini dikaji dengan metode deskriptif-kualitatif, yaitu penyajian data dalam bentuk tulisan dan menerangkan apa adanya dan pada tahab akhir akan disimpulkan. Data diambil dari sumber-sumber primer yaitu hadis-hadis yang termaktub dalam kitab sembilan serta data-data skunder yang diambil dari bukubuku, karya ilmiah serta data-data dari internet. Adapun hasil penelitian ini menyebutkan bahwa pandangan hukum Islam terhadap Foreplay dengan stimulasi yoni massage yang dikaitkan dengan hukum melihat farji pasangan sahnya adalah quot;boleh quot; sepanjang dikehendaki oleh pasangan yang bersangkutan. Sebab, secara syar'i tidak ada masalah suami-istri melihat farji pasangannya masing-masing. Ditinjau dari pemaparan kualitas hadisnya, tidak ada dalil syar'i yang secara khusus dan jelas menyinggung masalah foreplay dengan stimulasi yoni massage, baik itu melarang ataupun memerintahkannya. Ditinjau dari aspek medis dan kemaslahatannya aktivitas yoni massage ini tidak menimbulkan efek negatif yang membahayakan tetapi justru banyak manfaat positif yang dapat diperoleh dari aktivitas ini. Dalam konteks hubungan seks suami-istri, sesungguhnya Islam hanya menekankan beberapa masalah prinsipil yakni pada niat dan caranya. Selebihnya, hal itu diserahkan kepada keridaan antara suami dan istri karena sifatnya yang sangat pribadi. Jika niat utamanya karena Allah SWT dan dilakukan dengan cara yang disenangi oleh keduanya, selama cara tersebut tidak melanggar larangan Allah SWT dan Rasul-Nya, maka sudah memenuhi unsur etika hubungan seks dalam Islam. Faktor komunikasi tentang teknik dan gaya apa yang disenangi oleh keduanya menjadi sangat penting untuk menjembatani perbedaan masing-masing.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: PEMBIMBING: HJ. FATMA AMILIA, M.SI
Uncontrolled Keywords: foreplay, yoni massage, area genital istri, melihat farji istri, etika hubungan seks
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:41
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/1908

Actions (login required)

View Item View Item