WANITA DALAM AGAMA BUDDHA (Studi atas Sangha Bhikkhuni dalam Tradisi Theravada)

IRFAN ZAKY NIM. 04521676, (2009) WANITA DALAM AGAMA BUDDHA (Studi atas Sangha Bhikkhuni dalam Tradisi Theravada). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Agama Buddha merupakan agama yang egaliter dan menjunjung tinggi kehormatan sesama manusia mengeluarkan kaum wanita dari jeratan diskriminasi yang saat itu sangat mempengaruhi budaya masyarakat India, dengan dipelopori oleh Siddharta Gautama maka peran kaum wanita di masyarakat terangkat mertabatnya dengan dibukanya satu wadah kehidupan suci di dalam sangha untuk menampung aspirasi kehidupan spiritualitas kaum wanita sebagaimana kaum laki-laki. Dalam agama tersebut ada berbagai macam komunitas yang secara umum menampung seluruh kebutuhan umat Buddha, mulai dari lembaga yang diperuntukkkan bagi umat Buddha perumah tangga hingga para pelaku kehidupan suci vihara baik untuk kaum laki-laki maupun perempuan. Seiring perkembangan zaman, Theravada yang secara konsisten mempertahankan dan mengamalkan kemurnian ajaran sang Buddha menghadapi permasalahan ketika sangha bhikkhuni yang didirikan pada masa Siddharta Gautama harus lenyap pada tenggang waktu abad ke sebelas hingga abad ke dua belas. Tidak cukup berhenti sampai disini, saat ini, di berbagai negara banyak sekali tuntutan dari kalangan kaum wanita yang, menginginkan dibukanya kembali sangha bhikkhuni setelah lama dianggap untuk melindungi hak para kaum wanita. Namun, Theravada tetap teguh pada pendiriannya bahwa prasyarat untuk mendirikan sangha bhikkhuni tidak bisa ralat karena itu berasal dari sang Buddha. Banyak kalangan Buddhis sendiri menilai bahwa aturan tersebut seolah-olah dibuat untuk mempersulit gerak kaum wanita. Saat ini pun banyak pihak melakukan penelitian untuk terus melihat kemurnian aturan dan berbagai penyebab yang menjadikan bhikkhuni tersebut tidak bisa dibangkitkan kembali. Penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research) mengenai sangha bhikkhuni dalam tradisi Theravada. Selain berasal dari kitab-kitab suci dan buku-buku yang relevan dengan obyek penelitian, wawancara juga menjadi alternatif pengumpulan data dalam penelitian ini selain penelusuran yang dilakukan melalui majalah, koran dan data-data internet yang mengupas masalah sangha bhikkhuni. Untuk itu, metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan secara sosiologis karena sebuah lembaga ataupun komunitas yang ada di dalam agama berinteraksi dan melibatkan hubungan antar penganut agama tersebut dan dalam hal ini merupakan wilayah kajian sosiologi agama. Dari penelitian dan olah data secara deskreptif akan diperoleh jawaban bahwa Sangha bhikkhuni dan seluruh elemen yang ada ingin dibangkitkan kembali tidak mungkin lagi dilakukan karena sangha Theravada yang memegang otoritas kelembagaan memutuskan bahwa ada tatanan yang tidak memungkinkan lagi komunitas tersebut dibangun kembali. prasyarat tersebut diantaranya adalah prosesi upasampada dalam bhikkhuni yang sudah tidak bisa dilakukan. Dengan demikian terlepas dari segala bentuk asumsi masyarakat terhadap aturan tersebut dan usaha yang dilakukan oleh beberapa pihak untuk mendirikan kembali sangha bhikkhuni, menurut sangha Theravada bhikkhuni sudah tidak bisa dibangkitkan kembali. Secara spiritualitas para kaum wanita tetap bisa mencapai pencerahan dan diakui keberadaannya, akan tetapi secara kelembagaan bhikkhuni sudah tidak ada lagi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Drs.H.A. Singgih Basuki, MA.
Uncontrolled Keywords: Wanita, Agama Budha
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:41
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/1919

Actions (login required)

View Item View Item