KIAI SEBAGAI PENJAGA NILAI DAN TRADISI KEAGAMAAN MASYARAKAT NELAYAN DESA KWANYAR BARAT KECAMATAN KWANYAR KABUPATEN BANGKALAN

M. IMAM JAUHARI 03541368, (2009) KIAI SEBAGAI PENJAGA NILAI DAN TRADISI KEAGAMAAN MASYARAKAT NELAYAN DESA KWANYAR BARAT KECAMATAN KWANYAR KABUPATEN BANGKALAN. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Penelitian terhadap kiai merupakan penelitian yang penting untuk dilakukan. Pada masa Globalisasi ini banyak tawaran nilai yang masuk ke dalam sistem nilai yang telah lama dipegang oleh masyarakat, terutama pada masyarakat Islam. Dalam sebagian Masyarakat Islam di Indonesia, Kiai merupakan salah satu status keagamaan yang mana salah satunya berperan dalam menjaga tradisi keislaman, sehingga status dan peran kiai dalam melestarikan norma masyarakat perlu dilakukan penelitian yang lebih lanjut. Dalam penelitian ini, obyek penelitiannya adalah peran kiai di Desa Kwanyar Barat itu yang menghadapi problem yang sama dengan masyarakat islam lainnya, yaitu berupa tawaran nilai lain yang masuk dalam suatu masyarakat yang sudah mempunyai sistem norma yang telah mapan. Kiai di desa Kwanyar Barat adalah status yang diberikan berdasarkan norma yang ada di desa Kwanyar. Dimana norma tersebut berasal dari norma keagamaan yang mendudukkan kiai sebagai seorang ulama. Sebagai seorang yang berkedudukan sebagai ulama, maka kiai mempunyai status yang sakral, sehingga pelecehan atau bentuk quot;ketidakhormatan quot; terhadap sosok kiai merupakan hal yang tabu. Kiai diangkat berdasarkan atas kualitas yang dimilikinya dan diangkat tidak didasarkan pada pemilihan atau pengangkatan resmi, melainkan dari prosedur non formal. Karena kiai mempunyai kualitas tertentu, disamping sebagai status yang sakral, maka kiai mempunyai status sosial yang terhormat di tengah masyarakat Kwanyar Barat. Dalam menjalankan peran sebagaimana status kiai tersebut, maka selain berperan sebagai pemimpin ritual keagamaan, kiai juga berperan dalam menentukan kebijakan duniawi. Hal tersebut dikarenakan, status kiai sendiri bukan kedudukan yang hanya semata-mata bernilai religi belaka, tetapi juga dalam wilayah sosio-politik. Hal tersebut dikarenakan, dalam masyarakat Islam Kwanyar Barat sendiri tidak dapat dipisahkan antara kehidupan sosial dan norma keagamaan yang berlaku, sehingga tidak terjadi pembagian dua wilayah; wilayah agama dan wilayah sekuler. Otoritas kiai di bidang keagamaan berimbas pada pengaruh dan harapan akan peran yang akan dimainkan oleh kiai pada masyarakat. Sehingga kuasa kiai tidak meliputi agama, tetapi wilayah publik merupakan implikasi dari peran kiai sebagai status sosial keagamaan, dimana dalam masyarakat agamis seperti dalam masyarakat Kwanyar Barat, ditempatkan sebagai “privelege statusâ€Â. Status tersebut didasarkan pada tindakan sosial yang berdasarkan pada makna kehidupan sosial masyarakat Kwanyar. Makna dari penghormatan kiai tersebut tidak dapat lepas dari makna keberagamaan islam yang diaplikasikan dalam sosio kultural Masyarakat Kwanyar sebagai bagian dari masyarakat Madura itu sendiri. Kekuatan kiai juga berpengaruh pada masyarakat nelayan. Masyarakat nelayan, merupakan kelompok masyarakat yang tidak terpisah dengan entitas masyarakat dalam kwanyar, ia merupakan kelompok masyarakat yang terintegrasi dalam Masyarakat Kwanyar, serta menentukan warna dari masyarakat Kwanyar dikarenakan mayoritas dari masyarakat Kwanyar adalah masyarakat Nelayan. Sehingga kedudukan, norma atau sistem nilai yang dianut oleh masyarakat Kwanyar Barat tidak dapat lepas dari kehidupan Masyarakat nelayan. Dalam masyarakat nelayan inilah peran kiai berpengaruh dalam kehidupan sosial politik maupun keagamaan di Kwanyar Barat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Drs. H. Chumaidi S Romas, Masroer, S. Ag, M. Si
Uncontrolled Keywords: Kyai, Masyarakat Nelayan
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:41
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/1928

Actions (login required)

View Item View Item