TRADISI JAJAN MANGAN DALAM MASYARAKAT NELAYAN DESA KEMANTREN KECAMATAN PACIRAN KABUPATEN LAMONGAN JAWA TIMUR

MUHAMMAD EFENDI NIM: 02521082, (2009) TRADISI JAJAN MANGAN DALAM MASYARAKAT NELAYAN DESA KEMANTREN KECAMATAN PACIRAN KABUPATEN LAMONGAN JAWA TIMUR. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Tradisi Jajan Mangan adalah salah satu tradisi yang dilakukan setiap tahun oleh masyarakat nelayan di Desa Kemantren Kabupaten Lamongan. Hal itu disadari karena adanya kebutuhan dasar seperti kenyamanan, keamanan serta reproduksi (melahirkan keturunan). Meskipun dalam prakteknya banyak masyarakat yang masih menggunakan pola maupun perhitungan-perhitungan secara tradisional. Adapun proses tahapannya adalah Pra pelaksanaan, Undang-undang, Arakan, Sawuran, dan Jagongan. Upacara tradisi Jajan Mangan ini hanya dilakukan oleh masyarakat nelayan di kawasan pesisir utara Desa Kemantren Kabupaten Lamongan. Bagi masyarakat Desa Kemantren Miyang atau melaut bukan sekedar membawa atau mendapatkan hasil tangkapan ikan yang melimpah semata, akan tetapi ada sejumlah ritual, mitos maupun aturan yang harus diperhatikan agar tidak menjadi malapetaka bagi masyarakat nelayan. tradisi Jajan Mangan yang diadakan setiap satu tahun sekali, yakni pada saat penurunan jaring. Tradisi tersebut merupakan upacara yang dilakukan masyarakat pada umumnya yaitu selametan. Tujuan yang ingin dicapai dalam upacara Jajan Mangan ini adalah yang berhubungan dengan mitos nelayan seperti kepercayaan adanya makhluk gaib penunggu laut, mendoakan keluarga yang telah meninggal dan roh-roh waliyullah yang diyakini dapat memberikan Barokah maupun manfaat bagi masyarakat jika hal tersebut dilakukan, agar tercapai keselarasan dan keseimbangan antara keduanya guna kelangsungan hidup sehari-hari serta meredam akan terjadinya hal–hal yang tidak diinginkan bagi keselamatan jiwa. Sedangkan dalam menjabarkan tardisi Jajan Mangan ini, penulis menggunakan jalan penelitian lapangan dengan konsep. Yang didukung dengan menggunakan metode observasi, interview, dokumentasi dan diolah dengan menggunakan metode deskriptif, analisis, dan komparatif. Sedangkan dalam kajian tersebut penulis mengggunakan pendekatan antropologis. Selain itu juga dalam penelitian ini penulis menemukan beberapa fenomena menarik, yang diantaranya adanya Mitos, Simbol, Mana, Magi dan budaya yang mempengaruhi dalam upacara tradisi Jajan Mangan tersebut. Selain itu makna dari tradisi Jajan Mangan tersebut adalah adanya kebersamaan, dalam artian kebersamaan tersebut adalah dirasakan paling mendalam hingga terbentuknya nilai yang solid, ketetanggaan, kerukunan sekaligus menimbulkan suatu perasaan kuat sehingga dalam kelompok tersebut sama derajatnya yang tidak membedakan status atau antistruktur, meskipun dalam prakteknya muncul beberapa pandangan, ada yang menolak ada pula yang mempertahankan namun sebagian dari mereka tetap menginginkan tradisi tersebut dilestarikan dengan persyaratan diambil nilai-nlai yang rasional dan positif yang lebih menonjolkan ciri Islami guna membentuk moralitas dan budaya yang dapat diterima seluruh lapisan masyarakat

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: #CONTRIBUTOR#
Uncontrolled Keywords: Tradisi, Jajan Mangan
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:41
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/1939

Actions (login required)

View Item View Item