PENGGUNAAN QIRĀ’AT DALAM SURAT AL-NISĀ’ (Studi Kitab al-Kasysyāf ‘an Haqā’iq al-Tanzīl wa ‘Uyūn al-Aqāwīl Fī Wujūh al-Ta’wīl karya al-Zamakhsyarī)

MUHAMMAD ABDUL GHOFIR, NIM: 11530071 (2015) PENGGUNAAN QIRĀ’AT DALAM SURAT AL-NISĀ’ (Studi Kitab al-Kasysyāf ‘an Haqā’iq al-Tanzīl wa ‘Uyūn al-Aqāwīl Fī Wujūh al-Ta’wīl karya al-Zamakhsyarī). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (PENGGUNAAN QIRĀ’AT DALAM SURAT AL-NISĀ’ (Studi Kitab al-Kasysyāf ‘an Haqā’iq al-Tanzīl wa ‘Uyūn al-Aqāwīl Fī Wujūh al-Ta’wīl karya al-Zamakhsyarī))
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview
[img] Text (PENGGUNAAN QIRĀ’AT DALAM SURAT AL-NISĀ’ (Studi Kitab al-Kasysyāf ‘an Haqā’iq al-Tanzīl wa ‘Uyūn al-Aqāwīl Fī Wujūh al-Ta’wīl karya al-Zamakhsyarī))
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (3MB)

Abstract

Skripsi ini merupakan kajian terhadap Tafsīr al-Kasysyāf ‘an Haqā’iq al-Tanzīl wa ‘Uyūn al-Aqāwīl Fī Wujūh al-Ta’wīl karya al-Zamakhsyarī. Namun dalam hal ini penulis hanya memfokuskannya dalam qirā’at dan dibatasi pada surat al-Nisā’saja. Alasan penulis mengambil tema ini diantaranya adalah karena masih sedikitnya perhatian dan kajian terhadap qirā’at dikarenakan ilmu ini tidak berhubungan langsung dengan kehidupan manusia sehari-hari dan tidak membahas langsung hukum-hukum yang dibutuhkan. Selain itu karena ketertarikan penulis atas al-Zamakhsyarī ini yang sering disebut sebagai salah satu mufassir yang fanatik dalam membela madzhab Mu’tazilah dan mempunyai pandangan sendiri tentang qirā’at beserta persyaratan bagi sebuah qirā’at yang bisa diterima. Ia juga dikenal sebagai seorang mufassir yang terkenal menguasai ilmu gramatika yang dengan keahliannya tersebut terkadang dimanfaatkannya guna mendukung pandangannya. Adapun pokok kajian dalam skripsi ini yaitu: Pertama, bagaimana pandangan al- Zamakhsyarī terhadap qirā’at serta apa alasan penggunaan qirā’at oleh al-Zamakhsyarī. Kedua, Bagaimana ragam dan kualitas qirā’at dalam tafsir al-Kasysyāf surat al-Nisā’. Ketiga, Bagaimana pengaruh madzhab dalam penggunaan qirā’at dan implikasinya terhadap penafsiran al-Zamakhsyarī dalam surat al-Nisā’. Sedangkan metode yang digunakan oleh penulis untuk menganalisa data adalah metode pendekatan historis dan deskriptif-analitis. Pendekatan historis dimaksudkan dalam rangka untuk mengetahui lebih jauh latar belakang al-Zamakhsyarī. Meliputi biografi, latar belakang kehidupannya, serta kiprah sosialnya dan keintelektualannya. Dengan pendekatan ini juga akan membantu untuk menulusuri sejarah pertumbuhan qirā’at. Metode deskriptifanalitis dilakukan guna memaparkan dan menggambarkan pandangan-pandangan al- Zamakhsyarī, serta bermaksud mengkaji lebih dalam serta menguraikan ragam-ragam qirā’at yang digunakan oleh al-Zamakhsyarī dalam tafsirnya surat al-Nisā’. Kemudian mengungkapkan alasan pemilihan qirā’atnya dalam menafsirkan beserta menjelaskan pengaruh pandangannya dalam penafsiran. Sejauh penelitian penulis hasil yang didapat dari penelitian ini adalah: Pertama, al- Zamakhsyarī memandang bahwa al-Qur’an adalah sesuatu yang baru (muḥdiṡ) dan diciptakan (makhlūq). Sedangkan qirā’at dipandangnya bersifat ikhtiyāriyah atau hasil ijtihad dari para Imam qirā’at. Kedua, dalam penyebutan sebuah qirā’at al-Zamakhsyarī memiliki beberapa alasan: 1). Penyebutan tersebut hanya sebagai pemberitahuan semata tanpa meninjau lebih jauh makna dari qirā’at-qirā’at yang dicantumkannya. 2). Alasan dalam penggunaan qirā’at yang dicantumkan oleh al-Zamkahsyarī adakalanya sebagai alat bantu bagi penafsirannya dalam ayat-ayat yang sedang ditafsirkannya tersebut, serta dalam rangka mendukung bagi ideologi madzhabnya baik dalam ranah teologis, nahwu maupun yuridis, terlepas dari yang dicantumkan itu merupakan kategori qirā’at yang masuk derajat mutawātir, masyhūr maupun syaż. Ketiga, dalam penggunaan qirā’at al-Zamakhsyarī tidak terlalu memperhatikan kualitas dari sebuah qirā’at, artinya apapun kualitas dari qirā’at tersebut asalkan dapat membantu dan mendukung pendapatnya maka qirā’at tersebut akan ia gunakan. Keempat, al-Zamakhsyarī sebagai seorang mufassir penganut madzhab Mu’tazilah yang fanatik juga terbawa dalam proses penafsiran al-Qur’an. Artinya dalam usaha membela madzhabnya akan ia lakukan dengan berbagai cara, yakni salah satunya dengan menggunakan qirā’at, walaupun qirā’at yang digunakan sebagai pijakannya tersebut merupakan qirā’at yang oleh mayoritas ulama dianggap sebagai qirā’at syaż.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Dr. Ahmad Baidowi, M.Si.
Uncontrolled Keywords: Qira'at, surat al nisa
Subjects: Ilmu Alqur’an dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur’an dan Tafsir (S1)
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 23 Feb 2016 02:14
Last Modified: 23 Feb 2016 02:14
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/19510

Actions (login required)

View Item View Item