PANDANGAN MUHAMMAD ARIFIN ILHAM DAN ABDUL HAKIM BIN AMIR ABDAT TENTANG DZIKIR BERJAMAAH

ROSNIATI - NIM. 04360062 , (2009) PANDANGAN MUHAMMAD ARIFIN ILHAM DAN ABDUL HAKIM BIN AMIR ABDAT TENTANG DZIKIR BERJAMAAH. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Berdzikir kepada Allah adalah suatu hal yang jitu untuk menenangkan jiwa yang sedang resah dan gelisah, tak salah kalau Muhamaad Arifin Ilham mengadakan majelis dzikir karena dia menganggap akan penting dan banyak faedah-faedah yang terkandung dalam sebuah majelis dzikir diantaranya biasa menambah pengetahuan, mengingat Allah secara bersama-sama serta menjadi salah satu tempat bagi orang orang yang haus akan dzikir karena banyaknya aktifitas sehingga tidak sempat melakukanya sendiri secara khusuk.Walaupun sebagian kelompok menegaskan kalau dzikir berjamaah adalah suatu ibadah yang bid’ah ini bukanlah suatu gambaran yang menjelaskan kalau ajaran di dalam Islam berbeda-beda, hanya saja cara pandang, pemahaman dan analisis pada hadits dan al-Qur'an yang berbeda-beda sehingga didapati berbagai persepsi. Sebagai muslim yang lahir dari kalangan awam dan tidak banyak mengetahui akan hukum dzikir berjama'ah akan bingung dan salah kaprah tentang makna dzikir itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pemikiran Muhammad Arifin Ilham dan Abdul Hakim bin Amir Abdat tentang dzikir berjama'ah. Metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik, dengan cara pengumpulan data kemudian dari data tersebut disusun, dijelaskan, dianalisis, kemudian diambil kesimpulan. Yakni dengan menguraikan dan menjelaskan bagaimana pandangan dan alasan Muhammad Arifin Ilham dan Abdul Hakim bin Amir Abdat tentang dzikir berjama'ah, yang akan mengacu kepada al- Qur'an dan as-Sunnah serta pemahaman dari para ulama-ulama Islam yang dahulu maupun yang sekarang. Teknik analisis yang digunakan penulis adalah analisis isi, yaitu suatu teknik penelitian untuk membuat inferensi-inferensi (kesimpulan) dan validitas data dengan memperhatikan konteksnya. Kesimpulan dari hasil penulisan skripsi ini adalah dzikir merupakan bagian dari ibadah, untuk itu harus dikerjakan dengan ikhlas dan sesuai dengan ajaran Rasullah Saw karena kedua hal tersebut merupakan hal yang mutlak dalam menjalankan ibadah yang ada sehingga tidak sia-sia. Dalam konsep islam dzikir bukanlah sekedar menyebut nama-nama Allah dan sifat-Nya di hati dan lidah akan tetapi dzikir mencakup arti yang luas yaitu segala aktifitas mengingat Allah yang meliputi semua bentuk ibadah, baik ritual maupun sosial yang kesemuanya itu merupakan perbuatan baik yang di perintahkan Allah, termasuk di dalamnya upaya untuk menjauhi segala larangan-Nya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: PEMBIMBING: DRS. ABD.HALIM, M.HUM
Uncontrolled Keywords: majelis dzikir, dzikir berjamaah, ibadah, ritual
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:41
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/1965

Actions (login required)

View Item View Item