KRITIK KAREN AMSTRONG TERHADAP NALAR TEOLOGI POLITIK FUNDAMENTALISME ISLAM

ROHMATUL IZAD, NIM. 10510035 (2015) KRITIK KAREN AMSTRONG TERHADAP NALAR TEOLOGI POLITIK FUNDAMENTALISME ISLAM. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (KRITIK KAREN AMSTRONG TERHADAP NALAR TEOLOGI POLITIK FUNDAMENTALISME ISLAM)
10510035_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (KRITIK KAREN AMSTRONG TERHADAP NALAR TEOLOGI POLITIK FUNDAMENTALISME ISLAM)
10510035_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (1MB)

Abstract

Salah satu perkembangan paling mengejutkan pada akhir abad kedua puluh adalah munculnya di setiap tradisi agama sebuah kesalehan militan yang secara populer disebut “fundamentalisme”. Hingga beberapa waktu kemudian, istilah ini juga dipakai untuk menunjukkan sebuah gerakan baru dalam kebangkitan Islam. Fundamentalisme Islam merupakan sebuah gerakan yang dilakukan oleh sekelompok umat Islam tertentu yang menginginkan dan bercita-cita menggantikan tatanan sosial yang ada dengan tatanan baru yang berbasis pada nilainilai Islam. Kaum fundamentalis secara inheren sangat bersifat konservatif dan terkungkung pada masa lalu, tetapi gagasan-gagasan mereka pada dasarnya bersifat modern dan sangat inovatif. Ciri khas yang paling populer dari gerakan fundamentalis adalah bahwa mereka menolak kekuasaan sekularisme dan mulai mencabut agama dari tempatnya di pinggiran serta membawanya ke panggung utama. Penelitian ini menganalisis tentang bagaimana konsep kritik Karen Armstrong terhadap nalar teologi politik fundamentalisme Islam, dengan secara khusus menelusuri akar-akar gerakan fundamentalis pada tataran teologi politik. Atas dasar tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-interpretatif, peneliti mencoba membedah secara kritis bagaimana pandangan Armstrong tentang ideologi politik fundamentalisme Islam. Karena, gerakan fundamentalisme Islam ini secara khusus harus dipahami sebagai gerakan politik, dengan asumsi ini maka, dapat secara jelas melihat bagaimana posisi kaum fundamentalis beserta basis ideologi yang diperjuangkannya. Penelitian ini secara khusus membahas dua rumusan masalah, yaitu bagaimana pandangan Armstrong tentang teologi politik fundamentalisme Islam, dan bagaimana konsep kritik Armstrong terhadap nalar teologi politik fundamentalisme Islam. Dengan berpijak pada rumusan masalah tersebut, penelitian ini menyimpulkan dua hal sebagai berikut. Pertama, banyak bentuk dari apa yang disebut “fundamentalisme” harus dilihat secara esensial sebagai wacana teologi politik, yakni bentuk nasionalisme atau etnisitas yang diartikulasikan secara religius. Dengan demikian, fundamentalisme dapat dipahami sebagai gerakan politik yang berideologikan Islam. Kedua, secara psikologis, perlu disadari bahwa teologi dan ideologi kaum fundamentalis berakar dalam ketakutan, hal ini berawal dari pehamanan mereka bahwa kaum sekuler akan melenyapkan mereka. Perlu menyadari juga bahwa gerakan fundamentalis bukanlah hal kuno dari masa lampau, mereka pada dasarnya modern serta sangat inovatif. Benturan antara kaum fundamentalis dengan sistem sekuler modern tak jarang menjadi problem yang paling krusial dan antara kaum fundamentalis dan sekuler terkadang tampak terjebak dalam sebuah spiral permusuhan dan konflik berkepanjangan. Bila kaum fundamentalis diharapkan merubah cara berpikir mereka dengan mengembangkan penilaian yang lebih berbela rasa terhadap apa yang mereka anggap musuh, supaya lebih selaras dengan tradisi agama mereka, kaum sekularis harus pula lebih setia pada kebaikan, toleransi, dan rasa hormat bagi kemanusiaan yang merupakan ciri terbaik kebudayaan modern, dan menanganinya secara empatik perasaan takut, kecemasan, dan kebutuhan-kebutuhan yang dialami oleh begitu banyak kaum fundamentalis, ini merupakan fenomena yang tidak bisa diabaikan oleh masyarakat manapun, jika kedua belah pihak bisa saling memahami, maka gerakan fundamentalis dapat sedikit dibendung, tanpa harus mempersoalkan modernitas dan segala konsekuensinya. Kata kunci: teologi politik, fundamentalisme Islam, sekularisme.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Dr. Mutiullah, M. Hum
Uncontrolled Keywords: teologi politik, fundamentalisme Islam, sekularisme.
Subjects: Filsafat Agama
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Filsafat Agama (S1)
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 14 Mar 2016 08:14
Last Modified: 14 Mar 2016 08:14
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/19750

Actions (login required)

View Item View Item