PENAFSIRAN AYAT-AYAT TOLERANSI AGAMA (STUDI KITAB TAFSIR AL-MUNIR FI AL-AQIDAH WA AL-SYARI’AH WA AL-MANHAJ DAN TAFSIR AL-WASIT KARYA WAHBAH AL-ZUHAILI)

ALAIKA ABDI MUHAMMAD, NIM. 11530029 (2016) PENAFSIRAN AYAT-AYAT TOLERANSI AGAMA (STUDI KITAB TAFSIR AL-MUNIR FI AL-AQIDAH WA AL-SYARI’AH WA AL-MANHAJ DAN TAFSIR AL-WASIT KARYA WAHBAH AL-ZUHAILI). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text
11530029_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text (PENAFSIRAN AYAT-AYAT TOLERANSI AGAMA (STUDI KITAB TAFSIR AL-MUNIR FI AL-AQIDAH WA AL-SYARI’AH WA AL-MANHAJ DAN TAFSIR AL-WASIT KARYA WAHBAH AL-ZUHAILI))
11530029_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (2MB)

Abstract

Dewasa ini tema pembahasan toleransi menjadi topik yang penting di kalangan umat Islam. Wajah ramah Islam yang disampaikan Nabi Muhammad, sosok yang disebut al-Qur’an sebagai Rah}matan Li al-‘A<lami<n, tercoreng oleh tindakan kelompok yang terjebak dalam paham kegamaan cenderung ekstrem, radikal dan marak melakukan aksi teror. Ciri dari kelompok ini adalah abai terhadap historisitas Islam, tidak dialogis, dan menonjolkan pemahaman literal dengan tanpa mempertimbangkan tujan esensi syari’ah (Maqa>s}id al-Syari>’ah). Diantara tokoh kontemporer yang memberikan kritik atas tindakan-tindakan intoleran kelompok radikal adalah Wahbah al-Zuhaili, seorang intelektual yang berasal dari Syiria; negara yang sampai saat ini masih terkungkung dalam konflik saudara akibat tindakan kelompok tersebut. al-Zuhaili dikenal sebagai tokoh yang produktif dalam menghasilkan karya tulis lintas displin ilmu. Dalam keilmuan tafsir, al-Zuhaili memilki tiga buah karya yang secara kualitas isi dibedakan berdasarkan obyek pembacanya. Sosok al-Zuhaili sendiri dikenal sebagai pemikir yang masih menjaga tradisi dan metode keilmuan Ulama klasik. Berangkat dari penjelasan ayat-ayat al-Qur’an, ia berusaha mengenalkan kembali wajah ramah Islam, sekaligus sebagai bentuk perlawanan atas doktrin-doktrin kekerasan yang sering dikumandangkan kelompok radikal. Guna menemukan gagagsan yang utuh dan holistik dari tema toleransi yang ditawarkan oleh al-Zuhaili, penyusun menggali data dengan berdasarkan penafsiranya yang terangkum dalam dua kitab tafsirnya, yakni al-Muni<r fi< al-Aqi<dah wa al-Syari<’ah wa al-Manhaj dan al-Wasi<t}. Gagasan toleransi yang ditawarkan oleh al-Zuhaili sendiri berangkat dari fakta bahwa pedoman Islam dalam lingkup sosial adalah mewujudkan kesejahteraan secara menyeluruh, memprioritaskan kebenaran dan pembebasan manusia secara mutlak, dengan tidak terbatas tempat dan waktu. Hal ini sesuai dengan asas utama syari>’at Islam yakni, kebaikan (al-Birr), takwa, kebenaran (al- H{aq), petunjuk (al-Huda>) dan bersifat terus-menerus (al-Da>’im). Bentuk toleransi yang penting dibentuk oleh umat Islam saat ini menurut al-Zuhaili melingkupi empat hal: pertama, Persatuan Islam dengan Yahudi dan Nasrani. Poin ini meniscayakan terciptanya harmoni antara pemeluk agama-agama Sama>wi< (Islam, Yahudi dan Nasrani). Adanya akar ajaran yang sama dalam ketiga agama tersebut, Aqi<dah, Iba>dah dan Akhla>q, merupakan jalan untuk membentuk sikap toleran. Kedua, tidak ada paksaan dalam agama. Tugas manusia hanya sebatas menyampaikan tidak sampai pada batas memaksa. Iman dan kepercayaan harus dilandasi sikap ridha dan kerelaan. Poin ini sekaligus menegaskan prinsi Ri’a>yah al-Di>n yang diusung syari>’at Islam. ketiga dan ke-empat, larangan menebar kebencian dan tindakan teror serta anjuran mengutamakan keadilan. Poin ini merupakan bentuk realisasi salah satu Maqasid syari’ah yang terpenting, yakni Ri’a>yah al-Nafs. Islam melarang segala tindakan yang berakibat hilangnya nyawa orang lain ataupun yang berpotensi menyakitinya. Setiap manusia baik muslim ataupun tidak, berhak mendapatkan perlindungan atas kemerdekaan jiwanya. Karakter penafsiran al-Zuhaili dalam membedah ayat-ayat toleransi dan perdamaian manusia masih mengikuti manhaj ulama klasik. Ia secara konsisten masih mengutip Ibn Kaṡir, al-Jassas, Zamakhsyari dan Ibn Arabi, dan mengunakan pendekatan-pendekatan nas} dan riwayat sebagai sumber utamanya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Dr. Makhfud Masduki, M.A
Subjects: Ilmu Alqur’an dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur’an dan Tafsir (S1)
Depositing User / Editor: Miftahul Ulum, S.Kom ------- youtube : ulum virgo -------- Facebook : digilibuin
Date Deposited: 16 Mar 2016 07:41
Last Modified: 16 Mar 2016 07:41
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/19820

Actions (login required)

View Item View Item