KALAM ASY’ARIYYAH DALAM TAFSIR NUSANTARA (STUDI KITAB TAFSIR MARAH LABID LI KASYF MA’NA AL-QUR’AN AL-MAJID KARYA SYAIKH NAWAWI AL-BANTANI)

MINANULLAH, NIM. 11530116 (2016) KALAM ASY’ARIYYAH DALAM TAFSIR NUSANTARA (STUDI KITAB TAFSIR MARAH LABID LI KASYF MA’NA AL-QUR’AN AL-MAJID KARYA SYAIKH NAWAWI AL-BANTANI). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (KALAM ASY’ARIYYAH DALAM TAFSIR NUSANTARA (STUDI KITAB TAFSIR MARAH LABID LI KASYF MA’NA AL-QUR’AN AL-MAJID KARYA SYAIKH NAWAWI AL-BANTANI))
11530116_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text (KALAM ASY’ARIYYAH DALAM TAFSIR NUSANTARA (STUDI KITAB TAFSIR MARAH LABID LI KASYF MA’NA AL-QUR’AN AL-MAJID KARYA SYAIKH NAWAWI AL-BANTANI))
11530116_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (2MB)

Abstract

Asy’ariyyah merupakan salah satu aliran teologi yang banyak berkembang di Nusantara. Hal ini dapat dilihat misalkan dalam organisasi Nahdlatul Ulama’ yang menjadikan teologi Asy’ariyyah sebagai salah satu landasan dasar akidahnya. Wacana teologi Asy’ariyyah pada dasarnya telah ada jauh hari sebelum organisasi tersebut muncul sebab di abad ke 17 M sejarah mencatat bahwa terdapat dua tokoh besar Islam Nusantara yakni al-Raniri (w. 1658 M) dan al- Maqassari (1627-1699 M) yang berafiliasi dengan teologi Asy’ariyyah. Dinamika kalam Asy’ariyyah di Indonesia tidak hanya ditemukan pada dua generasi di atas karena pada generasi selanjutnya juga ditemui pemikir di bidang kalam seperti Syaikh Nawawi Banten (1813-1897 M). Ia merupakan figur yang penting dalam hal ini karena dapat dikatakan sebagai Bapak Intelektual Pesantren di Nusantara. Sebagai intelektual yang produktif, Nawawi al-Bantani banyak mengabadikan pemikirannya dalam karya tulis. Di antara beberapa karya tulisnya adalah bentuk penjelasan terhadap al-Qur’an dengan judul Mara>h{ Labi>d li Kasyf Ma’na> al- Qur’a>n al-Maji>d. Kitab tafsir ini oleh sebagian penulis dianggap lebih unggul dibandingkan dengan karyanya yang lain sebab kitab tafsir ini merupakan karyanya yang paling orisinil. Bahkan di dunia pesantren, karya tersebut tidak kalah masyhurnya dengan Tafsi>r Jala>lain. Lebih lanjut, jika memang Nawawi al- Bantani dikenal sebagai tokoh yang berafiliasi dengan teologi Asy’ariyyah maka menurut penulis perlu untuk dilakukan kajian secara spesifik dengan mengacu kepada penafsiran beliau di dalam kitab tafsir Mara>h{ Labi>d li Kasyf Ma’na> al- Qur’a>n al-Maji>d yang diklaim sebagai karyanya yang paling orisinil. Berangkat dari asumsi bahwa dalam tradisi keilmuan, masing-masing tokoh dari suatu madzhab memiliki beberapa konsep yang berbeda atas pendahulunya dikarenakan tuntutan situasi yang berbeda, maka setelah dilakukan pengkajian dengan menggunakan pendekatan sejarah dapat pula diketahui bahwa di dalam kitab tafsir Mara>h{ Labi>d li Kasyf Ma’na> al-Qur’a>n al-Maji>d terdapat pergeseran yang dilakukan oleh Nawawi al-Bantani meskipun ia sendiri merupakan penganut paham Asy’ariyyah. Perbedaan tersebut muncul setidaknya dalam bentuk takwil terhadap ayat-ayat antropomorfis, serta modifikasi tentang pemahaman terhadap adzab kubur sehingga muncul konsep talqi>n dan ide dasar mengenai tahli>l. Adanya modifikasi seperti ini sebab ia hidup di saat pembaharuan Islam mulai bermunculan seperti di Mesir. Terlebih lagi, naskah tafsirnya dikoreksi dan pertama kali diterbitkan di sana. Demikian pula dengan adanya konsepsi tentang talqi>n dan tahli>l, modifikasi tersebut disinyalir muncul sebagai responnya terhadap gerakan puritan kelompok Wahabi yang terjadi saat itu. Namun, ia masih tetap dapat dikatakan sebagai seorang yang loyal terhadap teologi Asy’ariyyah sebab dalam permasalahan yang lain seperti konsepsi tentang Af’a>l ‘Iba>d, sifat-sifat Allah swt, syafa’at, dan Ru’yatullah ia masih sejalan dengan apa yang ditawarkan oleh al-Asy’ari. Pernyataan ini dikuatkan dengan adanya kenyataan bahwa diskusi kalam Nawawi al-Bantani di dalam kitab tafsirnya kebanyakan bersumber dari kitab tafsir karya al-Razi yang berafiliasi dengan paham teologi Asy’ariyyah. Meskipun dalam beberapa tema lain pemahamannya juga merujuk kepada gurunya langsung dan tafsir Abi> Su’u>d.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Drs. Muhammad Mansur M.Ag.
Subjects: Ilmu Alqur’an dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur’an dan Tafsir (S1)
Depositing User / Editor: Miftahul Ulum, S.Kom ------- youtube : ulum virgo -------- Facebook : digilibuin
Date Deposited: 17 Mar 2016 01:34
Last Modified: 17 Mar 2016 01:34
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/19826

Actions (login required)

View Item View Item