MEMBACA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN

SUDARIYAH, NIM. 12530063 (2016) MEMBACA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (MEMBACA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN)
12530063_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text (MEMBACA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN)
12530063_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (2MB)

Abstract

Dalam al-Qur’an terdapat tiga istilah yang menunjukkan pada pengertian membaca, yakni al-Qira>’ah, tila>wah dan tarti>l, dari ketiga istilah tersebut dalam beberapa ayat al-Qur’an seperti QS. Al-‘Alaq ayat pertama, QS. Al-Jumu’ah ayat kedua dan QS. Al-Muzammil ayat keempat diterjemahkan dengan ‘membaca’. Padahal secara etimologi ketiga istilah tersebut memiliki makna yang berbeda-beda. Dengan demikian, pengertian membaca di dalam al-Qur’an bukanlah terbatas pada makna secara leksikal, melainkan ia juga memiliki makna yang luas. Atas dasar inilah penulis merasa tertarik untuk mengkajinya lebih lanjut secara intens tentang, “bagaimana konsep membaca di dalam al-Qur’an? Dan apa makna membaca dalam al-Qur’an baik dalam pengertian hakiki dan majazi.? Berdasarkan hal itulah penulis melakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahi bagaimana konsep membaca di dalam al-Qur’an dan untuk mengetahui apa makna membaca dalam al-Qur’an, baik dalam pengertian hakiki maupun majazi. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Maka langkah awal yang ditempuh adalah mengumpulkan data primer dan data sekunder. Data primer adalah al-Qur’an, yaitu dengan mengumpulkan ayat-ayatnya yang secara khusus mengungkapkan istilah di atas secara tematik. Sementara data sekundernya merupakan kitab penjelas dari data primer, berupa kitab-kitab tafsir dan lain sebagainya. Setelah ayat-ayat tentang varian istilah tersebut penulis dapatkan, maka penulis melakukan interpretasi terhadap ayat-ayat tentang membaca dengan menggunakan metode deskriptif-analitik. Dari hasil penelitian ini, penulis dapat menyimpulkan bahwa membaca yang ditunjuk dengan kata al-Qira>’ah adalah membaca segala sesuatu yang ada, baik tulisan itu berupa wahyu Allah maupun bacaan biasa yang bukan berasal dari Tuhan. Sedangkan membaca yang ditunjuk oleh kata tila>wah adalah membaca yang disertai dengan pengamalan dari apa yang dibacanya. Sementara membaca yang ditunjuk oleh kata tarti>l adalah membaca dengan perlahan-lahan, tidak tergesa-gesa, memperhatikan makhraj dan tajwidnya serta mentadabburi maknanya. Di samping itu, ketiga istilah yang disebut sebagai membaca di dalam al-Qur’an terdiri dari dua katagori, yakni membaca dalam pengertian hakiki (membaca al-Qur’an) dan membaca dalam pengertian majazi (membaca catatan amal dan waktu shalat Subuh). Adapun membaca dalam pengertian hakiki ditunjuk oleh beberapa ayat al-Qur’an seperti: QS. Al-‘Ankabu>t: 45, QS. Al-Isra>’: 106, QS. Al-Muzammil: 4 dan 20. Sedangkan membaca dalam pengertian majazi meliputi QS. Al-Isra>’: 14 dan 78. Selain itu dalam al-Qur’an juga disebutkan tentang fungsi membaca, yakni agar selalu ingat (QS. Al-Isra>’:41), agar tidak lupa (QS. Al-A’la>: 6), memberi penjelasan (QS. Al-H{ijr: 1) dan mengambil pelajaran (QS. Al-Qamar: 17). Sementara orientasi membaca meliputi membaca kisah para nabi, membaca kitab Taurat dan Injil serta membaca dalam pengertian yang lebih luas, yakni membaca objek tertulis baik berupa buku atau kitab (al-Qur’an) maupun yang tidak tertulis baik mencakup alam raya, keadaan, masyarakat dan diri sendiri.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Ilmu Alqur’an dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur’an dan Tafsir (S1)
Depositing User / Editor: Miftahul Ulum, S.Kom ------- youtube : ulum virgo -------- Facebook : digilibuin
Date Deposited: 17 Mar 2016 02:58
Last Modified: 17 Mar 2016 02:58
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/19841

Actions (login required)

View Item View Item