KONSEP EGO MENURUT SIGMUND FREUD DAN MUHAMMAD IQBAL (Suatu Studi Komparatif dari Perspektif Kesehatan Mental)

Abu Masrukhin NIM. 01220547, (2009) KONSEP EGO MENURUT SIGMUND FREUD DAN MUHAMMAD IQBAL (Suatu Studi Komparatif dari Perspektif Kesehatan Mental). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Masalah kesehatan berkaitan erat dengan masalah kepribadian, atau lebih tepatnya inti persoalan kesehatan mental adalah menyangkut masalah kepribadian, yakni kepribadian yang sehat atau kepribadian yang tidak sehat. Sementara itu, secara konseptual inti persoalan kepribadian berkaitan dengan konsep ego. Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan konsep ego menurut Sigmund Freud dan Muhammad Iqbal, serta untuk mengetahui dan mendeskripsikan segi-segi persamaan dan perbedaan konsep ego menurut Sigmund Freud dan Muhammad Iqbal dilihat dari perspektif kesehatan mental. Dilihat dari jenisnya, kajian ini merupakan kejian pustaka. Karena itu, sumber datanya adalah berupa bahan-bahan pustaka (buku-buku). Sedangkan dilihat dari sifatnya, kajian ini merupakan kajian kualitatif. Sesuai dengan jenisnya, maka pengumpulan data dalam kajian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research), yang pelaksanaannya meliputi dua langkah, yaitu langkah bibliografi kerja dan bibliografi fungsional. Sedangkan analisis data menggunakan metode deskriptif-analitis dan metode komparasi. Dari kajian yang dilakukan diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa, menurut konsep Freud, ego adalah sebuah komponen di antara tiga komponen struktur psikis dan kepribadian manusia. Dua komponen lainnya adalah id dan superego. Fungsi ego dalam struktur psikis dan kepribadian ialah menengahi dan mengatur tarik-menarik antara dorongan- dorongan id yang berisi naluri-naluri yang menghendaki kesenangan (kepuasan) dan tuntutan-tuntutan superego yang berisi idealitas-idealitas moral yang mengharuskan kesempurnaan. Dalam menjalankan fungsinya itu ego berpegang kepada prinsip realitas benda-benda maupun realitas nilai-nilai sosial. Ego dalam pengertian ini tidak identik dengan kepribadian serta tidak bisa disamakan dengan quot;aku quot;. Sementara itu, dalam konsepsi Iqbal, ego adalah suatu kesatuan intuitif atau titik kesadaran pencerah yang menerangi pikiran, perasaan, dan keinginan manusia, serta mengorganisasikan berbagai kemampuan tak terbatas dalam fitrah manusia. Ego menurut konsep Iqbal adalah identik dengan kepribadian seutuhnya dan dapat disamakan dengan quot;aku quot;, sepanjang konsep quot;aku quot; menunjuk kepada dimensi rohaniah, mental, dan psikologis individu. Mengenai segi persamaan konsep ego menurut Freud dan Iqbal dilihat dari perspektif kesehatan mental adalah keduanya sepakat bahwa mental yang sehat bertumpu pada ego yang kuat, sementara ego yang lemah mengandung resiko atau rentan terhadap gangguan mental. Sedangkan segi perbedaan pandangan mereka adalah bahwa, bagi Freud, penyakit mental yang timbul akibat ego yang lemah adalah penyakit mental yang bersifat psiko-somatis; sementara bagi Iqbal, penyakit mental yang mungkin timbul akibat ego yang lemah adalah mental yang bersifat psiko-sosial.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing : Dra. Nurjannah, M.Si.
Uncontrolled Keywords: Ego, Sigmund Freud
Depositing User: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:41
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/1996

Actions (login required)

View Item View Item