PENGEMBANGAN SUMBER DAYA PEREMPUAN DALAM POLITIK OLEH DEWAN PIMPINAN WILAYAH PARTAI KEADILAN SEJAHTERA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

ANSORI 01230710, (2009) PENGEMBANGAN SUMBER DAYA PEREMPUAN DALAM POLITIK OLEH DEWAN PIMPINAN WILAYAH PARTAI KEADILAN SEJAHTERA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Di Indonesia, jumlah perempuan tercatat lebih besar dibandingkan laki-laki. Kenyataan ini jelas menempatkan kaum perempuan secara kuantitatif dan nominal, pada posisi yang sangat strategis dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam menyataannya, potensi sumber daya perempuan yang secara kuantitatif sangat stategis, ironisnya tidak tercermin dalam tingkat partisipasi kaum perempuan pada ruang publik. Data menunjukkan bahwa sampai kini keterwakilan kaum perempuan dalam lembaga politik formal masih sangat minim. Rendahnya partisapasi dan keterlibatan perempuan dalam lembagalembaga politik tersebut mengakibatkan berbagai kepentingan perempuan kurang terakomodasi dalam sejumlah keputusan politik. Hal ini melibatkan setiap organisasi-organisasi perempuan mengabdikan diri bagi upaya pengembangan dan pemberdayaan perempuan. Tidak terlepas pula partai politik, seperti PKS yang menaruh kepedulian menggarap SDM perempuan dalam politik. Berdasarkan uraian di atas, maka fokus penelitian ini adalah: 1) Bagaimana konsep pengembangan sumber daya perempuan dalam politik yang dilakukan DPW PKS DIY? 2) Bagaimana program kerja pengembangannya? dan 3) Apa faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam melaksanakan pengembangan sumber daya perempuan? Penelitian ini merupakan studi lapangan di DPW PKS Yogyakarta, yang datanya diperoleh dari observasi dan wawancara. Setelah data terkumpul, direduksi, disajikan dan diverifikasi, kemudian dianalisis secara deskriptik analitik melalui proses pemikiran induktif. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa 1) Konsep pengembangan sumber daya perempuan dalam politik yang dilakukan oleh DPW PKS DIY memberikan dasar pada pemaknaan berpolitik itu sendiri bagi perempuan dengan memberikan kebijakan-kebijakan khusus terhadap kader-kader fungsionalnya dengan memperhatikan pada batasan-batasan yang sudah ditentukan baik oleh Dewan Mudzakarah maupun Fatwa Dewan Syari'ah; 2) Program kegiatan yang dilakukan oleh DPW PKS DIY dalam aksi pengembangan sumber daya perempuan dalam politik di Yogyakarta terangkum dalam empat program kerja, yakni memberikan pelayanan dan pemberdayaan, advokasi, kedermawanan sosial, dan mempengaruhi kebijakan yang semuanya merupakan pengajewantahan wujud perempuan Indonesia yang bertaqwa, sejahtera, cerdas, berdaya dan berkarya serta sebagai sumbangsih dari program kegiatan bagi partai dan masyarakat; dan 3) Faktor pendukung usaha DPW PKS DIY dalam melaksanakan pengembangan sumber daya perempuan dalam politik di wilayah Yogyakarta, di antaranya terlihat dari terfasilitasi dan tersalurkannya aspirasi kader-kader perempuan untuk berkarya dalam ranah Publik, yakni berpolitik, sedangkan faktor penghambat di antaranya adalah masih adanya paradigma pemikiran kader perempuan bahwa politik merupakan wadah kekerasan terhadap perempuan yang hal itu tidak boleh dilampaui oleh perempuan, kemudian adanya kultur masyarakat yang masih kurang menerima bila perempuan harus ikut berpolitik, sebab akan meninggalkan kodratnya sebagai ibu bagi anak-anaknya dan istri bagi suaminya, dan kemudian belum adanya pengenalan khusus untuk pendidikan politik dalam rumah tangga atau juga tidak adanya ijin dari suami mereka untuk berperan aktif dalam dunia politik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Dra. Siti Syamsiatun, MA, Ph.D.,
Uncontrolled Keywords: PKS, SDM, Perempuan
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:41
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/2022

Actions (login required)

View Item View Item