SEWA MENYEWAKAN KAMAR KOS SEBAGAI RENDEZVOUS PEKERJA SEKS DITINJAU DARI PERSPEKTIF SOSIOLOGI HUKUM ISLAM ( STUDI KASUS DI KAWASAN WISATA PANTAI SELATAN YOGYAKARTA)

NICA DANIA MEGANINGRUM, NIM. 12380078 (2016) SEWA MENYEWAKAN KAMAR KOS SEBAGAI RENDEZVOUS PEKERJA SEKS DITINJAU DARI PERSPEKTIF SOSIOLOGI HUKUM ISLAM ( STUDI KASUS DI KAWASAN WISATA PANTAI SELATAN YOGYAKARTA). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (SEWA MENYEWAKAN KAMAR KOS SEBAGAI RENDEZVOUS PEKERJA SEKS DITINJAU DARI PERSPEKTIF SOSIOLOGI HUKUM ISLAM ( STUDI KASUS DI KAWASAN WISATA PANTAI SELATAN YOGYAKARTA))
12380078_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf

Download (14MB) | Preview
[img] Text (SEWA MENYEWAKAN KAMAR KOS SEBAGAI RENDEZVOUS PEKERJA SEKS DITINJAU DARI PERSPEKTIF SOSIOLOGI HUKUM ISLAM ( STUDI KASUS DI KAWASAN WISATA PANTAI SELATAN YOGYAKARTA))
12380078_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (1MB)

Abstract

Maraknya fenomena prostitusi yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia ini dikarenakan adanya dukungan dari masyarakat sekitar. Seperti halnya, di kawasan wisata Pantai Selatan Yogyakarta. Dengan menyediakan beberapa fasilitas penunjang profesi tersebut membuat meluasnya praktek prostitusi. Salah satunya sewa menyewakan kamar bagi pekerja seks komersial. Pada dasarnya sewa menyewakan kamar itu diperbolehkan baik hukum Islam dan hukumpositif. Bahkan dalam Islam mengatur ketentuan akad sewa menyewa (Ijarah) yang baik dan benar. Permasalahan yang timbul dari adanya sewa kamar kos ini adalah musta’jir dalam transaksi akad ini seorang pekerja seks komersial pelaku zina. Kita semua mengetahui bahwasanya zina merupakan dosa besar dalam agama Islam. Namun, yang terjadi masyarakat di sekitar wilayah ini yang mayoritas beragama Islam justru mendukung adanya prostitusi dengan memberikan ataupun menyediakan berbagai fasilitas salah satunya kamar kos. Dalam karya ilmiah ini, jenis penelitiannya adalah field research dan sifatnya adalah deskriptif analitis. Sedangkan teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu dengan observasi, wawancara serta menggunakan analisis data dengan metode induktif. Wawancara dilakukan kepada pemilik kos (mu’jir), penyewa kos (musta’jir), pemerintah, dan masyarakat sekitar baik yang mendukung ataupun menolak adanya penyediaan fasilitas kamar kos bagi Pekerja Seks Komersial. Dan dalam pembahasan nya menjelaskan akad-akad sewa-menyewa kamar kos yang terjadi di kawasan wisata Pantai Selatan Yogyakarta. Studi ini menggunakan teori dalam ushul fiqh yaitu saddu al-dzari’ah dan juga urf’. Urf” yang ada di daerah ini adalah urf’ fasid terkait kedatangan para Pekerja Seks Komersial di kawasan ini. Karena tidak dapat dipastikan oleh warga dikarenakan hal sewa kamar ini sudah berlangsung lama. Para warga juga memaparkan berbagai alasan bagaimana mereka menjalani hidup bersama dengan Pekerja seks Komersial. Hingga ada yang mengatakan jika PSK ini sudah dianggap seperti keluarga sendiri. Alasan masyarakat tetap mempertahankan urf’ fasid yang berkembang di daerah ini karena kebutuhan ekonomi (Hutang). Disini jelas terlihat simbiosis mutualisme terjalin diantara keduanya. Pekerja Seks Komersial yang membutuhkan tempat tinggal untuk melengkapi profesinya sebagai kebutuhan primer dan warga yang membutuhkan uang untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Hal ini membuka penalaran penyusun untuk menerapkan konsep Saddu al-Dzarii’ah untuk menutup jalan kemaksiatan menuju jalan kemaslahatan. Melalui wawancara dengan beberapa tokoh masyarakat ada beberapa solusi yang ditawarkan oleh penyusun untuk mengurangi praktek sewa menyewakan kamar bagi Pekerja Seks Komersial di kawasan Pantai Selatan Yogyakarta. Sehingga, meskipun tidak secara langsung prostitusi hilang namun, setidaknya dengan dukungan dari berbagai pihak praktek ini akan berkurang dan resiko halal atau haram suatu rejeki dapat berkurang.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Dr. Mochamad Sodik, S.Sos., M.Si.
Uncontrolled Keywords: Ijarah, Saddu al-Dzari’ah, Urf’, Pemilik Kos, Kos, Kaum Rentan, Pekerja Seks Komersial.
Subjects: Muamalat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Muamalah (S1)
Depositing User / Editor: Miftahul Ulum [IT Staff] ---- youtube : ulum virgo -------- Facebook : digilibuin
Date Deposited: 20 Apr 2016 08:14
Last Modified: 20 Apr 2016 08:14
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/20288

Actions (login required)

View Item View Item