KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN DEKLARASI PBB

SYAIFULLAH - NIM. 01361003 , (2009) KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN DEKLARASI PBB. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Kekerasan terhadap perempuan memang layak mendapat perhatian yang lebih karena banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu ada satu kesepakatan global bahwa kekerasan terhadap perempuan perlu dipahami sebagai suatu pelanggaran terhadap hak dasar perempuan, yaitu hak perempuan untuk menjalani kehidupannya secara bermartabat. Deklarasi anti kekerasan terhadap perempuan yang disyahkan pada sidang PBB ke-85, pada tanggal 20 Desember 1993, menegaskan bahwa Kekerasan terhadap perempuan adalah melanggar, menghalangi atau meniadakan kemungkinan perempuan untuk menikmati hak dan kebebasan fundamental sebagai perempuan. Deklarasi PBB menyatakan keprihatinanya atas kegagalan komunitas international dalam memberi perlindungan bagi perempuan. Ajaran Islam pada hakekatnya menjadi sarana yang tepat dalam segala upaya mempersatukan misi dan visi dalam kesetaraan laki-laki dan perempuan, sehingga mencegah berbagai tindak kekerasan terhadap perempuan. dan menuju keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahma, sehingga jauh dari perilaku kasar dan penghianatan, dan juga tidak menjadi pembeda antra laki-laki dan perempuan dalam sisi ketaqwaannya. Hal ini menarik untuk di teliti lebih dalam, dengan mengacu pada pokok masalah tentang bagaimana kekerasan terhadap perempuan dalam perspektif Islam dan Deklarasi PBB, serta kontribusinya terhadap pengembangan hukum nasional. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research). Sifat penelitian ini adalah deskriptif-analitik. Dalam penyusunan skripsi ini menggunakan pendekatan normatif (untuk menganalisis data) dan norma islam dan Deklarasi PBB. Pendekatan ini dimaksudkan untuk melihat bagaimana pandangan mengenai kekerasan terhadap perempuan dalam Islam dan Deklarasi PBB tentang Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan, serta kontribusinya terhadap pengembangan hukum nasional. Hasil penelitian ini menunjukkan baik Islam maupun Deklarasi PBB, terdapat persamaan dan perbedaan, di antaranya keduanya sama-sama memandang bahwa kekerasan terhadap perempuan sebagai pelanggaran terhadap hak asasi perempuan dan merendahkan martabat perempuan sebagai manusia, kekerasan terhadap perempuan merupakan perwujudan dari ketimpangan hubungan kekuasaan antara kaum laki-laki dan perempuan. Adapun perbedaannya Hak-hak perempuan yang dilindungi dalam Islam lebih menyeluruh sementara dalam Deklarasi PBB lebih terkotak-kotak Dalam Deklarasi PBB upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan tidak dibarengi dengan penegasan sanksi kepada pelaku, dengan kata lain hanya bersifat anjuran kepada negaranegara anggota untuk menindaknya. Namun dalam Islam segala perbuatan pasti ada pertanggungjawabannya terhadap Tuhan. Kontribusinya terhadap pengembangan hukum nasional adalah keduanya mengandung nilai-nilai yang amat menjunjung tinggi kemanusiaan, kesetaraan dan keadilan di antara manusia, keduanya dapat dijadikan sebagai dasar moral terhadap segala upaya penanganan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia dengan lebih adil dan menyeluruh.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: PEMBIMBING: DRS. MOH SODIK, S.SOS., M.SI
Uncontrolled Keywords: Kekerasan, perempuan, kesepakatan global, pelanggaran, hak dasar perempuan, menjunjung tinggi kemanusiaan, dasar moral
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:41
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/2030

Actions (login required)

View Item View Item