BANGKITNYA NASIONALISME SEBAGAI ARAH DINAMIKA PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA (STUDI PENDIDIKAN ERA KOLONIALISME BELANDA 1908- 1924)

AHMAD MUSHOWIR, NIM. 09470086 (2016) BANGKITNYA NASIONALISME SEBAGAI ARAH DINAMIKA PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA (STUDI PENDIDIKAN ERA KOLONIALISME BELANDA 1908- 1924). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (BANGKITNYA NASIONALISME SEBAGAI ARAH DINAMIKA PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA (STUDI PENDIDIKAN ERA KOLONIALISME BELANDA 1908- 1924))
09470086_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (19MB) | Preview
[img] Text (BANGKITNYA NASIONALISME SEBAGAI ARAH DINAMIKA PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA (STUDI PENDIDIKAN ERA KOLONIALISME BELANDA 1908- 1924))
09470086_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK Ahmad Mushowir. Bangkitnya Nasionalisme Sebagai Arah Dinamika Pendidikan Islam (Studi Pendidikan Era Kolonialisme Belanda 1908-1924). Skripsi. Yogyakarta; Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. 2015. Latar belakang penelitian ini, membahas tentang sejarah pendidikan era kolonialisme Belanda 1908-1924, dimana pada tahun tersebut pendidikan yang diajarkan oleh kolonialisme Belanda tidak sepenuhnya diajarkan tentang sikap dan jiwa nasionalisme untuk mencintai bangsa dan tanah air, namun ketika tahun tersebut juga banyak bermunculan organisasi maupun kumpulan serikat yang peduli terhaap nasib bangsa. Sehingga kondisi pendidikan yang diterapkan Belanda hanya dijadikan investasi untuk menambah tenaga kerja dalam menjajah bangsa ini. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) mengetahui sejarah kebangkitan nasional dan reaksi umat Islam terhadap kolonialisme; (2) mengetahui pola dan model pendidikan Islam ketika era kebangkitan nasional muncul; (3) mengetahui pengaruh kesadaran nasionalisme terhadap arah dinamika pendidikan Islam ketika 1908-1924. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian kepustakaan (Library Research) dengan objek penelitiannya yaitu bahan kepustakaan, baik buku, artikel, surat kabar, makalah dan lain-lain. Proses pengumpulan data dalam skripsi ini menggunakan teknik dokumenter yaitu cara untuk mengumpulkan data melalui peninggalan tertulis, seperti arsip, termasuk juga buku tentang sejarah, teori, pendapat, dan lain-lain yang berhubungan dengan penelitian. Metode analisis data penulis menggunakan teori yang di terapkan oleh Kuntowidjoyo (1994) yaitu Analysis of Social Structure (Analisis Struktur Sosial) untuk menganalisis struktur sosial pada waktu itu antara penduduk pribumi dan bangsa eropa sebagai kolonialisme,dan kemudian mengkaji tentang sejarah pendidikan Islam ketika era kebangkitan nasional di Indonesia. Untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut, dalam penelitian ini merumuskan beberapa pokok permasalahan, diantaranya yaitu; (1). Bagaimana peran dan reaksi umat Islam terhadap kesadaran nasionalisme?, (2). Bagaimana pola dan model pendidikan Islam ketika era kebangkitan nasional?, (3). Bagaimana dampak dari kesadaran nasionalisme terhadap arah dinamika pendidikan Islam di Indonesia pada waktu itu?. Untuk menjawab rumusan masalah tersebut, peneliti menggali beberapa sumber dan rujukan kepustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah: Hasil penelitian ini adalah: kebangkitan nasionalisme Indonesia merupakan kesadaran penuh bangsa ini untuk melepas diri dari penjajahan Belanda, 1) Peran dari umat Islam yaitu sebagai kaum pribumi dan juga agama pembawa rahmatan lill’alamin yaitu sebagai kelas yang mempuyai pendidikan agama yang kuat, sehaingga menyangkut dengan perannya yaitu sebagai penduduk pribumi yang juga merasakan dampak daripada penjajahan Belanda, kemudian reaksi umat Islam menimbulkan gejolak perlawanan seperti perang Padri dan juga pemogokan-pemogokan kerja dan lainnya terhadap pemerintah xvi Hindia- Belanda. 2) Semakin banyaknya umat Islam mendapatkan pendidikan baik di Timur Tengah maupun di Eropa, maka semakin banyak pula tenaga pengajar yang dari kaum pribumi itu sendiri, sehingga pendidikan berjalan tidak hanya di pesantren atau surau tetapi proses pendikan juga berjalan melalui media surat kabar, bahkan samapai di pedagang Islam. Inilah yang kemudian pola pendidikan Islam tidak hanya sebatas untuk belajar agama atau ditempatkan di surau-surau tetapi pendidikan Islam juga mempunyai pola dan modelnya dengan menambah keyakinan terhadap perjuangan bangsa dan kaum pribumi sebagai kelas terjajah. 3) Kebangkitan nasional di Indonesia pada dasarnya dipengaruhi oleh beberapa faktor baik internal maupun eksternal yang menyebabkan rakyat Indonesia sadar akan kondisinya yang dijajah dan dalam pendidikannya termuat kesadaran akan kemerdekaan. Kebangkitan nasionalisme secara sadar mapun tidak, membawa dinamika pendidikan Islam kepada realitas dalam membentuk perlawanan terhadap kolonialisme. Muatan nasionalisme dalam pendidikan diharapkan agar terciptanya pendidikan yang humanis, merdeka, adil, gotong royong serta dapat mengendalikan sikap cinta tanah air dan rakyat yang guyub, tentrem.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Prof. Dr. Abdurrahman Assegaf, M.Ag.
Uncontrolled Keywords: Pendidikan Islam, Nasionalisme, Kolonialisme Belanda.
Subjects: Kependidikan Islam
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Kependidikan Islam (S1)
Depositing User / Editor: H. Zaenal Arifin, S.Sos.I., S.IPI.
Date Deposited: 21 Apr 2016 10:04
Last Modified: 21 Apr 2016 10:04
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/20302

Actions (login required)

View Item View Item