MEMBEBASKAN PEREMPUAN DARI PATRIARKI (ANALISIS NORMATIVITAS-HISTORISITAS PEMIKIRAN ASMA BARLAS )

AHMAD SHADIQ, NIM. 08530080 (2016) MEMBEBASKAN PEREMPUAN DARI PATRIARKI (ANALISIS NORMATIVITAS-HISTORISITAS PEMIKIRAN ASMA BARLAS ). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (MEMBEBASKAN PEREMPUAN DARI PATRIARKI (ANALISIS NORMATIVITAS-HISTORISITAS PEMIKIRAN ASMA BARLAS ))
08530080_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text (MEMBEBASKAN PEREMPUAN DARI PATRIARKI (ANALISIS NORMATIVITAS-HISTORISITAS PEMIKIRAN ASMA BARLAS ))
08530080_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (2MB)

Abstract

Penelitian berjudul “Cara al-Qur’an Membebaskan Perempuan (analisi Normativitas dan Historisitas Pemikiran Asma Barlas)” sangat penting untuk dikaji, mengingat beberapa topik penting yang menjadi pokok dalam isu perempuan yang harus ditanganggapi oleh sarjana muslim dewasa ini. Sehingga penelitian ini menjadi penting dikarenakan pemikiran pembebasannya terhadap perempuan yang menekankan arti penting relasi gender bukan untuk mempertentagkannya adalah semangat semangat agalitarianisme al-Qur’an. Serta metode pembacaannya yang anti patriarki juga perlu dikaji karena semangat pembebasan dalam konsep Asma Barlas mencerminkan pembebasan terhadap perempuan dari patriarki berdasarkan rekomendasi al-Qur’an serta sinaran ontologi Tuhan sebagai epistemologi pembebasannya terhadap perempuan dari patriarki. Penelitian ini peneliti menyorot konstruksi pemikiran Asma Barlas yang berkenaan dengan konstruksi pembebasan terhadap perempuan, epistemologi egalitarian dan pembuktiannya atas al-Qur’an yang antipatriarki, beserta bangunan wacana pembebasanya. Pengungkapan faktor normativitas dan historisitas konstruksi pemikirannya sebagai analisis faktor yang sebenarnya mendukung patriarki itu sendiri serta bagaimana Islam (al-Qur’an) menjadi dipandang tidak egaliter dan patriarkis. Normativitas al-Qur’an dalam pembacaannya berarti melakukan bacaan yang direkomendasikan oleh al-Qur’an sendiri (holostik) serta mengaitkannya dengan Ontologi Ilahi yang mengisyaratkan pembacaan akan kunci hermeneutika pembebasan (divine ontology).Sedangkan historisitas berarti berbagai pemahaman atas al-Qur’an yang kemudian melahirkan patriarkisme itu sendiri. Dalam analaisis yang dilakukan peneliti Asma Barlas menegaskan bahwa penyebab Islam menjadi patriarkis bukan disebabkan oleh al-Qur’an melainkan oleh pemahaman akan Islam (penafsiran atas al-Qur’an) itu sendiri dan penggambaran akan Diri Tuhan yang banyak diserupakan pada makhluknya (antromorfis) yang banyak digambarkan oleh sumber pemikiran teologi Islam yang merupakan sisi historis didalam Islam. Jika disimpulkan Secara normatif. Asma Barlas menolak patriarkisme dalam menafsirkan al-Qur’an, jika yang dimaksud adalah aturan kebapakan atau politik pengistimewaan laki-laki, karena penggambaran Tuhan yang Esa, Adil dan keunikan Tuhan (ontologi Ilahi) telah meruntuhkan patriarki itu sendiri. Dan secara historis patriarki itu muncul karena historisitas pemahaman atas Islam (al-Qur’an) sepeti metode yang mereka gunakan, konteks historis al-Qur’an dan penafsirannya yang berlatar patriarkis, bahasa al-Qur’an sebagai perwujudan dunianya yang menyejarah, serta doktrin teologis yang antromorfis.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Dr. Muhammad Alfatih Suryadilaga, s.Ag., M.Ag
Subjects: Ilmu Alqur’an dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur’an dan Tafsir (S1)
Depositing User / Editor: Miftahul Ulum, S.Kom ------- youtube : ulum virgo -------- Facebook : digilibuin
Date Deposited: 21 Apr 2016 05:20
Last Modified: 21 Apr 2016 05:20
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/20313

Actions (login required)

View Item View Item