KONSEP ‘ARSY MENURUT FAHMI BASYA

MANNAN AZZAIDI, NIM. 11530068 (2016) KONSEP ‘ARSY MENURUT FAHMI BASYA. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (KONSEP ‘ARSY MENURUT FAHMI BASYA)
11530068_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text (KONSEP ‘ARSY MENURUT FAHMI BASYA)
11530068_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (3MB)

Abstract

Kata ‘arsy dalam al-Qur’an sering kali dimaknai oleh mufasir dengan pemaknaan yang beragam. Bahkan dalam kalangan theolog menjadi perdebatan dan silang pendapat yang tajam, hal ini tidak luput karena kata ‘arsy dalam al- Qur’an mayoritas berkenaan dengan sifat Z|at Allah sehingga menjadikannya beragam penafsiran. Keragaman penafsiran sendiri juga dikarenakan pendekatannya beragam. Salah satu pemerhati al-Qur’an di Indonesia yang juga menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an berkenaan‘arsy ialah Fahmi Basya, dengan latar belakang pendidikan ilmu Matematika lalu menggagas Matematika Islam. Kemudian dengan Matematika Islam Fahmi Basya memberikan tawaran pemaknaan mengenai ‘arsy. Penelitian ini merupakan sebuah kajian literatur (Library Research) menggunakan metode deskriptif-analisis. Sumber primer yang digunakan adalah karya Fahmi Basya buku dengan judul ‚Borobudur & Peninggalan Nabi Sulaiman‛. Permasalahan yang akan dijawab dari penelitian ini pertama, bagaimana konsep ‘arsy menurut Fahmi Basya. Kedua, apa kelebihan dan kekurangan dari konsep‘arsy menurut Fahmi Basya. Hasil penelitian pemahaman konsep ‘arsy yang ditawarkan Fahmi Basya dari ialah, menafsirkan ‘arsy sebagai bangunan dengan menghilangkan nilai makna dasar tinggi, terdapat bagian bumi yang menyerupai langit, kemudian dipahami sebagai Negeri Saba’ yang mengacu ‘arsy Saba’ merupakan peyerupaan (miniatur) dari langit. Sifat azim dari ‘arsy tercermin dari bentuk stupa induk Borobudur, kode ‘arsy yang dipikul oleh delapan malaikat dengan sayap dua, tiga dan empat dari Q.S al-Fatir [35].1, Q.S al-Haqah [69].17 tercermin pula pada jumlah stupa yang mengelilingi stupa induk. Fahmi Basya menyertakan foto hasil pengamatan pada air yang menetes diatas air, yang memperlihatkan bangunan diatas air seperti dengan ayat‚..dan ‘arsy-Nya diatas air..‛ Q.S Hud [11].7. ‘Arsy Saba’ awalnya berada di kompleks Keraton Boko, dipindahkan oleh seorang yang mempunyai ilmu Kitab atas perintah Nabi Sulaiman ke puncak Arupadhatu Borobudur. Pemindahan ini menjadikan kekosongan di areal kompleks Keraton Boko. Kecepatan pemindahan‘arsy Saba’ pemindahan 60.000 kali kecepatan cahaya. Adapun konsep ‘arsy Fahmi Basya mempunyai kelebihan pada aktualisasi, tidak terkekang perdebatan penafsiran klasik dan kreatif dalam mengapresiasi muatan angka pada ayat-ayat al-Qur’an. Kekurangannya belum sepenuhnya memenuhi syarat ilmiah, kurang konsisten dalam menerjemahkan al-Qur’an dan unhistoric. Secara keseluruhan ‘arsy yang dikonsepkan Fahmi Basya merupakan sebuah miniatur yang mempunyai beberapa kesamaan sifat, namun tidak sampai tingkatan bahwa itu sebagai‘arsy Tuhan. Model dari Fahmi Basya dalam memperlakukan objek pemahaman (teks) cenderung pada aliran utama subjektivis, dalam artian bertumpu penekanan pada peran pembaca.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Drs. H. Mohamad Yusup, M.Ag.
Uncontrolled Keywords: ‘arsy, Fahmi Basya, Konsep
Subjects: Ilmu Alqur’an dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur’an dan Tafsir (S1)
Depositing User / Editor: Miftahul Ulum, S.Kom ------- youtube : ulum virgo -------- Facebook : digilibuin
Date Deposited: 21 Apr 2016 05:35
Last Modified: 21 Apr 2016 05:35
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/20324

Actions (login required)

View Item View Item