IMPLIKASI PERBEDAAN QIRA’AT MUTAWATIRAH TERHADAP PENAFSIRAN AYAT THAHARAH, SHOLAT, PUASA (STUDI ATAS KITAB AL-JAMI’ LI AHKAM AL-QUR’AN KARYA AL-QURTUBI)

NADLIVA ELAN NISA, NIM. 11530119 (2016) IMPLIKASI PERBEDAAN QIRA’AT MUTAWATIRAH TERHADAP PENAFSIRAN AYAT THAHARAH, SHOLAT, PUASA (STUDI ATAS KITAB AL-JAMI’ LI AHKAM AL-QUR’AN KARYA AL-QURTUBI). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (IMPLIKASI PERBEDAAN QIRA’AT MUTAWATIRAH TERHADAP PENAFSIRAN AYAT THAHARAH, SHOLAT, PUASA (STUDI ATAS KITAB AL-JAMI’ LI AHKAM AL-QUR’AN KARYA AL-QURTUBI))
11530119_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text (IMPLIKASI PERBEDAAN QIRA’AT MUTAWATIRAH TERHADAP PENAFSIRAN AYAT THAHARAH, SHOLAT, PUASA (STUDI ATAS KITAB AL-JAMI’ LI AHKAM AL-QUR’AN KARYA AL-QURTUBI))
11530119_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (2MB)

Abstract

Skripsi ini membahas pandangan Qurtubi@ tentang qira’at dan implikasi terhadap penafsiran ayat taharah, shalat, puasa. Dalam hal ini, penulis memfokuskan pada tafsir al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an. Adapun permasalahan pokok dalam skripsi ini adalah: pertama, bagaimana pandangan dan sikap Qurtubi@ tentang qira’at mutawatirah dalam tafsir al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an. Kedua, bagaimana implikasi dari pandangan tersebut terhadap penafsiran ayat taharah, sholat, puasa yang mengandung perbedaan qira’at. Alasan penulis memilih judul ini adalah: pertama, tidak banyaknya akademis yang tertarik dengan ilmu qira@’at dikarenakan ilmu qira’at tidak berhubungan langsung dengan kehidupan dan mu’alamah manusia sehari-hari. Disamping itu, ilmu ini tidak mempelajari masalah-masalah yang berkaitan dengan halal-haram dan hukum-hukum tertentu yang dibutuhkan oleh masyarakat. Kedua kapasitas al- Qurtubi@ dalam bidang qira’at yang terlihat pada tafsir al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an, yang menurutnya qira’at mutawatirah itu hanya diriwayatkan oleh tujuh imam qira’at. Sedangkan tiga lainnya bukan termasuk bagian dari qira’at mutawatirah. Akan tetapi dalam tafsirnya Imam Qurtubi@ menukilkan tiga Imam qira@’at yang menurutnya qira’at tersebut validitasnya masih diragukan. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, penulis menggunakan pendekatan historis dan metode deskriptif analitis. Metode deskriptif analisis dimaksudkan untuk menganalisis qira’at-qira’at yang mutawatirah, kemudian mengungkapakan qira’at nya Qurtubi@ untuk membangun pondasi penafsirannya dalam surat al-Baqarah beserta alasan-alasannya. Pendekatan historis dipakai untuk menelusuri latar belakang kehidupan Qurtubi @serta mendeskripsikan pertumbuhan dan perkembangan qira’at. Hasil dari penelitian ini antara lain, 1. Terkait dengan Imam Qurtubi@ yang mengabaikan tiga qira’at mutawatirah yang lebih cenderung pada qira’at as-sab’ah. Hakikatnya bukan berarti al- Qurtubi@ meninggalkan qira’at tersebut. Tetapi dalam beberapa kesempatan beliau terkadang menyebut tiga Imam qira’at 2. Al- Qurtubi@ menemukan perbedaan qira’at mutawatirah yang berimplikasi terhadap penafsiran maupun tidak, maka ia memilih perbedaan qira’at tersebut, yang dianggapnya paling benar dan mengunggulkan salah satu para Imam qira’at tersebut dengan mengembalikan makna dasar. 3. al-Qurtubi@ lebih condong pada madzab Maliki ketika penafsirannya masuk dalam hukum fiqhiyyah yang berpengaruh pada perbedaan qira’at mutawatirah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Dr. H. Abdul Mustaqim
Subjects: Ilmu Alqur’an dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur’an dan Tafsir (S1)
Depositing User / Editor: Miftahul Ulum, S.Kom ------- youtube : ulum virgo -------- Facebook : digilibuin
Date Deposited: 21 Apr 2016 05:43
Last Modified: 21 Apr 2016 05:43
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/20326

Actions (login required)

View Item View Item