JIN DALAM AL-QUR’AN (KAJIAN SEMANTIK)

KHOIRIYAH, NIM. 12530067 (2016) JIN DALAM AL-QUR’AN (KAJIAN SEMANTIK). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (JIN DALAM AL-QUR’AN (KAJIAN SEMANTIK))
12530067_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text (JIN DALAM AL-QUR’AN (KAJIAN SEMANTIK))
12530067_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (1MB)

Abstract

Istilah-istilah kunci al-Qur‘an merupakan kata-kata yang memainkan peranan yang sangat menentukan dalam penyusunan struktur konseptual dasar pandangan dunia al-Qur‘an. Diantara istilah-istilah kunci al-Qur‘an ialah kata al-jinn. Kata al-jinn diartikan sebagai makhluk ciptaan Allah yang terbuat dari api dan bertempat di alam ghaib. Di dalam al-Qur‘an kata tersebut disebutkan sebanyak 33 ayat dalam 15 surat dengan berbagai bentuk derivasinya. Kata ini sudah ada sejak zaman jahiliyyah. Namun pemaknaan kata al-jinn yang berbeda dari zaman jahiliyyah sampai masa al-Qur‘an berkembang. Oleh karena itu dengan adanya perbedaan makna al-jinn tersebut, mengispirasi penulis mengkaji makna yang lebih mendalam seputar kata al-jinn dalam al-Qur‘an. Dalam skripsi ini, penulis mengungkapkan makna dan konsep yang terkandung di dalam kata al-jinn yang terdapat di dalam al-Qur‘an dengan menggunakan analisis semantik yang dikembangkan oleh Toshihiko Izutsu. Semantik al-Qur‘an menurut Toshihiko Izutsu berusaha menyingkap pandangan dunia al-Qur‘an (Weltanschauung) melalui analisis semantik terhadap kosakata atau istilih-istilah kunci al-Qur‘an. Proses yang dilakukan dalam penelitian ini adalah meneliti makna dasar dan makna relasional kata al-jinn dengan menggunakan analisis sintagmatik dan paradigmatik, kemudian meneliti penggunaan kosa kata al-jinn pada masa pra Qur‟anik, Qur‟anik dan pasca Qur‟anik. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa kata al-jinn memiliki makna dasar tersembunyi (janna). Secara relasional, makna al-jinn berubah ketika bersanding dengan kata kata syaraka memiliki makna menyekutukan Allah, bersanding dengan kata ‘aduw memiliki makna musuh bagi Nabi, bersanding dengan kata dalla, yang memiliki arti menyesatkan manusia, dan jika bersanding dengan kata „asa memiliki arti seekor ular. Ketika disandingkan dengan kata an-nar memiliki arti calon penghuni neraka, ketika bersanding dengan kata junudu memiliki arti tentara yang diperintahkan Allah untuk membantu Nabi Sulaiman, dan ketika dikaitkan dengan al-Qur’an memiliki makna dakwah. Jika dikaitkan dengan hari akhir, kata jin memiliki makna penghuni surga yang suci. Kosa kata al-jinn yang dimaknai sebagai makhluk halus yang mendatangkan manfaat dalam perdukunan ataupun gangguan, kini pada periode pasca Qur’anik mengalami perkembangan makna tanpa meninggalkan makna yang sudah ada pada periode pra Qur’anik dan Qur’anik, yakni menjadi binatang yang berubah bentuk, virus, bahkan manusia liar yang belum berperadaban.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Drs. H. Mahfudz Masduki, M.A.
Subjects: Ilmu Alqur’an dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur’an dan Tafsir (S1)
Depositing User / Editor: Miftahul Ulum, S.Kom ------- youtube : ulum virgo -------- Facebook : digilibuin
Date Deposited: 21 Apr 2016 11:05
Last Modified: 21 Apr 2016 11:05
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/20344

Actions (login required)

View Item View Item